Showing posts with label MotoGP. Show all posts
Showing posts with label MotoGP. Show all posts

Sunday, July 17, 2016

MotoGP Sachsenring 2016 : Marquez perpanjang rekor kemenangan...!! Rossi salah strategi...


Briliant... asli briliant sedulur... Mungkin itulah satu kata yang pantas disematkan kepada rider andalan Repsol Honda, Marc Marquez. Meskipun lumayan terseok-seok di awal balapan, namun berkat dukungan strategi jempolan dari tim Repsol Honda serta keputusan cerdas sang Baby Alien untuk mematuhi komando tim, Marc Marquez akhirnya berhasil memperpanjang rekor kemenangan di sirkuit Sachsenring..!! Sementara itu Rossi yang sebelumnya bertekad menebus kesalahan di Belanda terpaksa harus puas finish ke-8... Waduuh piye iki mbah Rossi.....

Balapan dimulai dalam kondisi trek basah sehabis hujan sedulur... Marc Marquez, Hector Barbera, serta Valentino Rossi mengisi row terdepan kali ini. Di awali dengan start gemilang, Rossi dan Dovizioso berhasil mencuri posisi terdepan. Tidak lama kemudian Marc malah melorot ke posisi 4 setelah diovertake Petrucci. Di lap ke-5 Petrucci bahkan berhasil mengambil alih pimpinan balapan setelah overtake Dovizioso dan Rossi. Sebelumnya, Dovi sudah meraih posisi terdepan setelah overtake Vale. Sampai lap ke-10, Petrucci, Dovi dan Rossi masih memimpin di depan. Sementara Marc makin parah.....

Lantaran kondisi lintasan yang masih juga basah, di sini Marc terlihat tidak mau gegabah dan sepertinya "wait and see" melihat situasi. Terbukti selama awal balapan lap time Marc semakin drop dan satu per satu rider di belakangnya begitu mudah menyusul hingga doi melorot ke posisi 6. Lap ke-11 Marc semakin apes gara-gara outwide dan masuk gravel. Beruntung motor tetap dalam kendali dan masih bisa bertahan di posisi 9. Di saat yang sama, Petrucci malah crash dan tidak bisa melanjutkan balapan. Sampai lap ke-17, persaingan di barisan terdepan masih sangat ketat dengan Dovi terdepan disusul Barbera dan Rossi. Kondisi lintasan yang mulai mengering dirasa sudah cukup bagi tim Repsol Honda untuk memutuskan mengganti ban. Ndilalah Marc yang masih tertinggal di belakang kali ini manut dengan instruksi tim. Di sinilah kunci kemenangan Marc....

Memasuki lap ke-18, Marc memutuskan masuk pit stop sesuai instruksi tim untuk mengganti motor dengan ban slick. Sebuah keputusan briliant mengingat Marc selama ini cenderung egois. Terbukti... strategi penggantian ban di saat yang tepat membuah hasil manis. Begitu masuk trek... Marc seolah kesetanan mengejar rider di depannya. Performa RC213V dieksplore dengan maksimal. Tiap lap Marc bahkan mampu memangkas gap rata-rata 2 detik. Sementara itu Rossi sepertinya masih ogah melepas pertarungan sengit dengan Dovi dan Barbera. Kendati tim sudah menginstruksikan via pitboard untuk mengganti ban, namun Rossi tak menggubrisnya. Vale tetap asyik dengan pertempurannya dengan barisan depan. Sebuah blunder besar dibuat The Doctor.....

Vale baru masuk pit justru setelah Marc sudah sangat kencang dan menemukan ritme terbaiknya. Terlambat sedulur. Sebab begitu kembali masuk trek, Marc sudah melesat jauh memimpin balapan, unggul puluhan detik di depan. Kondisi yang terus bertahan hingga secara meyakinkan Marc Marquez memenangkan race dan menciptakan rekor 7 kemenangan beruntun di Sachsenring, di susul Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso. Sebaliknya Rossi malah semakin kesulitan dengan hanya finish di urutan ke-8. Pencapaian Vale terbilang masih mending sebab Jorge Lorenzo malah lebih parah karena terperosok finish ke-15. Entah apa yang terjadi. Namun sepertinya trek Sachsenring masih menjadi momok buat Jorge....  
           
Dengan kemenangan ini Marc Marquez jelas semakin di atas angin dalam posisinya merebut gelar juara dunia MotoGP 2016 sedulur... Sementara itu langkah The Doctor untuk menyalip atau setidaknya mengikis selisih poin dengan Marc di klasemen dipastikan bakal semakin beraaat. Sebab kini Marc semakin menjauh dengan gap sebesar 59 poin. Memang sih masih tersisa 9 race dan apapun masih bisa terjadi. Namun dengan defisit poin sebanyak itu... koq rasane abot tenan yo sedulur....(Fantastito) 

Friday, July 15, 2016

Lorenzo bertekad pecahkan telur di Sachsenring..!!


Rasa penasaran sekaligus gregetan.... mungkin itulah yang saat ini sedang bergejolak dalam pikiran Jorge Lorenzo. Dua race terakhir... dua kali itu pula Jorge mengalami nasib apes. Barcelona menjadi tragedi setelah doi gagal menyelesaikan balapan akibat dihantam Iannone dari belakang. Race selanjutnya di Assen pun hampir serupa. Guyuran hujan sukses membuat Lorenzo melempem dan tercecer di urutan 10 yang membuatnya hanya mendapat 6 poin. Rasa penasaran Jorge dipastikan semakin bertambah di race Sachsenring akhir pekan ini. Sebab sejak naik ke kelas MotoGP pada 2008 Lorenzo belum pernah sekalipun menang di sana...!

Maklum sedulur...selama 8 musim balapan di kelas MotoGP, Jorge memang belum pernah sekalipun berjaya di Sachsenring. Tercatat pembalap berjuluk X-Fuera ini hanya mampu meraih hasil paling maksimal podium dua sebanyak 4 kali dan dua kali kali finish di urutan tiga. Tahun 2015 yang lalu pencapaian di Jerman malah lebih buruk dengan hanya finish ke-4. Sedangkan musim 2013 Lorenzo urung bertanding karena absen akibat cedera. Untuk itulah di race kali ini sebuah kemenangan menjadi target yang harus dipenuhi.....

“Sekarang kami akan bertanding di Sachsenring, salah satu sirkuit yang belum pernah saya menangi. Sachsenring akan selalu menjadi sebuah lintasan yang menantang untuk saya dan YZR-M1. Tapi tahun ini dengan perangkat elektronik dan kompon ban yang berbeda saya akan mencoba mendapatkan kemenangan. Tentunya sangat baik jika saya berhasil naik podium di Jerman. Tapi sebelumnya kita akan coba menganalisis bagaimana kondisi cuaca, feeling dengan ban Michelin, serta elektronik motor. Semoga kami bisa tampil lebih kompetitif dari musim lalu," tutur Lorenzo via Crash....

Yang jelas kali ini Lorenzo dituntut tidak mengulangi kesalahan seperti di dua balapan sebelumnya sedulur. Ingat, saat ini X-Fuera teringgal 24 poin dari Marquez di puncak klasemen. Jangan lupakan Vale yang mengintai dengan gap hanya 18 poin di bawahnya. Blunder sedikit saja....wes pasti kans mempertahankan gelar juara bakal semakin sulit..... "Selisih 24 poin dengan Marc memang cukup besar, tapi aku yakin masih bisa diatasi. Kami harus finis di depan Marquez pada balapan berikutnya, dan itu pastinya tidak akan mudah," tutur Lorenzo....

Apapun itu, tentunya upaya Lorenzo menggapai kemenangan perdananya di Sachsenring jelas tidak mudah sedulur. Sebab rival kuat seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez juga bakalan mengusung misi yang sama. Apalagi Rossi yang ingin balas dendam atas blunder besarnya di Belanda serta rekor fantastis Marc Marquez di Sachsenring dipastikan akan menjadi hambatan terbesar sang juara bertahan. Jangan lupakan pula kiprah Ducati yang semakin kencang dengan duo Andrea-nya. Nah kira-kira piye menurut sampeyan kans Jorge di Sachsenring...?? (Fantastito)

Meski di atas angin Marquez tetap anggap Lorenzo rival terkuat.. Jangan lupakan Rossi..!!!


Lumayan keteteran di Assen, Marc Marquez berusaha tetap tenang. Jalannya balapan yang kacau akibat cuaca buruk serta guyuran hujan justru membuktikan Marc semakin matang alias wis ora sruntulan maning kayak biyen. Hasilnya....kendati hanya finish ke-2, namun raihan 20 poin super penting berhasil diamankan guna menjaga asa meraih gelar juara dunia. Sebuah hasil yang bermakna kemenangan besar karena di saat yang sama 2 rival terberatnya malah bernasib apes. Rossi nihil poin gara-gara ndlosor, sedang Jorge tercecer di belakang, mlempem di trek basah. Marc pun semakin kokoh di puncak klasemen.....

Yaap... bisa dibilang saat ini posisi Marc Marquez berada sedikit di atas angin dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2016. Pasalnya saat ini doi mantap bertengger di puncak klasemen, unggul 42 angka dari salah satu rivalnya, Valentino Rossi yang belakangan tampil "on fire". Selain itu gap 24 poin juga masih dijaga dari kejaran Jorge Lorenzo yang menjadi rival terdekat Marquez saat ini. Jelas sebuah situasi yang menguntungkan. Namun sikap jumawa tentunya bukanlah tindakan tepat. Sebab bagaimanapun juga Marc masih menganggap Lorenzo sebagai rival terkuat....   

Lorenzo yang saat ini berada tepat di bawah Marc di klasemen suatu waktu jelas bisa menjadi ancaman. Karena itulah doi mengaku masih menganggap Lorenzo sebagai saingan terberat... "Kami tahu... untuk saat ini Jorge Lorenzo adalah rival terberat karena sekarang dialah yang paling dekat denganku di posisi klasemen. Yang jelas dia akan sangat tangguh di paruh musim kedua, sama seperti yang dia tunjukan tahun lalu. Jelas kita mesti mewaspadai Jorge." Dari pernyataannya via Crash tersebut, jelas di setiap race Marc kudu tetap meraih poin sebanyak mungkin guna menjaga jarak dari Lorenzo..... 

Selain itu Marc juga enggan meremehkan Valentino Rossi sedulur.... meski gap 42 poin bisa dibilang cukup jauh, namun apapun masih bisa terjadi. Bahkan Marc mengingatkan keunggulan poin ini berpotensi sulit dipertahankan mengingat penampilan ciamik Vale..."Jangan lupakan Valentino Rossi. Gapnya memang lumayan tapi tidak terlalu signifikan. Apalagi seperti di beberapa balapan sebelumnya, dia sangat kuat dan tangguh. Tentu dengan cemerlangnya Vale di beberapa balapan terakhir, mempertahankan keunggulan ini jelas akan semakin sulit," ungkap Marquez seperti yang dilansir Crash.

Apapun itu, tetap saja peluang Marc Marquez memenangkan balapan Sachsenring akhir pekan ini cukup besar sedulur. Catatan membuktikan rekor Marc di sirkuit Sachsenring sangat cemerlang. Semenjak masih di kelas 125 cc tahun 2010, Baby Alien selalu meraih podium pertama. Total Marquez mengoleksi 6 kemenangan di Jerman dengan rincian 1 kemenangan di kelas 125 cc (2010), 2 kemenangan di kelas Moto2 (2011-2012), serta 3 kemenangan di MotoGP (2013-2015). Kita lihat saja sedulur...apakah Marc mampu mempertahankan dominasinya di sirkuit Sachsenring... (Fantastito) 

Thursday, July 14, 2016

Dovizioso dan Iannone akui Sachsenring merupakan trek sulit buat Ducati....


Sedulur sekalian...setelah jeda cukup panjang selama 3 pekan (yang jelas bukan libur lebaran lho), balapan MotoGP akhirnya bakal kembali bergulir akhir pekan ini di Sachsenring, Jerman. Namun Sirkuit Sachsenring ini rupanya menjadi salah satu trek yang cukup sulit buat Ducati sedulur. Lha gimana enggak...sampeyan bisa bayangkan sendiri dalam 5 tahun terakhir tidak ada satu pun rider Ducati yang mampu meraih podium di sana. Layout trek Sachsenring yang didominasi tikungan ke kiri disinyalir menjadi salah satu poin lemah bagi Ducati......

Mengenai hal ini, rider Ducati Andrea Dovizioso pun mengakuinya. Seperti yang dilansir Crash, doi berpendapat mesin Desmo memang kurang maksimal jika digeber di Sachsenring.... "Saya pikir layout Sachsenring sangat tidak cocok untuk karakteristik motor Desmosedici GP kami, karena di sirkuit ini sangat didominasi tikungan ke kiri yang panjang di mana pembalap diharuskan tetap menggantung setengah gas. Sayangnya, motor kami belum sempurna menghadapi kondisi lintasan seperti ini," ujar nya. Sementara itu tandem Dovi di Ducati yang tahun depan akan hengkang ke Suzuki, Andrea Iannone juga mengungkapkan hal yang sama.....

Hanya saja kali ini Iannone tetap percaya diri bisa meraih hasil yang lebih baik. “Sirkuit Sachsenring secara khusus tidak begitu bagus untuk kami dalam beberapa tahun belakangan. Tapi tentu saja kami berharap kali ini bisa meningkatkan kemampuan karena Desmosedici versi yang sekarang jelas lebih baik. Sebelumnya kami juga mengalami sedikit kesulitan di sirkuit Assen. Tapi tahun ini kami kompetitif sepanjang akhir pekan, jadi saya yakin kami bisa meraih hasil yang bagus di Jerman," ujar Iannone.

Jika melihat ke belakang, bisa dibilang Ducati memang punya rekor kurang bagus di Sachsenring sedulur.... Semenjak Casey Stoner menjuarai MotoGP Sachsenring nyaris 1 dekade silam tepatnya musim 2008, praktis setelah itu Ducati tak pernah menang lagi di sana. Podium terakhir juga direngkuh sudah lumayan lama, yaitu pada musim 2010 oleh pembalap yang sama. So...kondisi seperti ini tentunya menjadi PR besar buat Ducati. Apalagi tahun depan Ducati juga kudu lebih bekerja keras menyusul pelarangan penggunaan winglet oleh komisi Grand Prix. Padahal selama ini keberadaan winglet sangat berkontribusi menjinakan mesin Desmo yang cenderung liar. Kita lihat saja nanti kiprah Ducati di serangkaian kualifikasi hingga race MotoGP akhir pekan ini sedulur.... (Fantastito)

Tuesday, July 12, 2016

Sirkuit Sentul dipastikan batal gelar MotoGP 2017...!! Ngeneess...


Sedulur sekalian...kabar kurang menyenangkan datang dari Dorna perihal rencana Sirkuit Sentul sebagai salah satu venue MotoGP 2017. Setelah sebelumnya sempat digadang-gadang bakal masuk kalender MotoGP tahun depan, Sirkuit Sentul akhirnya dipastikan gagal menggelar event balap motor tercepat di dunia itu. Kepastian ini didapat setelah pihak Dorna mengirim surat resmi ke Kemenpora. Dalam surat tersebut Dorna secara gamblang menyebut bahwa Sentul tidak mungkin menyelenggarakan MotoGP 2017....!! Ngeneess...


Melalui surat resmi bertanggal 6 Juli yang ditujukan kepada Menpora Imam Nahrawi, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menyatakan bahwa Sirkuit Sentul saat ini memang belum memenuhi standar homologasi dari FIM. Dan yang paling mengejutkan...salah satu alasan dibalik kegagalan ini adalah ternyata master plan modifikasi Sirkuit Sentul sampai saat ini belum pernah dikirim ke Dorna..!! Padahal dari awal Dorna sudah berulang kali meminta pihak Sentul agar segera menyerahkan master plan sirkuit. Ckckckck.... walaah...piye iki...

Menanggapi surat dari Dorna tersebut, Irawan Sucahyono selaku advisor Sirkuit Sentul mengakui selama ini pihaknya memang belum memberikan master plan yang diminta Dorna...."Master plan atau rencana penyelenggaraannya memang belum kami sampaikan ke Dorna karena kami tidak ingin mendahului petunjuk dari pemerintah. Pemerintah baru memastikan soal penunjukan itu kan pada saat 30 Juni lalu melalui surat yang dikirimkan kepada Dorna Sport. Jadi wajar saja kami belum ada master plan yang diberikan ke Dorna," kata Irawan via Detik.

"Itu cukup wajar. Mereka menjawab apa adanya, kalau 2017 tidak bisa, ya wajar karena mungkin menurut mereka mepet untuk persiapannya. Kami tidak masalah jika Sentul tidak jadi menggelar MotoGP di tahun 2017 karena dari awal Sentul tidak memasang deadline untuk penyelenggaraan harus 2017. Makanya sekarang tergantung dari pemerintah mau bagaimana. Sentul saat ini menunggu petunjuk dari pemerintah seperti apa," ujarnya lagi.

Meskipun dipastikan gagal, namun Irwan mengaku tetap optimis Sirkuit Sentul dapat menyelenggarakan MotoGP, meski harus diundur beberapa tahun. "Sentul bakal mengejar dan ngotot lah. Tetapi sekarang ini leadernya ada di Kemenpora jadi kita tunggu petunjuk pak Menteri dulu. Kemarin kan Pak Menpora sudah menentukan sentul 2017-2019 dan palembang 2018-2020. Tapi intinya yang diminta Dorna sesuatu yang realistis. Bagi Sentul sih gampang, sirkuit ada, tinggal renovasi. Renovasi juga gampang karena sudah komunikasi dengan Hermann Tilke, jadi tinggal tunggu konfirmasi dari Homologasi FIM saja." 

Seperti yang kita ketahui, tahun lalu Dorna memang sudah memberi kesempatan pada Indonesia guna memproyeksikan Sirkuit Sentul agar siap menggelar MotoGP untuk tiga musim (2017-2019) dengan tenggat waktu peresmian kontrak paling lambat 30 Juni 2016. Tidak tanggung-tanggung arsitek spesialis sirkuit ternama, Herman Tilke didatangkan langsung ke Sentul untuk melakukan survey guna merancang renovasi dari sirkuit tersebut.  

Sayang...rentang waktu selama kurang lebih satu tahun yang diberikan Dorna sama sekali tidak dimanfaatkan. Malahan tren semakin ke sini semakin negatif sedulur. Melihat kondisi yang ada serta tenggat waktu yang semakin mepet, peluang Sentul menggelar balap MotoGP hampir dipastikan hilang. Sirkuit Sentul tak kunjung direnovasi. Ketiadaan sokongan dana dari pemerintah menjadi salah satu penghambat terbesar. Status kepemilikan Sirkuit Sentul yang bukan milik pemerintah menjadi biang keladi dana APBN ogah mengucur. Sebaliknya, pemerintah malah meminta perpanjangan waktu hingga akhir Juli. Hasilnya bisa ditebak... Dorna menolak dan memastikan Sentul gagal menjadi salah satu venue MotoGP 2017. Nyeseeek......

Kini harapan yang tersisa hanya pada Sirkuit Jakabaring Palembang yang sebelumnya memang sudah diproyeksi siap menggelar MotoGP 2018 sebagai alternatif jika Sentul gagal. Apalagi pemerintah Sumsel dikabarkan telah menyiapkan alokasi dana sebesar 120 Milyar serta lahan seluas 120 Hektar guna pembangunan sirkuit. Yaah kita lihat saja progres selanjutnya. Semoga kali ini bukan PHP lagi seperti Sirkuit Sentul.... (Fantastito)  

Sunday, June 26, 2016

Jack Miller juara MotoGP Assen 2016..!! Sempat red flag, banyak rider crash...kacau..!!


Sedulur sekalian... tidak hanya pada sesi kualifikasi, kondisi tricky akibat lintasan basah sehabis hujan kembali terjadi saat race Assen hari Ahad ini. Kali ini situasinya jauh lebih rumit..... Sebab di tengah jalan, balapan bahkan harus dihentikan sementara. Di lap ke-15 hujan yang mengguyur semakin deras mengurangi visibilitas rider. Dan karena race director sangat konsen mengutamakan keselamatan para pembalap, terpaksa red flag pun dikibarkan sedulur... 

Hal ini juga diperparah dengan banyaknya rider yang mengalami crash. Tercatat Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Cal Crutchlow, Aleix Espargaro, Danilo Petrucci dan Yonny Hernandez, semua berguguran di tengah licinnya sirkuit. Namun yang mengejutkan justru Jack Miller sedulur... Memanfaatkan situasi, doi berhasil finish terdepan dan menjadi juara di Assen..!! Marc Marquez juga cukup beruntung karena tidak menjadi korban dari tricky-nya balapan. Marc berhasil finish kedua diikuti Scott Redding ketiga...

Di sini yang memprihatinkan adalah Lorenzo sedulur.  Baik sebelum red flag maupun setelah balapan dimulai kembali, penampilan Jorge kali ini cukup mengecewakan. Jangankan bersaing di barisan depan, mempertahankan posisinya saja doi kepayahan. Beruntung...karena banyaknya rider yang crash, Jorge masih bisa mengamankan 6 poin dengan finish ke-10.  

Awal jalannya balapan bisa dibilang cukup menarik sedulur. Meskipun lintasan masih basah, barisan rider Ducati justru menunjukan kecemerlangannya. Rossi yang memulai balapan dari posisi ke-2 berhasil start ciamik. Doi langsung nyodok ke posisi terdepan, diikuti Dovi, Vinales, serta Marc Marquez. Baru satu putaran balapan berjalan, di sinilah barisan rider Ducati menunjukkan tajinya. Yonny Hernandez melakukan manuver gemilang dengan overtake Vinales dan Marc dalam waktu berdekatan yang disusul dengan aksi overtake Marc pada Vinales. Manuver Yonny tidak cukup sampai di situ. Seakan belum puas, doi kembali memburu dua rider terdepan. Hasilnya, di lap 3 secara beruntun dia berhasil menyalip Dovi dan Rossi untuk memimpin jalannya balapan, diikuti Rossi, Dovi, Marc, serta Vinales....

Seakan tak mau kalah, pasukan Ducati yang lain pun mencoba menambah dominasi. Di lap ke-5, Danilo Petrucci yang sebelumnya menyingkirkan Vinales, berhasil overtake Marquez untuk mengamankan pos ke-4. Lap berikutnya, Iannone yang start buncit akibat penalti secara mengejutkan sudah berhasil merangsek hingga sampai di belakang Marc dan... langsung overtake Marquez. Di lap ke-9 Dovi berhasil merebut pos ke-2 setelah overtake Rossi. Sampai di sini Ducati benar-benar mendominasi barisan depan sedulur, dengan Yonny terdepan dikuntit Dovi, Rossi, Petrucci, dan Iannone.

Semula jalannya balapan diharapkan lancar. Namun semakin ke sini, cuaca yang sebelumnya masih cerah kembali hujan ringan. Di sinilah kondisi mulai tricky akibat lintasan yang menjadi semakin basah. Dua rider Ducati menjadi korbannya. Yonny Hernandez menjadi yang pertama akibat keluar lintasan di lap 12. Sempat kembali membalap, doi akhirnya harus menyerah. Kemudian di lap ke-14 Iannone juga crash saat manuver di tikungan. Beruntung, Petrucci masih sempat overtake Rossi untuk mengunci posisi ke-2. Dovi memimpin disusul Petrucci, Rossi, dan Scott Redding yang ternyata semakin mendekat di posisi 4. 

Di lap 15, terjadi aksi seru saling overtake antara Rossi dan Redding memperebutkan pos ke-3. Sayang di tengah ketatnya persaingan itu, balapan berubah menjadi kacau saat intensitas hujan semakin deras. Dan red flag terpaksa dikibarkan demi keselamatan rider karena hujan deras sudah pasti mengurangi visibilitas rider. Resikonya terlalu berbahaya jika diteruskan sedulur.

Balapan kembali diteruskan setelah hujan reda dan para marshall selesai menyapu air agar tidak menggenangi lintasan. Sedangkan formasi urutan start persis seperti saat red flag berkibar, Yakni Dovizioso pertama, kemudian berturut-turut Petrucci, Rossi, Redding, Marquez, dan Pedrosa. Langsung inisiatif ngepush sejak awal start, Rossi kembali memimpin jalannya balapan, diikuti Dovi dan Marquez....Nah di sini..insiden ndlosor berjamaah kembali terjadi di atas licinnya trek sedulur. Tercatat Cal, Pedrosa, dan Dovi crash dalam waktu berdekatan. Beruntung... Pedrosa masih bisa melanjutkan race. Dan di lap 17, harapan Rossi menempel ketat Marc di poin klasemen pupus setelah doi mengalami crash. Mungkin karena terlalu bernafsu menjauh dari kejaran lawan, Vale jadi kehilangan traksi ban depan dan jatuh. Praktis Marc mengambil alih pimpinan setelah Vale crash. 

Dan drama terakhir dari Jack Miller menjadi penutup kacaunya balapan di Assen. Entah sejak kapan merangsek hingga barisan depan, Jack Miller tiba-tiba muncul dan berhasil overtake Marquez di lap 19. Kondisi ini bertahan hingga balapan usai dan.... Jack Miller akhirnya berhasil memenangkan balapan di kelas MotoGP untuk pertama kalinya sedulur. Selain itu,,, inilah pertama kalinya ada rider Australia yang memenangi seri MotoGP sejak terakhir Casey Stoner melakukannya pada 2012 yang lalu.

Praktis dengan hasil ini, Marc semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan poin 145, disusul Lorenzo kedua dengan 121 poin dan Rossi ketiga dengan 103 poin. Tentunya perjuangan Rossi untuk mendekati perolehan poin Marc bakal semakin berat sedulur. Meskipun RC213V belum menemukan performa terbaiknya, namun terbukti Marc masih bisa konsisten meraih podium. Berikut ini hasil MotoGP Assen 2016 selengkapnya.. (Fantastito)


Hasil race Assen 2016

1. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 22m 17.447s 
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 22m 19.438s 
3. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 22m 23.353s 
4. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 22m 27.259s 
5. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 22m 35.282s 
6. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 22m 36.139s 
7. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 22m 40.052s 
8. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 22m 41.050s 
9. Maverick ViƱales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 22m 43.595s 
10. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 22m 45.051s 
11. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 23m 39.277s 
12. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 24m 11.816s 
13. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) +3 laps 

Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF 
Michele Pirro ITA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) DNF 
Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF 
Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) DNF 
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) DNF 
Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) DNF 
Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) DNF 
Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) DNS

Saturday, June 25, 2016

Mulai 2017 penggunaan winglet di MotoGP resmi dilarang..!! Waaah...


Sedulur sekalian...penggunaan winglet yang sebelumnya sering menjadi kontroversi maupun pro-kontra, akhirnya benar-benar dilarang. Yaa.. mulai tahun depan yakni musim MotoGP 2017 mendatang, DORNA bersama Grand Prix Commission resmi melarang penggunaan perangkat winglet di seluruh motor peserta MotoGP. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Komisi Grand Prix melalui pengumumannya di laman resmi MotoGP. 

Keputusan ini sendiri berdasarkan hasil rapat pertemuan Grand Prix Commission yang diadakan pada Jumat tanggal 25 Juni di Assen, Belanda yang terdiri dari Carmelo Ezpeleta selaku ketua DORNA, Javier Alonso (DORNA), Ignacio Verneda (CEO FIM), Herve Poncharal (IRTA), Mike Trimby (IRTA, Sekretaris pertemuan) serta Takanao Tsubouchi (MSMA). Selain membahas masalah pelarangan winglet, beberapa aturan teknis yang menyangkut keselamatan juga menjadi konsen utama pada pertemuan tersebut. 

Yang jelas winglet dianggap membahayakan jika terjadi benturan atau fatal crash. Selain itu banyak pembalap yang mengeluhkan  timbulnya turbelensi. Nah jika sudah begini... tentunya tim yang merasa paling dirugikan adalah Ducati sedulur. Bukannya apa-apa...pasalnya, sejak dimulainya musim 2015 yang lalu, merekalah yang paling awal serius melakukan riset pengembangan winglet pada motor Desmosedici. Mesin Desmo yang terkenal bertenaga liar dan susah dikendalikan disinyalir menjadi motivasi terbesar Ducati untuk meracik winglet.  

Berdasarkan eksperimen Ducati, praktek penggunaan winglet ini bertujuan untuk menambah downforce alias gaya tekan ke bawah saat motor digeber pada kecepatan tinggi. Selain itu dengan menambah downforce, maka ban depan akan mendapat grip ekstra dan mencegah terjadinya wheelie (ban ngangkat sendiri) saat motor berakselerasi setelah keluar dari tikungan. Efeknya, handling motor jadi semakin mantap sehingga pembalap lebih percaya diri saat melibas tikungan. Salah satu benefit terbesar bagi Ducati adalah mereka tidak perlu mengibiri power Desmosedici, karena dengan winglet maka setidaknya motor bisa diajak kompromi.

Pada awalnya, pengaplikasian winglet ini memang menimbulkan pro-kontra. Honda bahkan terang-terangan meminta agar winglet dilarang. Dari beberapa race semenjak Ducati mempopulerkannya, memang ada potensi winglet menyebabkan bahaya bagi rider lain. Namun seiring berjalannya waktu winglet inipun makin populer. Lucunya, setelah Yamaha meniru langkah Ducati, Honda pun akhirnya ikut-ikutan memakai winglet, termasuk Suzuki dan Aprilia. Honda yang mengalami kesulitan sejak diterapkannya aturan unified software malah justru merasakan manfaat positif dari winglet yang dipasang di RC213V mereka.

Nah sedulur...untuk saat ini, karena sudah kadung jalan, aplikasi winglet masih diizinkan hingga balapan musim 2016 ini berakhir. Dan selanjutnya...goodbye winglet... (Fantastito)

Friday, June 24, 2016

Valentino Rossi putuskan tidak gunakan sasis baru..!!


Sedulur sekalian... Valentino Rossi tampil cukup baik pada sesi kedua latihan bebas MotoGP Assen hari Jumat kemarin setelah berhasil meraih posisi tercepat kedua di bawah rider Ducati Andrea Iannone. Pencapaian ini bisa dibilang cukup memuaskan. Pasalnya, di sesi latihan bebas pertama Rossi hanya mampu nongkrong di peringkat 7. Nah..di dua kali sesi latihan bebas tersebut, Rossi dan Lorenzo memang diketahui sedang mencoba sasis baru untuk M1.

Setelah menjajal sasis baru selama dua kali sesi latihan bebas, Vale akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan penggunaan sasis baru. Meskipun berhasil menjadi yang tercepat kedua di bawah Iannone, pencapaian itu nampaknya tidak merubah keputusan The Doctor untuk kembali beralih menggunakan sasis lama. Lha emangnya kenapa..?? Masalah kestabilan mas bro....

Yaa...salah satu alasan kenapa Vale kembali beralih ke current chassis adalah karena kestabilan Yamaha M1 pada area depan dengan sasis yang lama dinilai Vale jauh lebih baik. Sebelumnya, sasis baru ini sudah di uji coba pada sesi test pasca race Catalunya beberapa pekan lalu. Mengenai hal ini Rossi berujar... "Di Barcelona kami telah mencoba sasis yang baru, tapi aku tidak merasakan adanya peningkatan yang signifikan. Dan hari ini pun kita sudah mencoba membandingkan dan menguji antara sasis baru dan sasis lama di sirkuit yang berbeda (Assen). Hasilnya..?? saya memutuskan lebih memilih frame lama, karena saya merasa kestabilan bagian depan Yamaha M1 jauh lebih baik."

Mengenai perbedaan antara sasis lama dan sasis baru, Rossi sendiri mengaku tidak bisa menjelaskan lebih detail perbedaanya. "Saya tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi. Kami telah berusaha bekerja keras untuk meningkatkan feeling pada ban depan Michelin. Tapi pada intinya kami mendapatkan kesimpulan bahwa kami kurang grip di sektor depan. Dan akhirnya aku lebih menyukai menggunakan sasis yang sekarang karena lebih baik untuk ban depan. Selain itu handling juga saya rasakan lebih baik. Jadi mulai free practice 3 hingga race saya hanya akan memakai yang sasis lama." ujarnya via crash. Jadi permasalahannya adalah feeling pada ban depan yang kurang mantap sedulur...

Nah menarik tentunya... karena sasis baru yang ditawarkan ternyata masih belum bisa memberikan peningkatan signifikan pada Yamaha M1. Justru sasis lama malah memberikan kontribusi lebih baik di sektor grip ban depan. Yang jelas, meskipun permasalahan frame ini belum ditemukan solusinya namun dengan sasis lama ini Yamaha M1 bisa dibilang masih di level sedikit di atas RC213V. Terbukti dari race Catalunya beberapa pekan lalu Rossi mampu mengungguli Marc Marquez yang cukup bernafsu yang bahkan sudah geber hingga over limit.

Sampai sejauh ini Rossi masih cukup pede dengan penggunaan sasis lama. Apalagi di sesi latihan bebas kedua kemarin Rossi hanya kalah 0,004 detik dari Iannone, cuman seincriit sedulur.... Kondisi ini didukung fakta bahwa Rossi punya rekor cukup bagus di sirkuit Assen. So dengan keputusan Rossi menggunakan sasis lama, apakah performanya bakal tetap gemilang di sesi kualifikasi dan race nanti...? Kita tunggu saja sedulur...(Fantastito)

Thursday, June 23, 2016

Jorge Lorenzo fokus MotoGP Assen 2016... lupakan masalah dengan Iannone..!!


Sedulur sekalian... "ndlosor" saat sedang panas-panasnya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP apalagi disebabkan karena kecerobohan rider lain tentu menjadi sebuah hal yang sangat menjengkelkan bagi Lorenzo. Doi mesti rela kehilangan poin di race MotoGP Catalunya beberapa pekan yang lalu akibat ditabrak Andrea Iannone dari belakang. Namun..sadar bukan tindakan yang tepat jika harus terus menerus meratapi kegagalan di Catalunya, Lorenzo kini berniat "move on" dari insidennya dengan Iannone.

Nah maka dari itu... menyambut race MotoGP di Belanda, kini Lorenzo bertekad untuk fokus guna meraih hasil terbaik di Assen. "Kegagalan di Barcelona tentu saja sangat disayangkan. Aku tahu di Catalunya akan menjadi balapan yang sulit. Apalagi kondisi semakin tidak mendukung saat kemampuan ban menurun setelah balapan berjalan sekitar 5 - 6 putaran. Akhirnya kecelakaan itu pun terjadi (dengan Iannone) dan merusak segalanya. Tapi sekarang insiden itu jelas harus dilupakan dan aku akan mencoba untuk bertarung lagi di Assen."

"Balapan di Belanda memang cukup pelik. Tapi di sisi lain saya menyukai lintasan sirkuit ini meskipun dari semua balapan terkadang hasilnya tidak selalu bagus untuk saya. Bentuk lintasan sirkuit ini selalu cocok untuk Yamaha M1 sehingga kita bertekad untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi. Saat ini pun saya sudah tidak sabar lagi untuk segera balapan di sana." Ujarnya Lorenzo dengan yakin via laman resmi MotoGP.

Namun tentu saja perjuangan Lorenzo dalam upaya kampanye mempertahankan gelar juara dunia MotoGP tidak mudah. Apalagi selama ini pencapaian Lorenzo di sirkuit Assen beberapa tahun belakangan cenderung kurang bagus. Faktanya sejak tahun 2010 Jorge bahkan selalu gagal memenangi race di Assen. Tapi dengan pernyataan Jorge Lorenzo di atas, bisa kita simpulkan bahwa doi berusaha tetap yakin serta percaya diri menyambut balapan di Assen. Tentu saja agar asa mempertahankan gelar juara dunia MotoGP tetap terjaga. Kita lihat saja sedulur kiprah Lorenzo di MotoGP Assen Ahad ini... (Fantastito)

Wednesday, June 22, 2016

Aleix Espargaro beri selamat Alex Rins, sebuah jiwa ksatria yang patut dicontoh..!!


Sedulur sekalian... tentunya dulu ketika masih menginjak di bangku Sekolah Dasar, sampeyan semua pasti pernah diajari materi PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tentang pentingnya sikap lapang dada atau bahasa kerennya adalah berjiwa ksatria bergitar. Ya.. sikap ini menjadikan kita ikhlas dalam menerima kondisi apapun, bahkan ketika hal menyakitkan sekalipun terjadi. Tujuannya jelas... agar kita bisa mengambil hikmah di setiap peristiwa guna menjadikan kita lebih baik kedepannya. Dan itulah yang saat ini dialami Aleix Espargaro...


Yaa... doi akhirnya harus rela tergusur dari Suzuki Ecstar menyusul kepindahan Alex Rins yang telah dikonfirmasi resmi oleh tim. Pasalnya, Suzuki sebelumnya juga sudah memastikan satu tempat untuk Andrea Iannone yang tidak diperpanjang lagi kontraknya oleh Ducati. Praktis sudah tidak ada tempat lagi bagi Aleix, karena satu slot tersisa yang selama ini diharapkannya akhirnya diambil Alex Rins. Ya...Suzuki lebih memilih pembalap muda yang saat ini sedang on fire di kelas Moto2 tersebut. 

Namun alih-alih merasa kecewa, Aleix Espargaro dengan berjiwa besar justru memberi ucapan selamat atas bergabungnya Alex Rins di Suzuki. Berawal dari cuitan Alex Rins yang mengucapkan terima kasih kepada Suzuki atas kepercayaan yang telah diberikan pada dirinya, tweet ini ternyata sampai dibaca oleh Espargaro. Menanggapi status juniornya tersebut, Aleix mengucapkan selamat lewat mention-nya kepada Alex Rins. Tentu saja itu sampaikannya dalam bahasa Spanyol, yang kalau ditranslate kira-kira terjemahannya seperti ini : "Selamat berpetualang di tempat baru kawan, kau berada di tim besar yang diisi oleh orang-orang berteknik dan humanis"


Dari cuitan Aleix Espargaro di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang namanya hidup memang seperti roda yang berputar. Tidak selamanya akan berada di atas, kadang kita juga harus bersedia berjuang di kondisi yang tidak kita inginkan. Dan.... salute for Espargaro karena telah menunjukan sikap ksatria yang patut dicontoh dan menganggap ini semua adalah perjalanan hidup manusia, apapun yang terjadi harus dihadapi.

Selanjutnya belum diketahui secara resmi ke mana Aleix Espargaro akan berlabuh. Namun santer diberitakan Aprilia akan menjadi tim Espargaro berikutnya. Kita lihat saja nanti sedulur. Btw sedulur sekalian.. apa sampeyan semua juga sudah memiliki jiwa ksatria..?? (Fantastito) 

Monday, June 20, 2016

Alex Rins resmi gabung ke Suzuki Ecstar..!!


Sedulur sekalian, setelah sebelumnya Andrea Iannone memastikan bergabung kini giliran pembalap Moto2 Alex Rins yang konfirm menyusul ke Suzuki Ecstar. Kepastian ini disampaikan langsung secara resmi oleh Suzuki Racing lewat website resminya. Di Suzuki, Alex Rins langsung mendapat kontrak selama 2 tahun yakni untuk musim 2017-2018. Dengan ini semua sudah jelas sedulur... musim depan Alex akan bertandem dengan Andrea Iannone.

Davide Brivio selaku Manager tim Suzuki Ecstar mengungkapkan apresiasi positif atas bergabungnya Alex Rins di tim yang ditanganinya itu. Dirinya juga yakin dan sangat percaya diri bahwa kombinasi antara Alex Rins dan Andrea Iannone bakalan membuat tim Suzuki menjadi semakin kompetitif serta akan berkontribusi besar untuk pengembangan GSX-RR di masa mendatang.

"Alex Rins adalah pembalap muda luar biasa yang sangat berbakat. Sejak debutnya, dia sangat berjuang keras dan selalu bertengger di papan atas di kejuaraan dunia yang diikutinya, baik itu di kelas Moto3 maupun di Moto2. Karakter inilah yang menjadikannya seorang rider yang sangat kami inginkan untuk memperkuat tim kami di masa depan."  

"Dengan ditandemkannya pembalap berpengalaman seperti Andrea Iannone dan rider muda nan penuh bakat seperti Alex Rins, maka ini akan menjadi sebuah kombinasi yang sempurna bagi kami untuk menghadapi tantangan ke depan. Kami percaya, bersama dengan kolaborasi dari keduanya kami bisa lebih jauh mengembangan Suzuki GSX-RR sehingga bisa membuat tim yang lebih kuat dan mampu bersaing hingga di level tertinggi.." ujar manajer asal Italia tersebut. 

Namun Davide Brivio juga menekankan bahwa keputusan ini sangat tidak berpihak bagi Aleix Espargaro. Dirinya sangat bersimpati dan hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk Aleix di masa depan. "Tentu saja ini bukan hal yang mudah mengingat di balik keputusan ini kami harus mengorbankan Aleix Espargaro."

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Aleix atas semangat dan kerja kerasnya di tim sejak mulai bergabung dengan proyek kami dalam mengembangkan GSX-RR. Kami selalu mengharapkan yang terbaik untuknya di masa depan. Yang jelas untuk saat ini kami akan mendukung Aleix semaksimal mungkin demi meraih hasil terbaik setidaknya hingga musim ini berakhir."

Dengan ini maka sudah jelas sedulur... formasi tim Suzuki Ecstar di musim depan akan di isi duet Alex Rins dan Andrea Iannone. Praktis... Aleix Espargaro mau tidak mau harus merelakan dirinya tergusur dari tim. Sebelumnya tanda-tanda akan tergesernya Aleix sudah mulai nampak saat Suzuki terlihat enggan menyodorkan proposal perpanjangan kontrak. Bahkan ketika presscon sebelum MotoGP Catalunya, Aleix pernah terang-terangan menyatakan kekecewaannya kepada Suzuki yang dianggap tidak menghargainya. 

Nah sekarang tinggal kita tunggu saja ke tim manakah Aleix Espargaro akan berlabuh. Apakah benar akan ke Aprilia seperti yang sudah digosipkan sebelumnya..?? (Fantastito)

Tuesday, June 7, 2016

Marquez dan Rossi baikan, sebuah sikap "gentleman" yang patut dicontoh..!!


Sedulur sekalian, sebuah momen menarik tersaji pasca balapan MotoGP Ahad kemarin di sirkuit Catalunya. Yaap, sejak mulai berselisih gara-gara insiden di Sepang pada 25 Oktober 2015 lalu, untuk pertama kalinya Marc Marquez dan Valentino Rossi akhirnya berjabat tangan. Setelah race, saat para rider peraih podium sedang merayakan kemenangan dengan para kru tim masing-masing, di situlah momen unik terjadi. Berjalan menghampiri rivalnya, Rossi yang masih mengenakan helm menjulurkan tangannya pada Marc. Dengan sedikit terkejut, Marc pun merespon positif menerima uluran tangan Vale dengan sebuah jabatan tangan. Senyum pun tak lupa diumbar keduanya. Tentu saja hal ini bikin kru tim yang melihatnya terbengong-bengong. Akhirnya sedulur, perang dingin antara Marc dan Rossi resmi berakhir. Alhamdulillah...

Saat perayaan di podium pun, keduanya terlihat sudah mulai berkomunikasi. Bahkan saat sesi konferensi pers dengan media, nampak sudah tidak ada lagi hawa ketegangan. Menjawab pertanyaan dari seorang jurnalis apakah setelah balapan ini dirinya bisa memperbaiki hubungan dengan Marc, terdiam sejenak dan sedikit tertahan, Rossi menjawab singkat, "yaa". Suasana benar-benar mencair setelah Marc merespon jawaban Rossi, tersenyum menepuk pundaknya sambil berkata "Okee", yang disambut tepuk tangan dari seluruh jurnalis. Sebuah peristiwa yang tentunya membuat lega kita semua sebagai penikmat MotoGP.

Kalau sedulur sekalian selalu mengikuti perkembangan MotoGP, sedulur pasti tahu betapa panasnya tensi persaingan antara Rossi dan Lorenzo saat sedang memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2015 lalu. Awal mula ketegangan di mulai ketika Rossi secara mengejutkan menuding Marc sengaja memperlambat kecepatan motor guna menghambat dirinya saat balapan di Philip Island. Puncaknya saat Rossi "diduga" menendang Marc saat duel head to head di race Sepang Malaysia yang menyebabkan Marc ndlosor, meskipun sampai saat ini belum terbukti pasti apakah Rossi benar-benar menendang Marc atau tidak.

Praktis, sejak saat itu keduanya resmi "musuhan". Suasana perang dingin antara Marc dan Rossi sangat kental terasa saat pergelaran MotoGP musim 2016 ini. Baik saat race, konferensi pers, sampai selebrasi di Podium, keduanya terlihat tidak pernah mau saling menyapa. Jika dihitung, sudah ada sekitar 7 bulan lamanya mereka berselisih hingga akhirnya di race Catalunya Ahad lalu Rossi inisiatif melupakan segala perselisihan dengan Marquez, dengan ditandai jabatan tangan antar keduanya.

Sebenarnya, bukan masalah jabatan tangan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang penting, melainkan sikap gentleman dan fair play antar keduanya yang harus mendapat respek dan patut kita acungi jempol. Sebab, tidak mudah untuk menyingkirkan ego, mengalah serta inisiatif mengajak berbaikan kemudian memaafkan segala kejadian di masa lalu yang mungkin saja menimbulkan rasa dendam. Apalagi ini terjadi di sebuah ajang balapan roda dua paling elit di dunia sekelas MotoGP yang tentu saja membutuhkan sikap profesional yang tinggi dari tiap pembalapnya.

So, selamat buat Valentino Rossi dan Marc Marquez. Selain karena sudah menampilkan pertarungan berkelas yang mengagumkan di atas sirkuit, mereka juga sudah mencontohkan sikap gentleman yang patut dicontoh kita semua. Semoga hubungan baik mereka terus bertahan sampai seterusnya. Permusuhan harusnya hanya ada di atas arena olahraga, di luar itu, kita semua adalah seorang manusia yang harus menjaga hubungan baik antar sesamanya. Iya nggak sedulur..?? (Fantastito)

Sunday, June 5, 2016

Rossi juara MotoGP Catalunya 2016, disusul Marquez ke 2... Lorenzo crash..!!


Sedulur sekalian, Rossi sukses meraih kemenangan penting di MotoGP Catalunya 2016 hari Ahad ini. Meskipun start dari posisi 5, Vale sukses mengatasi perlawanan para pembalap top Spanyol yang notabene berstatus sebagai tuan rumah, termasuk duel head to head-nya dengan Marc Marquez. Kemenangan ini sekaligus membayar lunas kegagalan di race sebelumnya gara-gara insiden mleduknya YZR M1 milik Vale akibat kegagalan kinerja komponen mesin di race Mugello yang lalu.

Sementara Marc Marquez tampil tidak mengecewakan dengan finis di belakang Valentino Rossi. Di posisi 3 ada Dani Pedrosa serta Maveric Vinales yang meraih hasil positif di posisi 4. Lalu kemana Lorenzo..?? Apeess nemen sedulur.... doi crash berbarengan dengan Iannone, sehingga keduanya terpaksa tidak dapat melanjutkan kembali balapan.

Jalannya balapan Catalunya kali ini terbilang cukup seru. Sesuai dengan perkiraan awal, perubahan layout tikungan sirkuit di T10 dan T12 membuat hasil yang cukup baik buat Honda. Untungnya, Valentino Rossi tetap tampil gemilang dengan meraih kemenangan. Di awal start seperti biasa Jorge Lorenzo langsung mengambil alih posisi pemimpin romongan terdepan dengan "ngepush" berusaha ngibrit secepat mungkin untuk menjauh dari kejaran lawan-lawannya, disusul Marquez, Pedrosa, Iannone, serta Vinales. 

Rossi yang sempat melorot ke posisi 8 saat awal start, langsung merespon dengan mengejar satu per satu lawan di depannya. Di race Catalunya ini, Rossi seperti ingin membuktikan bahwa dirinya masih belum habis. Hanya dalam beberapa lap sejak start, Rossi sudah overtake Pedrosa dan Marquez, dan terus mengintai Lorenzo di posisi terdepan. Sementara itu Vinales yang berada di pos ke 5 terus mengancam Pedrosa di depannya. Beberapa kali Pedrosa bahkan hampir di overtake Vinales. Sayangnya, Vinales kerap melebar di tikungan sehingga usahanya selalu gagal.

Di lap ke 7, Rossi akhirnya berhasil meraih posisi terdepan setelah overtake Lorenzo. Di sinilah awal kejatuhan dari Lorenzo. Entah kenapa setelah disalip Vale, Jorge seperti kehilangan performanya. Dalam beberapa lap saja, berturut-turut Jorge diovertake dengan mudah oleh para rider dibelakangnya tanpa bisa melakukan perlawanan berarti. Dimulai dari Marquez, kemudian Pedrosa, bahkan hingga Vinales akhirnya berhasil membuat Lorenzo melorot ke posisi 5. Praktis setelah Rossi meraih posisi terdepan berbarengan ngedropnya Lorenzo ke posisi 5, jalannya balapan tampak lebih stabil dengan posisi barisan terdepan adalah Rossi, Marquez, Pedrosa, Vinales, serta Lorenzo.

Tidak cukup sampai situ. Karena terus ngedrop, bahkan Andrea Iannone yang tadinya jauh sekalipun kini berhasil nempel ketat Jorge. Nah di sinilah nasib apes menghampiri Lorenzo. Pada lap 16 Iannone yang berusaha mengovertake Lorenzo di tikungan, terlihat dalam posisi yang kurang tepat dalam mengambil racing line. Alhasil, Lorenzo akhirnya ditubruk Iannone dari belakang yang mengakibatkan kedua rider ndlosor dan tak dapat melanjutkan balapan kembali. Weksss..!! Saking kesalnya Lorenzo terlihat sampai mencak-mencak. Fantastito nggak bisa banyangin betapa "mangkelnya" Lorenzo ke Iannone, apalagi mengingat posisi genting Lorenzo yang sedang dalam perburuan gelar juara dunia. Hingga artikel ini ditulis, Race Director MotoGP masih menginvestigasi insiden tersebut.

Di akhir race, Vale akhirnya berhasil memenangi balapan MotoGP Catalunya 2016, disusul Marquez ke 2 dan Pedrosa posisi 3. Performa Rossi pada balapan kali ini layak diacungi jempol sedulur. Pasalnya, hampir sepanjang balapan Rossi terus ditempel ketat Marc. Malah di 4 lap terakhir Marquez semakin mendekat dengan selisih kurang dari setengah detik. Pada duel head to head tersebut, Marquez bahkan sempat overtake Rossi di lap ke 23. Namun Rossi tetap menunjukan kelasnya dengan terus nempel Marc sampai akhirnya kembali overtake di lap berikutnya dan terus mempertahankan posisi terdepan hingga akhir balapan...luar biasaa..!!

Di sesi victory lap, tak lupa para rider memberikan tribute khusus untuk mendiang Luis Salom, begitu juga saat selebrasi juara di podium. Rossi, Marc, dan Pedrosa memakai kaus khusus serta meniadakan sesi semprot menyemprot sampanye sebagai bentuk penghormatan untuk Luis Salom.

Nah, ada satu kejadian yang paling menarik di race kali ini yakni saat Valentino Rossi bersalaman dengan Marquez, wooow..! Mungkin ini adalah pertanda bahwa ketegangan antara keduanya sudah mulai agak mencair. Sebelumnya, Marc dan Rossi memang terlihat seperti perang dingin semenjak insiden di Sepang tahun lalu. Tentunya sikap respect dari kedua pembalap top dunia tersebut layak kita acungi jempol. Sebab di tengah atmosfer kompetisi yang panas, mereka mampu menyingkirkan ego masing-masing dan tentunya tidak mudah melakukan hal itu. Mungkin karena momen datangnya bulan puasa kali yak..??   

Dengan hasil ini meskipun hanya finish di posisi ke 2, sudah cukup buat Marc Marquez untuk mengambil alih posisi pimpinan klasemen sementara MotoGP 2016 dengan torehan 125 poin. Sementara Lorenzo yang nihil poin, posisinya melorot ke peringkat 2 klasemen dengan 115 poin. Kini Lorenzo hanya unggul 12 angka dengan Valentino Rossi yang mendapat 103 poin di posisi 3. Tentunya dengan komposisi klasemen seperti ini, maka perebutan gelar juara akan semakin ketat. Wes pokoke Fantastito ora sabar ngenteni balapan-balapan selanjutnya yang makin seru..!! (Fantastito)

Marquez tercepat kualifikasi MotoGP Catalunya..!!


Sedulur sekalian, setelah beberapa kali di kesempatan sebelumnya gagal menjadi yang tercepat, akhirnya kali ini Marc Marquez kembali berhasil menyabet pole position di sesi kualifikasi MotoGP Catalunya, Barcelona. Marc menorehkan waktu tercepat yakni 1 menit 43.589 detik, nyaris setengah detik lebih cepat dari Jorge Lorenzo yang nempel di posisi ke 2. Tentu saja hasil ini cukup menggembirakan buat Honda mengingat akhir-akhir ini prototipe RC213V andalan mereka sedang mengalami beberapa masalah.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan raihan waktu terbaiknya 1 menit 43.589 detik, Jorge Lorenzo kali ini harus puas berada di tempat kedua. Namun setidaknya hasil ini harus disyukuri karena masih bisa mengamankan tempat start dari row terdepan. Dengan strategi langsung "ngepush" meninggalkan lawan-lawannya sejak awal plus performa yang cukup gemilang di beberapa race terakhir, peluang Jorge untuk menang di race kali ini bisa dibilang cukup terbuka lebar.

Penampilan Dani Pedrosa di sesi kualifikasi ini juga cukup bagus dengan meraih posisi ke 3, dengan catatan waktu 1 menit 44.307 detik. Hasil ini juga cukup membuat Repsol Honda bisa bernapas lega mengingat baik Marc maupun Dani tampil kurang maksimal di awal-awal sesi latihan bebas. 

Seperti biasa, Valentino Rossi kembali meraih hasil kurang memuaskan di sesi kualifikasi. Pasalnya, Vale hanya mampu meraih posisi tercepat ke 5. Entah apa penyebabnya Vale sering meraih hasil kurang maksimal saat sesi kualifikasi. Begitu juga dengan Maverick Vinales yang hanya mampu meraih posisi ke 6, di bawah Rossi. Padahal dari 4 kali sesi latihan bebas digelar, pembalap muda yang tahun depan akan gabung Yamaha Movistar tersebut meraih hasil cukup bagus, bahkan sempat menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas pertama dan ketiga.

Sedangkan kejutan kali ini datang dari pembalap Hector Barbera sedulur. Rider dari tim Avintia Racing Ducati ini sukses meraih posisi ke 4, mengungguli Rossi dan Vinales. Pencapaian Barbera memang patut diacungi jempol, pasalnya doi mesti bersusah payah melewati kualifikasi dari tahap pertama terlebih dahulu. 

Nah, pertarungan di race Catalunya nanti diharapkan bisa menyajikan balapan yang ketat dan seru. Pasalnya, layout sirkuit Catalunya di beberapa sektor baru saja dirubah. Dengan ubahan salah satu sektor sirkuit, tentunya akan sedikit merubah strategi setingan motor tiap rider. Selain itu, tentu saja rider harus menyesuaikan gaya balapan mereka dengan racing line dari sirkuit yang sudah direvisi, sehingga hasil dari balapan mungkin bisa saja diluar dugaan. 

Kalau Fantastito lihat, kemungkinan karena perubahan salah satu sektor sirkuit inilah yang menyebabkan Honda bisa tampil bagus di sesi kualifikasi. Contohnya Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang awalnya kesulitan di awal-awal sesi latihan bebas, namun begitu sirkuit sudah direvisi mereka akhirnya mampu mengamankan posisi start dari row pertama saat race nanti. Mungkin faktornya adalah layout sirkuit Catalunya versi revisi disinyalir cocok dengan karakter RC213V,

Perubahan desain sirkuit Catalunya sendiri dilakukan secara darurat karena alasan safety akibat insiden tragis yang menyebabkan meninggalnya salah satu pembalap berbakat Moto2 Luis Salom yang mengalami crash fatal saat menjalani latihan bebas. Di artikel ini pula Fantastito mengucapkan rasa turut berduka cita atas meninggalnya Luis Salom. Dari informasi beberapa media online, penyebab kematiannya adalah karena benturan keras antara kepala sang pembalap dengan tangki motornya sendiri saat sedang posisi jatuh di kecepatan 120 km/jam... ckckck ngilu benget ya rasanya sedulur sekalian. Semoga keluarga, kerabat, dan teman-temannya diberi kesabaran atas musibah ini.(Fantastito)

Hasil kualifikasi Q2 MotoGP Catalunya

1   Marc MARQUEZ  Repsol Honda Team
2   Jorge LORENZO  Movistar Yamaha MotoGP
3   Dani PEDROSA SPA  Repsol Honda Team
4   Hector BARBERA  Avintia Racing Ducati
5   Valentino ROSSI  Movistar Yamaha MotoGP
6   Maverick VIƑALES  Team SUZUKI ECSTAR
7   Cal CRUTCHLOW  LCR Honda
8   Andrea IANNONE  Ducati Team
9   Danilo PETRUCCI  OCTO Pramac Yakhnich
10 Andrea DOVIZIOSO  Ducati Team
11 Scott REDDING  OCTO Pramac Yakhnich
12 Pol ESPARGARO  Monster Yamaha Tech 3

Sunday, May 15, 2016

HRC berniat ubah aturan pembekuan mesin di MotoGP..??


Sedulur sekalian, di musim balap MotoGP 2016 ini HRC (Honda Racing Corporation) nampaknya sedikit mengalami kesulitan. HRC yang begitu dominan dengan RC213V-nya di dua musim beruntun 2013-2014 melalui rider muda andalan Marc Marquez, kini sepertinya sedang mengalami beberapa problem, terutama pada performa Honda RC213V yang belakangan ini juga sempat dikeluhkan Marc Marquez.

Semenjak aturan MotoGP yang mewajibkan seluruh peserta menggunakan unified software dari DORNA, performa RC213V musim ini bisa dibilang kurang begitu memuaskan. Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa HRC lewat salah satu petinggi mereka Livio Suppo, menginginkan aturan mengenai pembekuan mesin saat musim balap berjalan agar diamandemen lagi. Menurut informasi yang Fantastito dapat dari TMCBlog, disinyalir HRC berniat membawa masalah ini ke meja MSMA (Motorcycle Sports Manufacturers' Association). 

Seperti kita tahu, Honda bersama Yamaha dan Ducati adalah tim peserta MotoGP yang berstatus sebagai tim tanpa konsesi. Salah satu aturan penting yang dimiliki sebuah tim non konsesi yaitu setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan 7 mesin per rider per musim, dimana sejak race pertama di Losail Qatar mesin harus disegel sebagai tanda bahwa pengembangan mesin saat musim sedang berjalan adalah dilarang.

Nah Livio Suppo mewakili HRC ini ternyata meminta adanya kelonggaran agar tim yang berstatus non konsesi diperbolehkan untuk mengupgrade/mengkostumisasi mesin setidaknya satu kali saat musim sedang berjalan. Salah satu yang mendasari keinginan mereka adalah problem keterbatasan waktu yang dimiliki Honda dalam pengetesan mesin baru mereka. 

Jika melihat performa mesin Honda RC213V yang begitu liar dan sulit untuk dikendalikan, wajar saja jika HRC menginginkan aturan pembekuan mesin untuk diamandemen lagi. Gejolak mesin RC213V yang begitu liar ini sebetulnya sudah ada semenjak musim 2015 lalu, dimana memang hanya Marc Marquez yang bisa mengendalikannya, itupun harus dengan beberapa kali mengalami crash pada awal musim balapan. Padahal saat itu software yang digunakan masih buatan HRC sendiri

Musim 2016 ini masalah mesin RC213V semakin pelik dengan diwajibkannya penggunaan unified software buatan Magneti Marelli. Sekedar info, pada unified software ini tidak ada lagi yang namanya mode adaptive control, dimana untuk setingan wheelie control, engine brake, serta traction control harus dilakukan secara manual melalui control button yang ada pada dashboard motor. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan software inhouse buatan HRC yang mana setingan elektronik pada motor dilakukan secara otomatis oleh sensor-sensor berdasarkan kondisi motor saat sedang race. Penjelasannya mumet ya..?? sama.. Fantastito juga mumet ekekekek.

Konsekuensinya apa..?? Tentu saja dengan setingan manual 3 parameter utama yang tadi disebutkan yaitu wheelie control, engine brake, traction control, menjadikan para pembalap tidak bisa lagi gegabah asal nge-push tunggangan mereka saat balapan karena sekarang motor balap yang mereka pakai tidak akan otomatis merubah parameter setingan dikarenakan mode adaptive control yang sudah tiada. 

Impact yang paling parah tentu saja di alami Honda RC213V karena mesin liarnya kini sudah tidak bisa lagi dikendalikan dengan mudah. Bahkan akhirnya HRC mengalah dengan menurunkan power sang kuda besi dengan harapan mesin menjadi lebih jinak. Hasilnya..?? Negatif sedulur. Dua kekuatan utama RC213V yaitu top speed yang tinggi di lintasan lurus serta akselerasi di tikungan seperti menguap begitu saja. Bahkan Yamaha M1 yang biasanya lebih inferior, kini lebih unggul soal top speed dibanding RC213V. 

Namun, karena musim ini sudah kadung berjalan, rasanya tidak memungkinkan bagi HRC untuk segera merubah aturan pembekuan mesin ini, mengingat usulan perubahan regulasi biasanya baru di bahas setelah usai musim berjalan. Jika memang regulasi harus segera dijalankan, itupun biasanya karena ada hubungannya dengan masalah safety yang sifatnya darurat. Yang jelas, saat ini yang bisa dilakukan HRC terhadap RC213V hanyalah memaksimalkan potensi software yang belum optimal serta otak atik setingan yang memang tidak ada dalam klausul pembekuan.  

So..apakah HRC yang selama ini dikenal punya pengaruh kuat di penyelenggaraan MotoGP berhasil memuluskan keinginan mereka untuk mengamandemen aturan pembekuan mesin ini..?? Kita lihat saja nanti sedulur.. (Fantastito)

Saturday, May 14, 2016

Unofficial : Maverick Vinales akhirnya gabung ke Yamaha..!!


Teka teki dan tanda tanya mengenai rumor masa depan Maverick Vinales di Suzuki akhirnya terkuak sudah sedulur. Setelah sebelumnya bimbang terhadap dua pilihan yang dilematis antara bertahan dan tidak, doi akhirnya memantapkan keputusan untuk hengkang dari Suzuki untuk kemudian gabung ke blue team Movistar Yamaha, menjadi tandem Valentino Rossi. Bahkan hal ini telah dikonfirmasi melalui bocoran salah satu pejabat tinggi YIMM bapak Abidin.

Melalui Cycle World, Vinales mengaku sangat sulit untuk menolak pinangan dari Yamaha. Apalagi di tim Yamaha nanti dia akan menjadi partner Valentino Rossi. Ya, kehadiran Valentino Rossi di Yamaha mungkin menjadi salah satu alasan doi akhirnya bersedia menerima tawaran besar tersebut. Sebab dengan adanya Rossi, Vinales sangat berharap bisa mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran dari sang legenda MotoGP itu.

Selain itu, Vinales juga mengungkapkan bahwa dengan bergabung ke tim besar seperti Yamaha maka peluangnya untuk merengkuh gelar juara dunia MotoGP sangat terbuka lebar. Sebab nantinya dia akan mendapatkan Yamaha YZR M1, sebuah motor yang saat ini bisa dikatakan paling kompetitif. Meskipun begitu, doi sebenarnya merasa akan lebih luar biasa jika mampu berkembang dari bawah bersama Suzuki dan meraih kemenangan. Tapi dengan pertimbangan lebih melihat hasil akhir serta target gelar juara dunia, maka menurutnya bergabung dengan Yamaha adalah langkah yang paling realistis.

Sementara itu, keputusan final mengenai kesepakatan kepindahan Vinales akan dipublikasikan secara resmi pada hari Kamis, 19 Mei mendatang sebelum pelaksanaan race MotoGP di Mugello Italia. Pembalap muda 21 tahun asal Spanyol ini juga dijadwalkan akan melakukan konferensi pers sebelum pelaksanaan balapan guna mengkonfirmasi kesepakatannya dengan Yamaha. Kabarnya Vinales dikontrak Yamaha selama 2 tahun, yakni musim 2017 dan 2018.

Sebelumnya, kabar mengenai kepastian karir balap Maverick Vinales di Ecstar Suzuki seperti nampak simpang siur sedulur. Di satu sisi dia diberitakan merasa bimbang nan ragu menjurus ingin hengkang. Kemudian di sisi yang lain muncul lagi gosip bahwa Maverick tetap bertahan karena berhasil meraih podium bersama Suzuki. Bahkan sempat dikabarkan juga negosiasi dengan Yamaha gagal karena ketidaksepakatan nilai kontrak. Namun akhirnya ya tetep pindah juga.

Nah yang menarik adalah siapa yang nantinya bakalan menggantikan posisi Maverick Vinales di tim Ecstar Suzuki..?? Prediksi Fantastito sih kandidat kuatnya adalah duo Andrea Iannone dan Dovizioso yang saat ini memperkuat Ducati. Kenapa? Kita tahu bahwa di musim 2017 mendatang Ducati bakalan kedatangan Jorge Lorenzo, apalagi dia diprediksi akan menjadi rider nomor satu tim. Jadi, salah satu dari duo Andrea sudah pasti akan ada yang ditendang keluar oleh tim Bologna tersebut. Nah kemungkinan rider tersisih dari Ducati inilah yang bisa jadi akan ditampung oleh Suzuki.

Sepertinya benar apa yang diprediksikan oleh Blogger senior kita wak haji Taufik melalui blognya TMCBlog, bahwa ternyata kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati akan membawa efek domino perpindahan rider antar tim seperti ini. Kita lihat saja nanti perkembangan info selanjutnya sedulur. (Fantastito)

Sunday, May 8, 2016

MotoGP Le Mans 2016 Lorenzo untouchable..!! Suzuki akhirnya podium..!!


Jorge Lorenzo tampil begitu luar biasa dengan menjadi yang tercepat di race Le Mans, Perancis. Seperti biasa, semenjak mulai start Lorenzo langsung tancap gas agar bisa langsung menjauh dari kejaran lawan. Dan hasilnya, doi sama sekali tidak tersentuh oleh pembalap lain hingga akhirnya finis tercepat di Perancis, unggul hingga lebih dari 10 detik dari Valentino Rossi yang menguntit di posisi ke 2. Sepertinya Jorge mampu mempertahankan performa gemilangnya seperti saat di kualifikasi, jozz..!!

Yang mengejutkan di race kali ini adalah Valentino Rossi. Meskipun harus start dari posisi 7, Vale tetap tampil gemilang dengan meraih posisi runner-up. Sebelumnya dari sesi latihan bebas hingga kualifikasi, Vale selalu terseok-seok tampil tidak meyakinkan. Bahkan saat sesi warm up sekalipun doi terlihat masih belum bisa menemukan form terbaiknya.

Sepertinya prediksi Fantastito tentang kemungkinan Vale bakalan membuat kejutan di race Le Mans terbukti benar. Sempat tercecer di posisi 9 saat awal balapan, Vale pelan-pelan mulai melewati satu per satu para rider di depannya. Puncaknya, saat lap 13 Rossi berhasil overtake Marquez dan Dovizioso di lap berikutnya, guna meraih tempat ke 2 dan mempertahankan posisinya hingga balapan usai. Usaha Rossi sendiri cukup terbantu dengan jatuhnya Andrea Iannone di lap ke 7, yang mana saat itu Iannone masih jauh di depan Rossi.

Yang mengecewakan tentu saja Marc Marquez dan Dovizioso. Setelah disalip Rossi, terlihat mereka begitu ngotot ngepush hingga limit kemampuan motor. Bahkan akhirnya Marc ndlosor tepat berbarengan dengan Dovizioso yang berada di depannya. Menurut bung Matteo Guerinoni saat mengomentari jalannya balapan di live MotoGP Trans7, Marquez dan Dovi terlalu memaksa mengikuti pace dari Valentino Rossi. Kemungkinan tujuannya agar bisa terus nempel dan tidak tertinggal dengan Vale. Untungnya Marc tetap bisa melanjutkan balapan meskipun akhirnya hanya finis di posisi 13.

Selain kegemilangan duet Yamaha Lorenzo - Rossi serta kegagalan Marc dan duo Ducati, yang menggemberikan tentu saja Suzuki. Untuk pertama kalinya sejak terjun kembali di MotoGP, mereka akhirnya berhasil meraih podium pertamanya lewat rider muda andalan, Maverick Vinales. Meskipun raihan ini dicapai berkat banyaknya rider di posisi depannya yang jatuh, tetap saja prestasi ini layak untuk disyukuri. Sebelumnya, terakhir kali Suzuki meraih podium MotoGP adalah saat di race Brno, Rep. Ceko, tahun 2010 yang lalu. 

Tentunya pencapaian ini menjadi berkah tersendiri sekaligus modal berharga buat Suzuki guna meyakinkan Vinales agar tetap bertahan di timnya. Seperti yang kita tahu, belakangan ini Vinales santer digosipkan akan meninggalkan Suzuki guna bergabung ke Yamaha, menggantikan Jorge Lorenzo yang tahun depan hengkang ke Ducati. Tentunya dengan hasil ini semakin membuktikan bahwa progres Maverick sangat berimplikasi positif dengan pengembangan Suzuki GSX-RR.

Atas hasil ini, untuk sementara Lorenzo berhasil memimpin perolehan poin klasemen sementara MotoGP 2016 dengan torehan 90 poin. Sementara buat Marc, dengan kegagalan meraih podium dan hanya finis ke 13 di akhir balapan, membuatnya hanya meraih 3 poin dan kini harus rela tergusur oleh Lorenzo dari puncak klasemen dengan 85 poin. Sedangkan Rossi terus menempel di posisi ke 3 dengan 78 poin, tertinggal 12 angka dari Lorenzo. 

Dengan perolehan poin di klasemen yang cukup ketat antar rider papan atas, tentunya persaingan merebut gelar juara dunia diharapkan kedepannya bakal semakin sengit dan seru. Kita tunggu saja sedulur..!! (Fantastito)

Saturday, May 7, 2016

Kualifikasi MotoGP Le Mans 2016, Lorenzo pecahkan Rekor...!!


MotoGP Le Mans akhirnya sudah menyelesaikan tahap kualifikasi sedulur, dan hasilnya Lorenzo berhasil menyabet pole position di race yang akan berlangsung Ahad besok. Doi bahkan tampil secara luar biasa dengan memecahkan rekor lap time sirkuit Le Mans, mantaap..!!

Dengan torehan lap time 1 menit 31.975 detik, Lorenzo sukses mengalahkan rekor lap time 1 menit 32.042 detik milik Marc Marquez tahun 2015 lalu. Nampaknya ini Jorge benar-benar berusaha keras mempertahankan gelar juara dunia-nya, sekaligus mempersembahkan kado perpisahan terindah buat Yamaha sebelum dirinya pergi ke Ducati tahun depan.

Gimana posisi di bawahnya..?? Marc Marquez harus puas hanya nempel di posisi ke 2 dengan raihan lap time 1 menit 32.416 detik, alias lebih lambat 0.441 detik dari Jorge. Meskipun masih bisa menempati runner-up, tapi sepertinya si baby alien masih mengalami beberapa masalah pada tunggangannya. Di sesi kualifikasi ke 3, Marc bahkan hanya mampu menggapai posisi 4 dan gagal mengimbangi kecepatan Yamaha serta Ducati. 

Salah satu kendala yang dikeluhkannya yaitu masalah kurangnya akselerasi pada RC213V. Disinyalir penyebabnya karena diduga power sang prototipe dikurangi dengan tujuan motor lebih gampang dikendalikan, mengingat saat ini perangkat elektronik unified software dari DORNA yang dibenamkan secara performa levelnya masih dibawah software buatan HRC. Konsekuensi negatifnya..?? jelas sedulur, top speed dan akselerasi RC213V kini menurun drastis, bahkan kalah dari M1..!!

Lain cerita dengan Ducati. Pabrikan Bologna setidaknya meraih hasil yang cukup memuaskan dengan nangkring di posisi ke 3 lewat salah satu rider andalan, Andrea Iannone. Kemungkinan racikan winglet mereka menjadi sumbangsih performa mesin desmo Ducati yang semakin jozz.

Selain performa gemilang Jorge Lorenzo yang berhasil memecahkan rekor sirkuit Le Mans, yang paling menarik perhatian Fantastito ini adalah Valentino Rossi yang kali ini terpuruk di posisi ke 7. Entah kenapa dari 3 kali latihan bebas hingga kualifikasi, Rossi terlihat selalu kesulitan dan hanya bisa meraih hasil paling maksimal tercepat ke 5 di sesi latihan bebas pertama. Bahkan sang legenda sempat terjerembab ke posisi 10 di sesi latihan bebas ke 2. Tentunya dengan performa seperti ini, race nanti diyakini akan menjadi ujian berat buat Valentino. Usia mempengaruhi performa mungkin..??

Di race MotoGP Le Mans pada Ahad nanti, Fantastito berharap jalannya balapan akan berlangsung seru, jangan sampai kayak di Jerez kemaren, balapan tapi kayak turing bikin ngantuk. Apalagi faktanya kali ini tidak ada rider yang terlalu dominan menguasai di semua sesi latihan bebas. Walaupun Jorge gemilang di kualifikasi, setidaknya Marc Marquez, Iannone, bahkan Dani berpotensi bisa merepotkan. Rossi pun demikian. Terseok-seok di sesi latihan bebas maupun kualifikasi sama sekali bukan menjadi jaminan mutlak dia bakal terpuruk di balapan sesungguhnya, bahkan bisa saja Rossi membuat kejutan.

Nah kira-kira siapa rider jagoan sedulur di race nanti..?? (Fantastito)

Hasil lengkap kualifikasi MotoGP Le Mans 2016

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 31.975s
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 32.416s +0.441s
3. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 32.469s +0.494s
4. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 32.502s +0.527s
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 32.587s +0.612s
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 32.820s +0.845s
7. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 32.829s +0.854s
8. Maverick ViƱales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 32.933s +0.958s
9. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 32.963s +0.988s
10. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (GP15) 1m 33.102s +1.127s
11. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 33.109s +1.134s
12. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 33.115s +1.140s
13. Hector Barbera ESP Avintia Racing (GP14.2) 1m 33.291s  
14. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (GP15) 1m 33.310s  
15. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (GP14.2) 1m 33.360s  
16. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (GP14.2) 1m 34.003s  
17. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 34.003s  
18. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 34.049s  
19. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 34.333s  
20. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 34.348s  
21. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 34.455s

Sunday, May 1, 2016

Maverick Vinales, gabung ke Yamaha atau tetap di Suzuki..??


Sedulur sekalian, gonjang ganjing mengenai masa depan Lorenzo di Yamaha sudah jelas. Sang juara dunia MotoGP 2015 secara resmi dipastikan pindah ke tim Ducati mulai musim 2017 mendatang. Lalu apa hubungannya dengan Vinales...??

Kita tahu, kepindahan Lorenzo ke Ducati secara otomatis menyisakan satu slot kosong di tubuh Yamaha. Sebagai tim besar MotoGP, Yamaha mesti mencari pengganti pembalap yang minimal sepadan dengan Lorenzo. Dan dari beberapa kabar yang beredar, Yamaha dikatakan mempunyai ketertarikan pada Vinales yang saat ini membela Suzuki.

Sebagai pembalap yang baru menjalani musim kedua di MotoGP, kiprah pembalap muda berusia 21 tahun ini bisa dibilang cukup bagus walaupun tidak sefantastis Marc Marquez yang langsung menjadi juara dunia dengan menyandang predikat rokie di musim pertamanya. Vinales yang tahun lalu berhasil finis di urutan ke 12 klasemen akhir saat menjalani musim pertama di MotoGP,  jelas menyimpan potensi sebagai pembalap yang punya masa depan cerah. 

Progres positif terus ditunjukan di musim 2016 ini dengan 2 kali finis posisi ke 6 serta sekali posisi ke 4 dari total 4 race. Bahkan seharusnya doi berpeluang besar masuk podium andai tidak ndlosor saat balap di Argentina. Bandingkan dengan musim sebelumnya yang di 4 race pertama hanya sanggup berkutat di posisi 10 besar, membuktikan bahwa Vinales menunjukan peningkatan bersama Suzuki.

Dengan pencapaiannya tersebut, Maverick Vinales jelas menjadi daya tarik tersendiri karena dia mampu melakukannya dengan GSX-RR yang secara level bisa dibilang masih di bawah M1 dan RC213V, yang artinya dia punya kemampuan untuk berkembang dengan sangat baik. Atas prestasi inilah yang akhirnya membuat Yamaha tertarik untuk menjadikannya sebagai suksesor Jorge di Blue Team. Apalagi doi sendiri gosipnya masih dalam kondisi bimbang dan belum mantap memutuskan kepastian masa depannya bersama Suzuki. 

Bisa dibilang, menentukan keputusan antara bertahan di Suzuki atau gabung Ke Yamaha jelas bukan persoalan mudah. Jika tidak mempertimbangkan segala aspek dengan matang, bukan tidak mungkin kepindahannya ke Yamaha justru membuat karirnya tidak menjadi lebih baik. Ingat, Di Yamaha saat ini masih bercokol sang legendaris MotoGP Valentino Rossi yang sudah pasti akan berstatus pembalap nomor satu.  Jika nantinya Vinales akhirnya betul-betul pindah, maka bisa saja dia bakal berada di bawah bayang-bayang Vale. Sedangkan jika dia mau bertahan di Suzuki, maka posisi sebagai pembalap nomor satu tim bakal tetap disandangnya, dan tentu saja mendapat keistimewaan utama sebagai basis feedback dalam pengembangan GSX-RR.

Melihat kondisi yang ada, kemungkinan Vinales pindah ke Yamaha sangat besar. Meskipun saat ini dia sedang menjalani masa-masa yang bagus bersama Suzuki beserta proyek pengembangan GSX-RR, namun mengingat peluang menjadi juara dunia lebih besar jika bergabung Yamaha, maka hal tersebut mungkin bisa menggoyahkan "iman" sang young star.

Jadi pilih Yamaha atau Suzuki, Vinales..?? (Fantastito)

Rossi berikan trofi juara ke Lorenzo..??


Sebagai sosok pembalap yang punya sejarah banyak prestasi di MotoGP, ternyata Rossi juga dikenal sebagai sosok yang dermawan sedulur. Ya benar, Rossi memberi trofi juara yang dimenangkannya saat di Grand Prix Jerez lalu kepada Lorenzo. Tapi masa iya Rossi memberikan trofi juara ke sesama pembalap rekan satu tim sekaligus rivalnya itu..??

Jadi Lorenzo yang dimaksud bukan Jorge Lorenzo sang pembalap Movistar Yamaha yang musim depan akan pindah ke Ducati, melainkan seorang anak kecil yang kebetulan memiliki nama Lorenzo. Selidik punya selidik, ternyata Lorenzo ini sedang mengidap penyakit kanker dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit anak di Parma, Italia.

Ternyata ketua dari fans klub resmi Rossi, Flavio Fratesi adalah sosok yang berjasa menghadirkan trofi Juara Rossi untuk diberikan kepada Lorenzo. Flavio yang mengetahui bahwa Lorenzo kecil sangat mengidolai Rossi, meminta kepada sang idola The Doctor agar memberikan trofi juaranya jika nantinya dia juara di Jerez. "Jika Rossi juara di Jerez, aku akan memberikanmu trofi juaranya," ucap Flavio, seperti dilansir dari gazzetta.it. Selain memberikan trofi juara, The Doctor juga mengirimkan beberapa pernak-pernik merchandise miliknya seperti topi dan kaos yang sudah dibubuhi tanda tangan Rossi.

Wah menurut Fantastito, tindakan Rossi bakal semakin membuatnya dikagumi publik. Bisa jadi mungkin itu sebagai wujud rasa syukur atas kemenangan yang diraihnya dengan susah payah di balap Jerez sedulur. Ingat, Fantastito menyebut susah payah karena faktanya tidak mudah bagi Rossi untuk bisa bersaing dengan jajaran pembalap muda MotoGP saat ini mengingat usia Rossi yang sudah tidak muda lagi. Apalagi mengingat lawan-lawannya juga sesama juara dunia seperti Marc Marquez serta juara bertahan Jorge Lorenzo yang usianya jauh lebih muda, yang tentu saja semakin sulit dikalahkan. 

Kemenangan di Jerez merupakan kemenangan pertama buat Vale di motoGP musim 2016 ini, sekaligus kemenangan ke 87 di kelas primer. Sedangkan di seluruh kelas Grand Prix, ini menjadi kemenangan ke 113. Salut Vale..!! (Fantastito)
▲
Top