Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, March 9, 2017

Saatnya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Timur Tengah

Saatnya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Timur Tengah


Jumlah wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia masih berpeluang untuk ditingkatkan lagi.
Indonesia perlu terus mempromosikan dan membenahi obyek wisata untuk menarik wisatawan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Rabu (8/3/2017).
”Wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia cenderung naik seiring dengan promosi wisata halal,” kata Hariyadi.

Penerbangan langsung dari Dubai ke Denpasar juga ikut berkontribusi.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia pada 2016 sebesar 12,02 juta wisatawan yang didominasi wisatawan Singapura 1,47 juta wisatawan, China 1,45 juta wisatawan, Malaysia 1,225 juta wisatawan, dan Australia 1,198 juta wisatawan, sementara jumlah wisatawan Timur Tengah relatif masih sedikit.

Sebagai gambaran, pada 2016, jumlah wisatawan dari Arab Saudi sebanyak 186.654 orang, Mesir 14.325 orang, dan Uni Emirat Arab sebanyak 8.220 orang.

Hariyadi menilai, liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud di Bali dapat menjadi promosi bagi pariwisata di Indonesia.
”Tempat wisata di Indonesia terutama Bali benar-benar memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi wisatawan,” katanya. (FER)


Sumber : http://www.tribunnews.com/

Monday, February 13, 2017

Miris, Sabu yang Dibawa Polisi Nakal Berasal dari Penjara

Miris, Sabu yang Dibawa Polisi Nakal Berasal dari Penjara


Seorang polisi nakal di Riau, Aiptu AK diamankan petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena kedapatan membawa sabu. Polisi yang merupakan anggota Brimob Polda Riau itu ditangkap ketika mengantar seorang perwira polisi yang hendak terbang ke Jakarta.

Kejadian ini pada Sabtu 11 Februari petang itu berlangsung ketika pelaku mengantarkan perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi tersebut.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain membenarkan adanya oknum Brimob yang tertangkap tersebut. Dia menyatakan telah memerintahkan Kapolresta Pekanbaru untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Iya benar, sudah diproses secara transaparan oleh Polresta Pekanbaru," kata Zulkarnain saat dikonfirmasi, Minggu 12 Februari 2017. 

Zulkarnain juga sudah memerintahkan untuk memberikan unsur pemberatan dalam penyidikan. Sebab menurutnya, orang yang diamankan ini merupakan anggota polisi. Dia juga sudah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk memproses tegas polisi nakal tersebut.

"Saya mintakan Propam untuk proses, dipecat," tegas mantan Kapolda Maluku Utara ini.

Menurutnya, hukuman ini setimpal karena sebelumnya oknum dimaksud sudah beberapa kali mendapat teguran dan dinasihati supaya menjauhi narkoba.

Mirisnya lagi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo menambahkan, anggota Korps Bhayangkara itu mendapat sabu tersebut dari dalam seorang narapidana narkotika di Lapas Pekanbaru.

"Pengakuannya didapat dari narapidana di Lapas Pekanbaru. Ini masih dikembangkan," ujar Guntur.

Oknum dimaksud saat ini sudah ditahan di Mapolresta Pekanbaru untuk pengusutan lebih lanjut. Guntur menyebutkan, petugas juga sudah menggeledah kediaman tersangka di Jalan Ahmad Dahlan, Pekanbaru. Di sana ditemukan 1,1 gram sabu.

"Sebelumnya ketika diamankan di bandara, didapatkan barang bukti sabu seberat 1,82 gram," terang Guntur.

Guntur menjelaskan, kejadian ditangkapnya AK di bandara ini bermula ketika dia mengantarkan perwira dimaksud yang ingin ke Jakarta menggunakan pesawat. Dia ikut mengawal hingga ke gerbang pintu ruang tunggu keberangkatan.

"Saat tersangka melewati pintu X - ray, alarm berbunyi dan pihak keamanan bandara meminta pelaku mengeluarkan benda di dalam kantong. Tersangka kemudian mengeluarkan timbangan digital," katanya. 

Karena curiga, pihak bandara meminta pelaku untuk diperiksa seluruh badan. Pelaku menolak dan sempat terjadi ketegangan antara petugas bandara dan dia.

Diapun dipaksa digeledah dan ketika dicek kantong celana sebelah kiri ditemukan benda diduga sabu-sabu dalam bungkusan rokok.

Kemudian AK dibawa ke kantor AVSEC Bandara. Selanjutnya pihak AVSEC bandara menghubungi Wadansat Brimobda Riau, AKBP Abu Bakar Tertusi. Setelah dipastikan AK merupakan anggota Brimob, Polresta Pekanbaru menjemput si polisi nakal tersebut dan menyita barang bukti sabu yang ditemukan guna pengembangan lebih lanjut.

sumber: http://regional.liputan6.com

Dilarang Kampanye di Masa Tenang Pilkada

Dilarang Kampanye di Masa Tenang Pilkada


 Pilkada DKI 2017 memasuki tahap masa tenang pada 12, 13, dan 14 Februari 2017. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta meminta seluruh pasangan calon tidak berkampanye pada hari itu. Masyarakat juga diminta turut menciptakan suasana kondusif selama masa tenang hingga hari pemilihan berlangsung.


Pelarangan kampanye pada masa tenang juga berlaku di media sosial. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengimbau cagub-cawagub DKI Jakarta maupun relawannya agar menonaktifkan akun media sosial pada masa tersebut. Penonaktifan akun itu semata-mata untuk memberi kesempatan pada pemilih merenungkan pilihan di Pilkada DKI Jakarta.

Jika masih berkampanye pada masa tenang Pilkada DKI 2017, maka Bawaslu akan menindaklanjuti untuk meminta klarifikasi. Bahkan bila terbukti melanggar akan dikenakan sanksi pidana penjara atau denda.


Pilkada 2017 akan dilakukan serentak di 101 wilayah Indonesia. Pilkada tahun ini diduga berpotensi terjadi pelanggaran pada masa tenang. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai, akan terjadi peningkatan suhu politik di masa tenang.

"Pada akhir masa kampanye, masing-masing pasangan calon, pendukung, serta kelompok masyarakat, akan berusaha menunjukkan kekuatannya masing-masing. Daerah pilkada akan menghangat di akhir masa kampanye," ujar Masykurudin di Kompleks Bawaslu RI Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Masykurudin menambahkan, manuver pendukung pasangan calon juga dapat berpotensi menimbulkan pelanggaran Pilkada 2017.


info: http://news.liputan6.com

Thursday, February 9, 2017

Wiranto Kedatangan Kawan Lama, Rizieq Shihab...

Wiranto Kedatangan Kawan Lama, Rizieq Shihab...



JAKARTA, — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menerima kawan lama di rumah dinasnya, Jalan Denpasar Nomor C3/9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017) sore.

Kawan lama yang dimaksud ialah Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

"Tamu yang datang ke rumah saya ini teman-teman lama. Utamanya Habib Rizieq," ujar Wiranto seusai pertemuan.

Wiranto menyebut, dia dan Rizieq sudah menjalin persahabatan sejak sebelum reformasi 1998. Maka dari itu, pertemuan yang berlangsung nyaris 20 tahun kemudian ini merupakan momen yang sangat berharga.

"Pertemuan hari ini adalah kelanjutan silaturahim saya dengan Rizieq," ujar Wiranto.

Rizieq tidak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah tokoh di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir termasuk di dalamnya.

Datang sekitar pukul 15.30 WIB, Rizieq dan kawan-kawan memaparkan apa yang akan dilaksanakan mereka di pusat Jakarta pada 11 Februari 2017 mendatang.

Sembari sesekali minum teh manis hangat dan kue kering, Rizieq dan kawan-kawan menjelaskan kepada Wiranto bahwa GNPF-MUI tidak jadi menggelar long march pada empat hari menjelang Pilkada serentak itu.

Sejumlah ormas Islam itu mengarahkan massa mereka menggelar Shalat Subuh bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan tausiah.

Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, "Kami akan berdoa untuk negeri, lalu dilanjutkan tausiah yang menyejukkan hati."

(Baca: Aksi 11 Februari Diubah Jadi Zikir dan Tausiah di Masjid Istiqlal)

Rizieq menimpali, pihaknya tidak ingin niat baik massa Shalat Subuh untuk mendoakan negeri dimanfaatkan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang pada tanggal yang sama menggelar kampanye terakhir.

"Kami tidak mau terjebak dua pasangan calon ini," ujar dia.

Wiranto merasa bahwa penjelasan Rizieq dan kawan-kawan sangat jelas bahwa aksi itu merupakan aksi damai.

Ia mengakui bahwa ada pihak-pihak yang ingin membelokkan persepsi publik terhadap aksi itu sehingga menimbulkan miskomunikasi.

"Oleh karena itu, mudah-mudahan, tanggal 11 Februari yang isunya itu menakutkan masyarakat, sore ini kami tepis bersama. Tanggal 11 itu tetap bisa kita jalani dengan aman dan tertib," ujar Wiranto.

(Baca juga: Bahas Aksi 11 Februari, Tim Advokasi GNPF-MUI Temui Wiranto)

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Meski banyak wartawan, kehangatan perbincangan mereka tidak berkenan direkam kamera lantaran berlangsung tertutup.

Namun, Wiranto dan Rizieq serta tokoh gerakan Islam lain sempat bersalam-salaman sembari cium pipi kiri dan kanan.

Rizieq sendiri langsung bertolak dari kediaman Wiranto tanpa mau lagi diwawancarai awak media. Sementara itu, sang tuan rumah masuk ke dalam untuk melanjutkan aktivitasnya.

sumber : kompas.com

SBY Bertanya, Jokowi Menjawab...

SBY Bertanya, Jokowi Menjawab...


JAKARTA, — Beberapa waktu belakangan ini, kicauan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menarik perhatian publik.

Salah satunya, tweet SBY pada Senin (6/2/2017) lalu.

"Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*," demikian kicauan SBY.

Hal itu disampaikan SBY setelah mahasiswa yang menumpang 10 bus melakukan aksi unjuk rasa tak jauh dari kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kata-kata "Saya bertanya kepada Bapak Presiden dan Kapolri" pun ditiru para pengguna Twitter, dengan kalimat yang menggelitik. Bahkan, muncul tagar #SayaBertanya dan menjadi trending topic.

(Baca: Jokowi: Semua Bertanya kepada Presiden dan Kapolri, Saya Tanya Siapa?)

Presiden Joko Widodo tak ketinggalan menanggapi hal itu. Di sela blusukan di pusat perbelanjaan MCM di Kota Ambon, Rabu (8/2/2017) malam, Presiden menjawab pertanyaan SBY itu dengan guyon alias candaan.

"Sekarang semua jadi bertanya kepada Presiden dan Kapolri, iya kan? Banyak pertanyaan tentang segala soal. Lalu, saya sendiri bertanyanya kepada siapa?" ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Ia kemudian mengatakan, "Itu tadi guyonan ya."

Meski demikian, menurut Jokowi, segala hal yang berurusan dengan kenegaraan alangkah baiknya dimusyawarahkan dan dibicarakan dalam forum tertutup.

Melalui cara itu, ia yakin pembicaraan dapat lebih produktif dan memberi solusi.

"Saya kira akan lebih baik apabila semua hal yang berkaitan dengan negara itu dirembuk atau dibicarakan dalam forum tertutup untuk kemudian dicarikan solusi dan disampaikan ke masyarakat, saya kira yang bagus seperti itu," ujar Jokowi.

Hal seperti yang diungkapkan Jokowi itu sudah pernah berlangsung sebelumnya.

Presiden Jokowi menerima permohonan audiensi dari Presiden ketiga RI, BJ Habibie, dan Wakil Presiden keenam RI, Try Sutrisno, di Istana Presiden, beberapa waktu lalu.

Permohonan audiensi dari kedua tokoh bangsa itu dilayangkan secara resmi ke Kementerian Sekretariat Negara.

Sementara itu, pada pernyataan persnya pekan lalu, SBY menyatakan keinginan besarnya bertemu Jokowi. Akan tetapi, menurut SBY, ada pihak yang melarang Jokowi bertemu dirinya. Pernyataan SBY ini telah dibantah Istana.

Kemungkinan pertemuan SBY dan Jokowi akan dijadwalkan setelah pelaksanaan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 15 Februari mendatang.

sumber : kompas.com

Friday, November 11, 2016

17.000 Pulau di Indonesia Persulit Layanan Alibaba

17.000 Pulau di Indonesia Persulit Layanan Alibaba


Ternyata, perusahaan e-commerce raksasa seperti Alibaba Group pun "pusing" untuk melayani Indonesia. Padahal, Alibaba beroperasi melalui Lazada.

Apa sebabnya?

Alibaba Group President Michael Evans mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya pasar potensial bagi Alibaba. Indonesia merupakan pasar besar dengan 250 juta penduduk.

Namun, penduduk Indonesia sangat beragam, serta memiliki karakteristik yang berbeda. Belum lagi, Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang membuat Alibaba "sulit" beroperasi di Indonesia.

"Pasar Indonesia itu sulit. Bukan secara politik sulit. Tetapi ada 17.000 pulau di Indonesia. Bagaimana mencapai konsumen di 17.000 pulau tersebut?" kata Evans, Jumat (11/11/2016) di Shenzen, China.

Menurut dia, kebanyakan produsen merek hanya tahu ada 250 juta penduduk di Indonesia sebagai potensi pasar. Tetapi bagaimana sebenarnya bisa mencapai mereka?

"Bahkan jika Anda sudah bisa menjangkau mereka melalui platform internet, juga belum diketahui apa yang jadi kebutuhan mereka," lanjut Evans.

Sekadar informasi, Alibaba hadir di Asia Tenggara melalui perusahaan e-commerce Lazada. Awal tahun ini Alibaba mengakuisisi Lazada dengan nilai penjualan 1 miliar dollar AS, yang jadi pembelian e-commerce terbesar saat ini.

Selain di Indonesia, Lazada beroperasi di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam.

Pasar Asia Tenggara ini diperkirakan Evans memiliki 600 juta populasi, di mana 300 juta di antaranya adalah kelas menengah.

"Menciptakan koneksi antara merek dengan konsumen di berbagai dunia menjadi strategi kami seiring pertumbuhan bisnis kami," kata Evans.

Strategi Global

Di luar Asia Tenggara, Alibaba juga menyasar pertumbuhan di Rusia, Brasil, India.

Menurut Evans, pada tahun ini perusahaan menargetkan mendapatkan dua miliar konsumen di seluruh dunia. "Sebanyak 1,5 miliar diperkirakan berasal dari Asia Tenggara, India, Rusia dan Brasil," kata dia.

"Kami tidak hanya ingin menjadi pintu masuk baik di China, Asia Tenggara atau India. Kami ingin jadi pintu masuk bagi konsumen di seluruh dunia yang ingin beli produk bermerek, produk ritel, hingga produk untuk UKM," pungkas Evans. 

Penulis : Aprillia Ika
Editor : M Fajar Marta
Via           : kompas.com

Wednesday, October 26, 2016

Ini Reaksi Marquez Setelah Mencicipi Bakso

Ini Reaksi Marquez Setelah Mencicipi Bakso

 Pebalap MotoGP yang membela tim Repsol Honda, Marc Marquez, mencicipi bakso di sela acara jumpa konsumen di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).

Pebalap MotoGP yang membela tim Repsol Honda, Marc Marquez, mencicipi bakso di sela acara jumpa konsumen di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).
Sentul, Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, seketika meminum air putih kemasan yang digenggamnya setelah mencicipi bakso.

Pebalab 23 tahun tersebut diminta mencoba makan bakso saat menghadiri acara meet and greet dengan konsumen Honda di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).

Marquez mengaku tidak bisa menahan rasa pedas yang mendadak melekat di lidahnya seusai mencicipi bakso.

"Baksonya enak, tetapi rasanya sedikit pedas," ujar Marquez yang disambut gelak tawa para konsumen Honda.

Sebagai warga negara Spanyol, Marquez tentu tidak akrab dengan rasa masakan Indonesia yang kental dengan aroma rempah-rempah.

Namun, Marquez tetap antusias menjajal berbagai masakan khas Nusantara. Juara dunia MotoGP 2016 itu juga sempat mencoba sate ayam.
 Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, berpose bersama para petinggi Astra Honda Motor dan Repsol Honda dalam acara meet and greet dengan para penggemar di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).

Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, berpose bersama para petinggi Astra Honda Motor dan Repsol Honda dalam acara meet and greet dengan para penggemar di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016).
Marquez berada di Indonesia untuk menjalani rangkaian acara meet and greet. Dia juga melakukan shooting iklan untuk produk terbaru Honda yaitu All New Honda CBR250RR, bersama pebalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama.

Di antara dua kegiatan tersebut, Marquez juga menghadiri sesi coaching clinic untuk para pebalap muda Astra Honda Racing School.
Marquez juga mengelilingi Sirkuit Sentul dengan All New Honda CBR250RR yang merupakan seri motor terbaru Honda produksi Indonesia. (Diya Farida) info dari  kompas.com

Editor : Pipit Puspita Rini
Sumber : JUARA,


Saturday, October 8, 2016

Ditemani Maia Estianty, Ahok Nobar Film Guru Bangsa Tjokroaminoto

Ditemani Maia Estianty, Ahok Nobar Film Guru Bangsa Tjokroaminoto

Ditemani Maia Estianty, Ahok Nobar Film Guru Bangsa Tjokroaminoto
Ditemani Maia Estianty, Ahok Nobar Film Guru Bangsa Tjokroaminoto
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menggelar nonton bareng atau nobar film Indonesia. Kali ini Ahok mengajak para siswa SMP menonton film Guru Bangsa Tjokroaminoto bersama para siswa SMP di Djakarta Theater, Jakarta pada Jumat malam.

Ternyata, Ahok juga ditemani salah satu cucu Tjokroaminoto yakni artis Maia Estianty. Ahok tampak akrab saat duduk bersebelahan dengan Maia.

"Nonton sejarah ini menarik. Bapak harap kalian bisa belajar banyak. Saya senang ngajak anak anak SMP nonton karena anak-anak bisa nikmati. Di sini bisa lihat ya pemimpin kita itu bisa menunjukkan membedakan agama dengan politik. Jadi seorang Tjokroaminoto itu Islam begitu taatnya, tapi dia bisa ngerti (perbedaan)," ujar Ahok di Djakarta Theater, Jumat (7/10/2016) malam.

Sementara itu, Maia pun mengaku senang atas apresiasi Ahok pada film Indonesia. Meski tak menjadi timses, secara tersirat Maia menyebut mendukung Ahok melalui sosial media dalam kontestasi Pilkada DKI 2017.

"Dengan tindakan sudah nampak (dukung Ahok). Kalau saya kan seniman, pasti netral. Tapi orang sudah pasti tahulah pilihan saya. Saya punya followers sekian juta di Instagram. Kira-kira kan dengan foto aja cukup," ujar Maia usai nobar.

info news.liputan6.com

Kembaran Mirna Sebut Jessica Berbahaya Jika Divonis Ringan

Kembaran Mirna Sebut Jessica Berbahaya Jika Divonis Ringan

Kembaran Mirna, Made Sandy Salihin mengaku masih terpukul atas kepergian Mirna PN Jakarta Pusat, Rabu (14/9). Sandy juga terus memantau proses persidangan kasus Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Kembaran Mirna, Made Sandy Salihin mengaku masih terpukul atas kepergian Mirna PN Jakarta Pusat, Rabu (14/9). Sandy juga terus memantau proses persidangan kasus Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Saudara kembar Wayan Mirna Salihin, Made Shandy Salihin, berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bersikap adil saat menjatuhkan vonis terhadap Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuh Mirna. 

"Cuma bisa berharap hakim jatuhkan seumur hidup, saya percaya hakim bijak dan adil. Pembunuh berdarah dingin tanpa penyesalan berbahaya jika hidup di luar penjara," ujar Shandy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Ia menjelaskan, tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) agar Jessica dihukum selama 20 tahun, bagi keluarga Mirna dinilai terlalu ringan dan belum memberikan rasa keadilan. Shandy pun menilai hukuman maksimal pantas diberikan kepada Jessica.

"Kami berharap seumur hidup, karena dia tidak ada rasa penyesalan dan tak mengakui atas perbuatannya serta tidak ada minta maaf," ujar dia.

Menurut ibu satu ini, dengan tuntutan yang ringan, dikhawatirkan Jessica berpotensi melakukan kejahatannya lagi di kemudian hari. Bahkan yang ditakutkan oleh Shandy, Jessica dapat membahayakan keluarganya bila bebas dari masa hukuman.

"Apalagi, sudah ada yang terinspirasi oleh Jessica meracuni pakai kopi bersianida. Itu kan sudah tidak benar, jadi di contoh sama semua orang bahaya bagi negara ini," jelas dia.

Selain itu, Shandy menilai pertimbangan Jessica harus menerima hukuman berat karena sikap Jessica yang tidak kooperatif di persidangan. Salah satu contoh, banyaknya keterangan berbeda yang disampaikan oleh Jessica. 

"Tapi pas ditanya lupa atau tidak ingat seperti amnesia. Namun, saat ditanya oleh lawyer-nya menjawab lancar sekali seperti sudah di setting oleh mereka dan saat ditanya JPU atau pak hakim dia tak bisa jawab dengan jelas, kebanyakan menjawab lupa atau tidak ingat," Sandy menandaskan.

Info dari news.liputan6.com

Top