Showing posts with label Yamaha. Show all posts
Showing posts with label Yamaha. Show all posts

Tuesday, August 2, 2016

Minim respon, recall Yamaha R25 dan MT25 baru jalan 20 persen...!! Ckckck...


Sedulur sekalian... proses sosialisasi dan kampanye recall Yamaha YZF-R25 dan MT25 terus berjalan. Sesuai pengumuman resmi dari YIMM, aktifitas recall memang sudah dimulai serentak sejak tanggal 12 Juli yang lalu di seluruh jaringan dealer R-Shop Yamaha. Namun hingga saat ini, nyatanya progres jalannya recall bisa dibilang agak kurang memuaskan sedulur. Pasalnya, dari sekian puluh ribu unit Yamaha YZF-R25 dan MT25, ternyata baru sekitar 20 persen-nya saja yang terdeteksi sudah melakukan penggantian komponen mesin. Waah... piye iki para owner R25 dan MT25...??

Mohammad Masykur, Asisstant General Manager YIMM sampai kembali mewanti-wanti kepada para owner sport 250 cc Yamaha tersebut agar segera datang ke dealer. ”Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap konsumen, kami kembali menginformasikan hal ini kepada konsumen YZF-R25 dan MT25 untuk mengingatkan mereka agar segera mengganti part yang dimaksud. Yamaha siap sedia memberikan pelayanan yang terbaik. Karenanya jangan ditunda lagi, segera datang ke dealer R-Shop Yamaha,” ujarnya seperti yang dilansir Kompas. Hmmmm... emang kayaknya konsumen mesti digembar gembor dulu ya biar pada mau ke dealer....

Sebelumnya YIMM sudah memberikan rincian detil 3 komponen utama yang harus diganti saat recall. Komponen tersebut yakni Pressure Plate Assy & Oil Pump Assy (berkenaan dengan kinerja mesin) serta Front Brake Hose (berkenaan dengan fungsi rem), lengkap beserta nomor rangka unit yang masuk lingkup recall. Namun, nampaknya kecenderungan konsumen di Indonesia ini masih belum terlalu menganggap penting perihal recall ini. Padahal seperti yang sudah kita ketahui, recall merupakan agenda super penting yang bersifat urgent dan harus dilaksanakan sesegera mungkin karena hal ini menyangkut keamanan unit tunggangan serta keselamatan ridernya....

Yuup... recall merupakan bukti komitmen dan kepedulian ATPM terhadap konsumen. Lha gimana enggak, wong tujuannya kan mengganti komponen mesin yang dianggap cacat dan punya potensi bahaya dengan suku cadang baru yang lebih kuat sehingga motor sampeyan dijamin tetap aman dipakai. Apalagi biaya penggantian komponen ini ditanggung seluruhnya oleh pabrikan alias gratis tanpa biaya sepeserpun. Wes kepenak toh..?? Opo maning coba sing kurang..?? Sampeyan ngeyel ora gelem recall..?? Siap-siap wae resiko bahaya ditanggung dewek. Makanya ayo buruan ke dealer, ojo kesuwen. (Fantastito)

Tuesday, July 12, 2016

Recall Yamaha R25 dan MT25 sudah mulai jalan di beberapa dealer....


Sedulur sekalian...hari Selasa tanggal 12 Juli 2016 merupakan hari yang sangat dinanti oleh seluruh owner Yamaha R25 dan MT25 di seluruh Indonesia. Yaa..beberapa waktu yang lalu YIMM resmi mengumumkan recall pada seluruh unit R25 dan MT25 yang diproduksi di Indonesia. Penyebab recall adalah adanya 3 komponen yang belakangan terdeteksi berpotensi menyebabkan kegagalan kinerja mesin sehingga sangat membahayakan keselamatan rider. Nah maka dari itu.... 

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap konsumennya, YIMM pun menjanjikan per 12 Juli 2016 recall serentak dilaksanakan di seluruh jaringan R-Shop Yamaha. Diketahui pula dari beberapa dealer memberlakukan persyaratan recall yakni pemilik R25 atau MT25 cukup menunjukan STNK maupun KTP dan unit pun bisa langsung dieksekusi. Nah mumpung saiki wes tanggal 12 Juli, mari kita intip sejauh mana progres recall sudah berjalan.....

Dari pantauan Fantastito melalui grup Facebook "Yamaha R25 Owners Indonesia" (YROI), memang terlihat aktifitas recall Yamaha R25 sudah mulai jalan di beberapa dealer. Salah satunya dari sedulur Harry Firmansyah dari Banjarmasin. Melalui thread-nya di grup tersebut doi mengaku pengerjaan penggantian part memakan waktu kurang lebih 1 jam.... Waah lumayan lama juga yaa....


Melipir ke Palangka Raya ibukotanya Kalimantan Tengah, ada sedulur Aguz yang juga sukses melaksanakan recall. Doi mengaku di dealer tempatnya melakukan recall memberlakukan persyaratan STNK. Fantastito sendiri belum mengetahui apakah tiap dealer R-Shop memberlakukan kebijakan yang sama. Tapi buat jaga-jaga biar nggak sampai bolak balik, mending sebelum ke dealer sampeyan siapkan dulu STNK dan KTP biar nanti seandainya diminta semua sudah siap....


Nah gimana kalau di Jawa..?? Harusnya sih progress sudah lebih maju dibanding luar Jawa. Namun ternyata ada salah satu owner R25 yang mengalami kendala yakni sedulur Hidayat dari Subang, Jawa Barat. Doi mengaku unit R25 miliknya ditolak recall salah satu dealer R-Shop di Subang. Menurut Hidayat, salah satu alasan penolakan adalah stok part yang tersedia lebih diprioritaskan untuk konsumen yang membeli R25 di dealer tersebut. 

Jika merujuk dari surat pemberitahuan di website resmi YIMM, harusnya sih recall bisa dilakukan di seluruh dealer R-Shop. Celakanya.... tidak hanya Hidayat. Dari diskusi thread-nya, ternyata banyak juga owner R25 lainnya yang mengalami nasib serupa. Weleeh.. pasti puyeng juga iki pemilik R25 yang bernasib demikian. Saran Fantastito kalau sampeyan mengalami masalah serupa mending langsung golek dealer liyane wae. Daripada ngenteni ora jelas babar blas.... kesuwen seduluur....

  
Selain problem di atas, ternyata masih ada beberapa kendala lain yakni kurang detailnya ketentuan dari pelaksanaan recall sehingga membuat beberapa konsumen kebingungan. Misalnya mengenai batas waktu terakhir recall. YIMM sendiri hanya memberi keterangan resmi bahwa recall dimulai serentak tanggal 12 Juli 2016 tanpa batas waktu tertentu. Masalah persyaratan recall juga patut mendapat sorotan, sebab YIMM juga tidak memberi keterangan apapun mengenai hal ini.... 

Tentu saja beberapa hal tersebut menimbulkan kebingungan bagi konsumen yang hendak recall. Untuk itu Fantastito sangat merekomendasikan bagi sedulur agar lebih dulu kroscek mengenai syarat dan ketentuan yang diberlakukan di dealer tujuan sebelum mengajukan recall. Hal ini dilakukan tentunya sebagai langkah antisipasi mengingat kebijakan tiap dealer sangat mungkin berbeda satu sama lainnya. Bisa saja dealer yang satu memberlakukan syarat "A" sedangkan dealer lain berlaku syarat "Z".

Untuk saat ini, bisa dibilang recall memang sudah mulai berjalan walaupun masih ditemukan kendala di beberapa daerah. Yang jelas belum bisa diambil kesimpulan secara menyeluruh mengingat pelaksanaannya baru jalan sehari. Tapi Fantastito yakin YIMM pastinya bakal terus memantau perkembangan aktifitas recall guna memastikan eksekusi berjalan dengan lancar. Kita doakan saja semoga kendala-kendala yang masih terjadi bisa segera terselesaikan...... (Fantastito) 

Wednesday, June 22, 2016

YIMM pastikan recall Yamaha R25 dan MT25 mulai 12 Juli 2016...!!


Sedulur sekalian... setelah memberitahukan persiapan mengenai pelaksanaan recall Yamaha R25 dan MT25, hari ini YIMM kembali mempertegas status kejelasan recall melalui surat resmi yang diterbitkan di website mereka. Lewat pengumuman resmi tersebut, YIMM memastikan pelaksanaan recall R25 dan MT25 ini akan dilaksanakan serentak mulai 12 Juli 2016 sehabis libur lebaran. Berikut ini adalah isi surat resmi pelaksanaan recall sebagaimana dirilis website resmi YIMM. Monggo disimak sedulur....

Sahabat Yamaha R25 & MT25,

Terima kasih telah menjadikan R25 & MT25 sebagai pilihan berkendara anda.

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, sebagai produsen dan distributor sepeda motor Yamaha di Indonesia mempunyai misi untuk terus memberikan produk terbaik dan pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggan.

Pada proses evaluasi produk yang dilakukan secara berkala, Yamaha menemukan bahwa diperlukan adanya suatu pemeriksaan lanjutan pada komponen Pressure Plate Assy & Oil Pump Assy (berkenaan dengan kinerja mesin) serta Front Brake Hose (berkenaan dengan fungsi rem).

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas produknya, Yamaha akan melaksanakan penggantian komponen tersebut secara cuma-cuma untuk unit R25 & MT25 dengan nomor rangka sebagai berikut:


Kami sangat mengharapkan kedatangan Bapak / Ibu untuk mengunjungi Dealer R-Shop terdekat untuk melakukan penggantian komponen tersebut.

Program ini akan dilaksanakan serentak diseluruh dealer R-Shop Yamaha mulai tanggal 12 Juli 2016 (setelah libur lebaran)

Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, sahabat R25 & MT25 dapat menghubungi Yamaha Call Centre di nomor 021-4618000 atau klik www.yamaha-motor.co.id atau bisa juga menghubungi dealer R-Shop terdekat di kota anda.

Jakarta, Juni 2016

Management

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing

Naaah..... itulah tadi pemberitahuan resmi yang disampaikan YIMM. Selain memastikan waktu pelaksanaan recall, YIMM juga memberikan rincian detail mana saja komponen yang akan diganti. Komponen tersebut yakni Pressure Plate Assy & Oil Pump Assy (berkenaan dengan kinerja mesin) serta Front Brake Hose (berkenaan dengan fungsi rem), lengkap beserta nomor rangka unit yang masuk lingkup recall. Mekanisme recall ini sendiri nantinya akan dilakukan serentak di seluruh jaringan dealer R-Shop Yamaha.

Yang jelas recall ini bukan pekerjaan yang mudah sedulur, sebab unit yang ditangani tidak hanya puluhan atau ratusan, namun hingga mencapai 20 ribuan unit..!! Praktis... part-part pengganti yang harus disiapkan juga identik mencapai 20 ribuan. Jadi untuk saat ini YIMM memang sedang bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan sebagai persiapan recall. Tentunya hal ini membutuhkan dukungan dari banyak pihak. So... kita doakan saja semoga proses pelaksanaan recall nantinya berjalan dengan lancar. (Fantastito)

Sunday, June 19, 2016

Yamaha akan discontinue XT660Z dan XJR1300


Sedulur sekalian, secara mengejutkan Yamaha Global dikabarkan akan segera men-discontinue dua line-up produk mereka yakni XJR1300 dan XT660Z. Dipastikan salah satu penyebab keduanya distop produksinya adalah karena terbentur masalah regulasi standar emisi Euro 4. Kabarnya, discontinue tersebut akan dilaksanakan mulai tahun 2017 mendatang.

Ironisnya, keputusan Yamaha untuk menghentikan produksi XJR1300 datang di saat sang legenda caferacer ini sudah memasuki usia 20 tahun sejak peluncuran pertamanya. XJR1300 sendiri pertama kali dirilis 20 tahun yang lalu, tepatnya pada 1995 dengan mengusung nama XJR1200. Sungguh sangat disayangkan sedulur, mengingat XJR1300 ini baru mendapat update facelift tahun lalu.

Tidak hanya XJR1300, XT660Z Tenere yang mengusung genre adventure bike juga mengalami nasib serupa. Menurut laporan dari laman Visordown, akan ada new product yang akan segera menggantikan XT660Z Tenere dari jajaran line-up adventure bike Yamaha. Diprediksi calon penggantinya akan mengambil basis dari MT-07 yang kemungkinan akan berlabel XT700Z Tenere. Disinyalir XT700Z Tenere ini sedang dalam tahap uji coba. Sedangkan XSR900 yang mengambil basis dari MT-09 untuk sementara mungkin bisa menjadi pilihan alternatif pengganti XJR1300.


Saat ini Yamaha memang sedang melakukan evaluasi ke seluruh jajaran lini produk mereka guna persiapan menghadapi tuntutan standar regulasi Euro 4. Sekedar info sedulur, syarat dan kriteria untuk lolos emisi Euro 4 memang termasuk ketat. Tidak peduli produk tersebut menyandang status kategori favorit sekalipun, kalau spesifikasi tidak memenuhi persyaratan, maka jalan discontinue mau tidak mau terpaksa harus dilakukan pabrikan. Sebetulnya hal ini bisa diatasi jika pabrikan sudi riset ulang guna mengupgrade basis konstruksi mesin agar memenuhi persyaratan regulasi emisi gas buang. Sayang... biasanya performa motor akan menjadi korbannya sehingga jalan discontinue dinilai lebih bijaksana mas broo.

Kasus discontinue karena tuntutan standar emisi gas buang seperti ini juga sebelumnya pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Contoh termutakhir dialami oleh Ninja 150 2 tak. Meskipun terbukti laris manis di kalangan speed freak, KMI terpaksa harus stop produksinya karena sang super KIPS dinilai tidak akan bisa memenuhi kriteria emisi Euro 3. So...motor keren dicontinue..?? Emang susah yo sedulur kalau sudah kebentur regulasi... (Fantastito)

Saturday, June 18, 2016

Yamaha NMAX semakin eksis di Spanyol..!!


Sedulur sekalian, boleh saja saat ini YIMM dalam tekanan karena market sport-nya terus ditempel ketat Honda. Tapi tidak untuk line-up maxi scooter mereka. Setelah penjualannya cukup sukses di pasar domestik, YIMM masih bisa terus berbangga karena NMAX sebagai produk matic premium mereka masih bisa berbicara banyak di kancah Eropa. 

Pasar Eropa sejauh ini cukup memberi respon positif pada maxi scooter alias matic bongsor yang diproduksi Yamaha Indonesia tersebut. Bisa dibilang eksistensi NMAX cukup diakui di benua biru, khususnya di Spanyol. Faktanya dari sejumlah negara tujuan ekspor di Eropa, Spanyol saat ini menjadi market terbesar bagi Yamaha NMAX di sana dan Sevilla menjadi kota di Spanyol dengan perederan Yamaha NMAX terbanyak. Di Spanyol, NMAX terjual rata-rata 281 unit tiap bulan... mantaap..!

Hal ini tidak lepas dari efek positif hasil kerja sama antara Yamaha Europe-Spanyol dengan dealer Eduardo Castro di Sevilla. Eduardo Castro sendiri merupakan dealer di Spanyol yang sudah berpengalaman selama 30 tahun berkiprah di dunia racing di Andalusia. Salah satu langkah yang ditempuh untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat brand NMAX di sana adalah kerja sama mempromosikan NMAX di berbagai ajang balapan, salah satunya di kompetisi sekelas MotoGP.

Yuup... dalam kerja sama tersebut, Yamaha Europe-Spanyol dan dealer Eduardo Castro sepakat menjadikan Yamaha NMAX sebagai support vehicle atau kendaraan penunjang di sirkuit Jerez pada pergelaran MotoGP. NMAX diproyeksikan sebagai kendaraan untuk staff trek sirkuit Jerez, khususnya bagi marshall dan fotografer. Hasilnya.. matic buatan Indonesia itu pun tampak jelas terlihat sering wara wiri saat pergelaran MotoGP berlangsung di sana. Apalagi, kerja sama ini juga disinyalir mulus lantaran pengurus sirkuit Jerezz punya hubungan baik dengan Management dealer Eduardo Castro.

Yamaha NMAX saat ini menjadi salah satu produk ekspor YIMM yang laris manis dan sudah merambah ke berbagai tujuan negara di dunia, salah satunya adalah benua Eropa. Berbeda dengan Indonesia, NMAX yang diekspor ke 17 negara di Eropa tersebut menggunakan mesin 125 cc. Di Eropa ada 5 besar negara yang menjadi tulang punggung penjualan NMAX, Yakni Spanyol di posisi pertama kemudian disusul Perancis, Portugal, Inggris, dan Italia.

Tahun 2015 yang lalu, YIMM sendiri sukses mengekspor total 31.760 unit NMAX. Angka itu menjadi yang terbesar kedua setelah YZF-R3 dengan torehan ekspor sebanyak 39.160 unit. Nampaknya progres NMAX bakalan terus mengalami tren peningkatan sedulur. Sebab hanya dalam kurun lima bulan pertama di tahun ini saja, sudah ada 16.600 unit yang berhasil diekspor ke mancanegara.

Diprediksi kedepannya NMAX bakalan semakin mengkokohkan market positioningnya di Eropa. Sebab Josep Maria Sanz, selaku manajer pemasaran Yamaha Motor Europe cabang Spanyol, mengungkapkan bahwa pihaknya juga masih punya niatan untuk membuka kerja sama dengan penyelenggaraan World Superbike Championship. Waaah ternyata nggak hanya di Indonesia, Yamaha NMAX juga pancen ngetop di Eropa sedulur... (Fantastito) 

Friday, June 17, 2016

Brand dan image Ninja masih sangat kuat... YZF-R25 = New Vixion..??


Kalau melihat screenshot di atas, barangkali sampeyan akan mengernyitkan dahi, atau malah ketawa..?? Ceritanya bermula saat Fantastito sedang buka-buka facebook. Saat sedang asyik scroll timeline di beranda, nampak ada salah satu status yang cukup menarik perhatian Fantastito. TS-nya sendiri adalah kenalan jauh Fantastito yang kebetulan masih abg. Setelah Fantastito baca dengan seksama, ternyata Zimedim Zidam (katakanlah namanya demikian) beranggapan bahwa sport fairing Yamaha YZF R15 dan YZF-R25 ini sama saja dengan New Vixion.

Nampak pula ada seorang lagi yang menyanggah seraya menegaskan bahwa R25 itu levelnya sudah setara Ninja 250FI, dan kita semua juga pasti tahu bahwa kenyataannya memang demikian. Namun Zidam tetap pada pemahamannya bahwa R15 dan R25 hanyalah pengembangan dari New Vixion. Entah apa maksud dari pernyataan Zidam ini.

Sebenernya Fantastito masih bisa memaklumi jika ada yang beranggapan bahwa R15 itu adalah pengembangan dari New Vixion. Karena pada kenyataannya, basis mesin dan rangka deltabox R15 memang masih common part dengan New Vixion, hanya ada sedikit perbedaan pada detil tertentu. Walaupun desain body R15 sangat berbeda jauh karena sudah menganut full fairing, namun tetap tidak salah jika R15 disebut sebagai pengembangan dari New Vixion.

Namun apa jadinya jika ada yang beranggapan bahwa R25 itu sama saja dengan New Vixion..?? Hmmmm... Fantastito sebagai salah satu pengamat dunia otomotif (preet) nampaknya juga bingung sendiri apanya yang sama..?? Kalau merek ya iya jelaslah karena sama-sama dari Yamaha. Namun dilihat dari segi apapun tetap saja R25 sangat berbeda dengan New Vixion karena R25 sendiri baik dari mesin maupun sasis benar-benar produk fresh dan all new alias tidak dikembangkan dari sport Yamaha manapun.

Lantas kenapa ada yang beranggapan bahwa YZF-R25 itu hanya pengembangan dari New Vixion..?? Selain karena minimnya pengetahuan seseorang tentang dunia otomotif, menurut Fantastito salah satu faktornya adalah karena brand dan image Ninja masih sangat kuat..!! Ya..tidak bisa dipungkiri bahwa Kawasaki sukses besar menanamkan mindset dan psikis cara berpikir masyarakat Indonesia bahwa yang namanya motor sport fairing ya Ninja. Memang nama Ninja sudah kadung melekat di benak kalangan biker sebagai motor sport fairing kencang dan desain yang keren. Apalagi kondisi ini didukung posisi Ninja sebagai first mover dan pioneer di kelas 250cc di Indonesia, jauh lebih dulu eksis daripada CBR250R dan R25. Eksistensi Ninja di tanah air juga didukung oleh banyaknya komunitas owner Ninja 250 yang bertebaran di Indonesia, baik itu di dunia nyata maupun di forum-forum online.

Masalah desain adalah selera. Memang dari segi performa dan handling Yamaha R25 lebih unggul dari Ninja, namun hal ini tidak menjadi jaminan R25 akan melenggang mulus di kelas 250 cc. Pada awalnya penjualan R25 memang sempat mengalahkan pencapaian Ninja. Tapi kemudian perlahan namun pasti, grafik Ninja 250 kembali merangkak naik merajai pasar sport 250 cc dan masih stabil hingga saat ini.

Tentu saja kedigdayaan klan Ninja ini merupakan hasil kerja keras KMI dalam memasarkan dan mempromosikan Ninja 250 di Indonesia. Di tahun 2008 saat Honda dan Yamaha sibuk dengan naked bike 150 cc, KMI malah memilih jalan sendiri dengan merilis Ninja 250 karbu yang secara desain saat itu memang menawan. Hasilnya..?? Sukses besar. Untuk ukuran motor berbanderol 40 jutaan saat itu, Ninja 250 karbu termasuk kategori laris manis. AHM yang mencoba peruntungan di segmen 250 cc lewat CBR250R single silindernya pun akhirnya gagal total. Ninja tetap mendominasi.

Jelas kalau sudah begini, selama Yamaha masih belum bisa menggeser image Ninja dalam mindset para biker, maka selama itu pula R25 akan sulit mengalahkan Ninja. Jalan satu-satunya adalah YIMM meningkatkan kualitas dan kuantitas marketing mereka dalam mempromosikan YZF-R25 agar positioning dan image R25 lebih terangkat. Kondisi ini juga berlaku untuk semua pabrikan manapun yang ingin nyemplung di kelas sport fairing 250 cc. Tidak cukup hanya punya produk yang bagus saja, mereka juga dituntut bagaimana caranya agar produk tersebut mampu menjadi ikon dan prestise di kelasnya. Inilah PR terberat bagi pabrikan yang ingin mencoba peruntungan di kelas 250 cc di Indonesia.

Nah persaingan sport 250 cc ke depannya dipastikan akan semakin ketat mengingat di semester kedua nanti AHM akan meluncurkan CBR250RR dua silinder yang diprediksi bakal mengusung desain, fitur, teknologi yang lebih mutakhir serta power yang lebih tinggi. Tentu saja sangat menarik untuk ditunggu apakah ada yang sanggup menggeser Ninja dari singgasananya..?? Kita lihat saja nanti sedulur. (Fantastito)

YIMM resmi umumkan recall untuk YZF-R25 dan MT25..!!


Sedulur sekalian, berbuntut dari recall terhadap Yamaha YZF-R25, YZF-R25A, YZF-R3A, MT25 dan MT320 yang dilakukan oleh Yamaha Jepang, YIMM selaku ATPM Yamaha di Indonesia pun akhirnya mengikuti tindakan serupa. Yap, pada hari Rabu tanggal 15 Juni kemarin, YIMM secara resmi mengumumkan recall terhadap R25 serta MT25. Tentunya recall Yamaha R25 dan MT25 di Indonesia memang harus dilakukan. Kenapa..?? Sebab YIMM sendiri merupakan produsen dari kelima produk global tersebut.

Berikut ini adalah pernyataan YIMM dalam surat resminya

Kepada Yth.

Pelanggan, Pemilik dan Pemakai Yamaha YZF-R25 dan MT25.

Terima kasih atas kepercayaan nya memilih dan membeli Yamaha YZF-R25 dan MT25. 

Pada tanggal 14 Juni 2016, Yamaha Motor Company Jepang mengumumkan mengenai perbaikan beberapa komponen pada Yamaha YZF-R25, YZF-R25A, YZF-R3A, MT250 dan MT320. PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, selaku produsen kelima produk global tersebut juga bertanggung jawab untuk menjamin kualitas sepeda motor Anda di Indonesia.

Dalam waktu dekat, kami akan segera mengumumkan tata cara penanganan pelanggan kami. Oleh karena itu, dimohon untuk menunggu sampai persiapan kami selesai. Pengumuman resmi akan kami sampaikan melalui website ini dan jaringan dealer resmi Yamaha.

Kami sangat menghargai bila Anda berkendara mengikuti buku petunjuk pemilik. Silahkan datang ke dealer resmi Yamaha terdekat bilamana Anda memiliki keluhan ini di sepeda motor Anda.
Terima kasih.

Salam Semakin Di depan


Di Jepang sendiri, recall dilakukan karena ada 3 hal utama yang dianggap bermasalah dan menyimpan potensi berbahaya cukup besar. 3 hal tersebut adalah pada mekanisme gigi penggerak pompa oli, laher kopling yang rentan rusak, serta perangkat selang rem depan yang terlalu dekat dengan radiator. Sedangkan untuk penyebab recall di Indonesia, YIMM belum memberikan keterangan resminya. Secara logika sih harusnya tidak akan jauh berbeda dengan yang di Jepang.

Tentunya keputusan YIMM untuk melakukan recall pada produknya dan mengumumkannya secara terbuka patut kita acungi jempol sedulur. Tidak hanya buat Yamaha, tapi juga berlaku bagi seluruh pabrikan otomotif di Indonesia tanpa terkecuali. Sebab ketika suatu pabrikan melakukan recall, maka itu artinya pabrikan sangat konsen pada keselamatan dan keamanan konsumennya. Lha gimana enggak, wong tujuannya kan komponen yang dianggap cacat dan punya potensi bahaya diganti dengan komponen baru yang lebih kuat sehingga motor sampeyan dijamin tetap aman dipakai. Apalagi biaya penggantian komponen ini ditanggung seluruhnya oleh pabrikan alias gratis tanpa biaya sepeserpun. 

Sayangnya, mindset masyarakat Indonesia masih sering salah kaprah dengan yang namanya recall. Faktanya, di Indonesia tindakan recall yang dilakukan oleh pabrikan masih dianggap tabu. Recall dianggap mencoreng nama baik pabrikan karena produksinya cacat. Padahal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tujuan dilakukannya recall justru sebagai bentuk komitmen, tanggung jawab dan kepedulian pabrikan pada keselematan dan keamanan konsumen.

Selanjutnya tinggal kita tunggu saja pengumuman resmi dari YIMM perihal bagaimana proses mekanisme serta waktu pelaksanaan recall ini. (Fantastito)

Wednesday, May 18, 2016

Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3..?? (part 4 - Selesai)


Sedulur sekalian, pembahasan mengenai "Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3" rupanya tidak cukup dengan 1-2 artikel saja, bahkan akhirnya harus sampai di episode ke 4 ini. Yo wes lah gapapa sedulur, anggap saja menyampaikan unek-unek..hahaha. Sebelumnya Fantastito sudah membahas mengenai "Bagaimana harusnya New Vixion Generasi ke 3" di 3 episode yang sudah rilis di 3 artikel terpisah. Sedulur bisa baca di sini, di situ, dan di sana.

Pada 3 episode sebelumnya, Fantastito sudah coba menganalisa secara detail apa saja kira-kira dari New Vixion yang mesti mendapat rombakan untuk gen 3 nanti. Beberapa poin di antaranya meliputi performa mesin, fitur, maupun teknologi. Nah kali ini Fantastito akan membahasa sektor desain sebagai bagian pamungkas dari sekuel "Bagaimana harusnya New Vixion Generasi ke 3" ini.

Bicara soal desain, New Vixion saat ini sebenarnya bisa dibilang masih cukup baik. Jika dikomparasi dengan all new CB150R sekalipun, desain vixy sama sekali tidak kalah ciamik. Bahkan dibeberapa sudut tertentu, New Vixion masih sedikit lebih unggul. Entah kenapa menurut Fantastito lekukan desain New Vixion lebih klop, kompak, dan begitu mengalir dari ujung depan hingga buritan. Tentunya penilaian ini bersifat relatif bin subjektif sedulur, tiap orang bisa saja berbeda.

Mungkin jika ada yang perlu direvisi, maka bagian headlamp, muffler, serta rear fender sepertinya layak untuk mendapatkan sentuhan baru. Memang jika dilihat, desain headlamp New Vixion sepertinya masih kurang agresif. Di New Vixion gen 3 nanti, sudah seharusnya desain untuk headlamp dibuat lebih kompak, agresif dan tajam, atau bisa terinspirasi dari desain headlamp Kawasaki Z250 SL.

Untuk rear fender, walau saat ini desainnya sudah semakin pendek, namun Fantastito rasa bentuknya masih kurang sporti. Kenapa Yamaha nggak ambil saja contoh dari MX King..?? Mosok sport kalah sama bebek..?? Tampilan muffler juga menjadi bagian yang sudah seharusnya direvisi. Mungkin di gen 3 nanti, desain muffler bisa dibuat lebih pendek dengan lekukan tajam, untuk mempertegas identitas sebuah naked bike street fighter.

Terakhir, untuk desain bodi secara kesuluruhan rasanya YIMM tidak perlu mengubahnya secara frontal. Mungkin bisa dengan refresh sedikit untuk membedakan New Vixion gen 3 ini dengan versi sebelumnya. Ingat, kali ini YIMM harus benar-benar all out meracik New Vixion gen terbaru. Sebab kedepan nanti persaingan bakal semakin ketat. Apalagi lawan yang dihadapi bukan hanya CB150R saja karena Suzuki juga hampir dipastikan ikut bertarung di segmen naked bike 150cc ini.

Dengan kondisi market share New Vixion yang semakin ditempel ketat CB150R, ditambah potensi ancaman dari Suzuki, sudah saatnya lah New Vixion bertransformasi menjadi jauh lebih baik. Kita lihat saja nanti sedulur, seperti apa wajah New Vixion gen 3 nantinya..!! (Fantastito)

Sunday, May 8, 2016

Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3..?? (part 3)


Sedulur sekalian, artikel ini adalah episode ke 3 dari sekuel "Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3". Untuk episode pertama dan episode kedua, sedulur bisa simak di sini dan di situ. Oke, pada artikel sebelumnya sudah dibahas sektor mesin sebagai salah satu sisi yang mesti mendapat upgrade signifikan. Di kesempatan ini Fantastito akan membahas sektor lainnya yang dirasa sudah sudah pantas mendapat upgrade untuk gen 3 nantinya.

Jika sektor mesin sudah mendapat upgrade, lalu sektor berikutnya yang layak dibahas adalah fitur. Yah memang di setiap artikel opini, Fantastito memang paling demen ngebahas yang satu ini. Sebetulnya untuk fitur, New Vixion saat inipun sudah oke punya, hanya saja Fantastito menilai rival utama dan satu-satunya saat ini yakni all new CB150R masih sedikit lebih unggul.

Beberapa fitur yang mesti mendapat upgrade contohnya adalah panel speedometer yang saat ini masih kombinasi analog-digital, menjadi full digital. Jika mau all out, YIMM bisa menambah jenis display informasi yang saat ini belum ada di panel speedo New Vixion gen 2 seperti jam, indikator suhu mesin, indikator posisi gigi, atau bahkan indikator konsumsi BBM. Sebetulnya jika indikator rpm mesin masih analog, tidak menjadi masalah asal pada panel instrumen digital informasinya sudah lengkap seperti yang sudah disebutkan tadi. Tapi ya tetap saja model speedo full digital terasa lebih canggih nan modern, apalagi ukurannya bisa dibuat lebih kompak.

Kemudian pada perangkat penerangan pun New Vixion dianggap masih tertinggal karena masih menganut bohlam biasa, coba bandingkan dengan all new CB150R yang sudah full LED, baik itu headlamp, tail light serta sein. Bahkan sampai lampu penerangan plat nopol pada rear fender pun sudah menggunakan LED...!! Wiiih. Jadi di sektor penerangan, nampaknya New Vixion gen 3 nanti sudah seharusnya full LED, alias jangan nanggung.

Bagaimana untuk sektor kaki-kaki..?? Nah ini juga yang menurut Fantastito juga perlu diupgrade sedulur. Di sektor ini, khususnya untuk perangkat karet bundar alias ban rasanya perlu diperbesar ukurannya. Lho bukannya sekarang ban sudah gambot...?? Betul, New Vixion saat ini dengan ukuran ban depan 90/80-17 dan ban belakang 120/70-17  bisa dibilang termasuk gambot, namun masih kalah gambot dibanding all new CB150R yang berukuran depan 100/80-17 dan belakang 130/70-17.

Jujur Fantastito merasa, dari segi estetika, dengan ukuran ban yang semakin gambot asal masih proporsional, tentunya menambah kesan gagah pada sebuah naked bike street fighter. Jadi, sudah saatnya di New Vixion gen 3 nanti ukuran ban dibuat lebih melar sama seperti all new CB150R, agar semakin terasa lebih head-to-head..!! Ohya jangan lupa model velg pun jika perlu common part dengan Xabre, biar semakin jozz..!!

Nah, dari yang sudah Fantastito jelaskan di atas, setidaknya itulah beberapa fitur yang wajib (IMHO) diupgrade pada New Vixion gen 3. Sektor lain seperti swing arm, maupun shock depan, rasanya tidak apa jika memang belum mendapat sentuhan, mengingat rivalnya saat ini pun juga tidak terlalu istimewa. Tapi rasanya tidak salah jika YIMM mempertimbangkan untuk mengupgrade salah satunya, misal mengganti swing arm kotak dengan model banana, seperti milik R25. Walopun belum alumunium die cast, setidaknya swing arm model banana bisa menambah gagah sang all new generation. (Fantastito)

Bersambung part 4

Thursday, May 5, 2016

Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3..?? (part 2)


Sedulur sekalian, artikel ini adalah lanjutan dari artikel bagian pertama mengenai bagaimana seharusnya New Vixion generasi ke 3 (baca di sini). Seperti yang sedulur sudah ketahui, dominasi New Vixion kini bisa dibilang semakin terancam oleh hadirnya all new CB150R. Jika dulu New Vixion masih bisa unggul jauh, kini kondisi sangat berbeda karena perombakan besar-besaran CB150R pada generasi all new terbukti membuatnya perlahan semakin mendekati raihan penjualan New Vixion.

Kalo menurut Fantastito, situasi seperti ini jelas menjadi sinyal bahwa YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) memang harus merombak Vixion generasi ke 2 ini. Fantastito yakin YIMM juga pasti tidak akan tinggal diam. Kalo boleh menduga-duga, bisa saja saat ini New Vixion generasi ke 3 sedang dipersiapkan proyeknya guna memukul balik rival utamanya itu. Lalu bagaimana seharusnya New Vixion gen 3..?? Berikut analisa dari Fantastito.

Pertama, sektor dapur pacu alias mesin. Yup, sektor mesin merupakan salah satu aspek yang harus mendapat rombakan besar, karena dari pertama kali Vixion debut pada 2007 lalu hingga saat ini, sektor mesin belum mendapat update signifikan. Menurut Fantastito, sektor inilah yang menjadi titik lemah pada New Vixion (juga pada sport 150 cc Yamaha lainnya karena menggunakan basis mesin yang sama). Sebab secara teori lawannya sudah unggul "secara marketing" karena menganut platform DOHC 6 speed.

Lalu apakah gen 3 ini nantinya harus menggunakan mesin DOHC juga..?? Fantastito rasa nggak juga. Sisi performa, baik power maupun torsi-lah yang sebaiknya mendapat peningkatan. Power 16,3 hp milik New Vixion saat ini dirasa masih sedikit inferior dibanding power 16,7 hp-nya all new CB150R. Kalo bisa, power ditingkatkan hingga tembus di angka 17 hp. Tentu saja transmisi juga harus mendapat update dari 5 speed menjadi 6 speed. Ingat, hasil tes dari 2 media otomotif ternama, Otomotifnet dan Motorplus, secara garis besar sudah membuktikan bahwa performa mesin New Vixion kalah dari segala sisi dibanding all new CB150R, baik dari power, torsi, akselerasi, top speed, bahkan hingga konsumsi bbm. Jadi intinya, peningkatan performa mesin mutlak perlu dilakukan.

Jika mesin masih menggunakan platform SOHC menurut Fantastito tidak terlalu masalah. Sebenarnya untuk kelas 150 cc yang pada prakteknya kebanyakan hanya digunakan sebagai motor harian, perbedaan performa antara DOHC dan SOHC itu sangat tipis, atau bisa dibilang hampir gak kerasa bedanya. Justru mesin SOHC punya beberapa kelebihan seperti lebih mudah dalam perawatan karena jumlah komponen mesin lebih sedikit dibanding mesin DOHC, torsi melimpah yang berujung pada akselerasi yang lebih baik, serta konsumsi BBM yang lebih irit. Bagi Fantastito, mesin SOHC hanya kalah dari sisi prestise dan marketing saja. Secara fungsi..? Sama saja.

Tapi siapa yang tahu jika nantinya syukur-syukur YIMM berubah pikiran dan memutuskan untuk membenamkan mesin DOHC ke New Vixion gen 3 ini..?? Mungkin bisa lebih bagus lagi. (Fantastito)

Bersambung ke part 3

Wednesday, May 4, 2016

Bagaimana harusnya New Vixion generasi ke 3..?? (part 1)


Sedulur sekalian, tidak bisa dipungkiri bahwa New Vixion adalah sebuah tonggak awal dari sebuah revolusi besar pasar motorsport di tanah air. Bagaimana tidak, hampir sepuluh tahun yang lalu, di saat Honda masih adem ayem dengan Megapro bermesin GL jadul-nya, Yamaha menggebrak dengan meluncurkan sebuah motorsport dengan desain dan teknologi yang selangkah lebih maju dibanding rivalnya itu.

Saat itu, umumnya sebuah motor sport hanya dibalut dengan desain elegan membulat, rangka konvensional diamond, serta mesin SOHC air cooled. Tapi Vixion yang saat itu debut perdana, betul-betul mengejutkan dengan desain slim nan tajam dikombinasikan rangka twin spar (deltabox), serta mesin walopun masih SOHC tapi lebih advance dengan power lebih baik serta sudah dilengkapi pendingin cair. Maka pastilah Vixion saat itu langsung mendapat respon pasar yang sangat positif yang akhirnya mengantarkan suksesor RX-King tersebut ke tahta penguasa sport tanah air. 

Itu sudah hampir sepuluh tahun yang lalu Bagaimana sekarang..?? Setelah mendapat perombakan besar-besaran dari segi tampilan maupun performa di umurnya yang menginjak 5 tahun sejak debut peluncurannya, New Vixion bahkan masih merajai pasar motor sport tanah air hingga saat ini..!!

Meskipun masih tetap merajai tahta sport, namun tetap saja kondisinya berbeda dibanding dulu. Jika sebelumnya New Vixion unggul telak atas rival-rivalnya, kini sudah tidak lagi sedulur. Pasalnya, Honda yang terus belajar dari masa lalu serta sangat bernafsu merebut posisi nomor satu, terus menempel sangat ketat di posisi kedua. Honda bahkan sudah sempat beberapa kali mengkudeta posisi nomor satu sport terlaris dari tangan Yamaha.

Adalah all new CB150R yang menjadi simbol dimulainya perubahan besar-besaran pada lini sport Honda. Dengan desain agresif jauh meninggalkan ciri khas elegan mereka selama ini, dipadu fitur, teknologi, serta performa mesin yang lebih baik, perlahan all new CB150R semakin mengancam eksistensi New Vixion. Jujur bahkan menurut Fantastito generasi terbaru CB150R ini terasa lebih unggul pada sebagian besar aspek dibanding New Vixion. Opini Fantastito agaknya terbukti, pasalnya dari uji komparasi all new CB150R vs New Vixion oleh beberapa tabloid otomotif ternama seperti Otomotifnet dan Motorplus, CB150R terbukti unggul berbagai sisi, mulai dari power, torsi, akselerasi, bahkan hingga efisiensi bahan bakar.

Biarpun New Vixion masih merajai pasar sport, kalau kondisinya seperti ini, Fantastito yakin cepat atau lambat, all new CB150R punya potensi besar untuk menggusur New Vixion dari posisi nomor satu. Jika sudah begini, jelas tidak ada pilihan Bagi Yamaha selain meng-upgrade New Vixion generasi ke 2 ini menjadi generasi ke 3. (Fantastito)

Bersambung ke part 2

Wednesday, April 27, 2016

Next matic premium Yamaha dengan idling stop system, demi menghadang Honda Forza


Menarik sedulur, mengenai hot isu akan hadirnya matic premium Yamaha yang saat ini sosoknya sedang dalam proses penggodokan oleh YIMM. Di artikel sebelumnya, Fantastito sudah membahas mengenai calon penantang Yamaha NMAX dari AHM yang dirumorkan akan terinspirasi dari Honda Forza, walaupun nantinya belum tentu juga dinamai Forza, anggap saja hanya sebagai gambaran agar lebih mudah diingat. Honda Forza sendiri sosoknya sudah eksis dan merupakan kategori matic premium Honda yang dikhususkan untuk pasar Eropa.

Dan ternyata Yamaha pun berencana memukul balik dengan menghadirkan matic yang menurut sebuah sumber dari para blogger otomotif berkode B65 ini. Yang menarik, dari isu terbaru mengatakan bahwa matic berkode B65 ini nantinya akan dilengkapi dengan teknologi idle stop system atau entah nanti Yamaha akan memberinya nama apa, sama seperti yang sudah diterapkan oleh Honda di hampir semua lini produk maticnya.

Kalo ini benar, maka secara logis harusnya starter senyap juga sudah disematkan pada mesin sang B65 ini. Implikasinya jelas, idling stop system yang memungkinkan mesin lebih sering hidup mati dalam rentang waktu berdekatan, tidak mungkin jika harus mengandalkan starter dinamo untuk menghidupkan mesin yang berakibat aki cepat soak. Dikombinasikan dengan fitur VVA pada sektor engine, matic ini nantinya diprediksi bakal lebih advance untuk membendung Honda Forza nya AHM.

Lantas bagaimana model head-to-headnya antara NMAX, B65, serta Honda Forza ini..?? menurut analisa Fantastito, kemungkinan Yamaha mencoba untuk membuyarkan fokus sasaran Honda terhadap NMAX dengan tameng bernama "B65" ini. Kalo sedulur sekalian ingat, di masalalu kejadian ini pernah terjadi di mana Honda menghadirkan CB150R dengan referensi old Vixy, namun kemudian New Vixion lahir dengan desain all new lebih fresh, kaki-kaki lebih gambot, serta fitur yang lebih lengkap. 

So, tentu saja Yamaha kali ini akan mengulanginya lagi, dimana ketika Honda berfokus pada NMAX sebagai sasaran target, namun di sisi lain Yamaha coba membalikkan dengan menelurkan produk yang lebih advance. Bedanya, Yamaha B65 ini diprediksi tidak akan menggantikan NMAX, melainkan akan jalan beriringan guna menghadapi Honda Forza-nya AHM.

Tentu saja yang namanya strategi perusahaan bisa berubah, mengingat kondisi di lapangan yang dinamis susah ditebak. Tinggal kita lihat saja bagaimana nanti kondisi sesungguhnya setelah produk benar-benar sudah rilis. (Fantastito)

Tuesday, April 26, 2016

Sport Honda semakin mengancam, bagaimana Yamaha..??


Sedulur sekalian, Honda itu adalah penguasa mutlak pangsa pasar roda dua di tanah air. Berdasarkan data dari AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), selama tahun 2016 sampai bulan Maret, pangsa pasar mereka mencapai 72,5 persen. Bahkan khusus untuk bulan Maret 2016, Honda unggul jauh dari kompetitor dengan menguasai 78 persen market share...!  Itu jelas jumlah persentase yang sangat besar. Tapi di segmen sport-lah Honda masih belum bisa dibuat tidur nyenyak, karena di segmen ini Honda masih kesulitan bersaing dengan Yamaha. Untuk sektor matik dan moped (bebek), bolehlah Honda membusungkan dada karena mereka unggul telak dibanding para kompetitor. Untuk urusan sport..?? Nanti dulu... karena Yamaha masih sedikit unggul.


Jika kita mencoba untuk mengamati progres menjegal Yamaha di segmen sport, bisa dikatakan bahwa usaha Honda emang gak main-main. Kemunculan duo all new CB150R dan all new CBR150R yang berubah secara frontal adalah bukti keseriusan Honda, ditambah lagi dengan calon sport 250cc 2 silinder all new CBR250RR yang diprediksi rilis semester ke-2 tahun ini, semakin membuktikan bahwa Honda semakin geregetan ingin segera mengambil pimpinan market sport dari Yamaha. Apalagi dari segi fitur, desain, serta teknologi, deretan lini produk sport dari AHM saat ini semakin agresif dengan fitur melimpah yang mendobrak tren, tidak seperti sebelumnya yang terkesan elegan menjurus jadul, minim inovasi, serta keukeuh tidak mau mendengar saran konsumen. Hasilnya..?? Positif sedulur.. all new CBR150R dan all new CB150R pelan namun pasti semakin moncer penjualannya. CBR150R meski tipis sudah mampu mengungguli penjualan R15, CB150R bahkan sempat beberapa kali melewati penjualan New Vixion Advance yang selama ini begitu alot didongkel dari puncak klasemen sport terlaris, walaupun jika dijumlah secara total masih kalah dari andalan pabrikan garpu tala itu. Mungkin hanya Xabre yang saat ini belum ada lawan head-to-head mengingat Honda belum ada indikasi meracik minor street fighter buatan mereka. Tapi jelas kemungkinan ke arah sana tetap ada.

Di kelas 250cc, jelas kemunculan all new CBR250RR diprediksi akan semakin mengancam YZF-R25. Bagaimana tidak, melawan Ninja 250 FI saja R25 masih kurang bertaji dengan penjualan domestik kurang memuaskan. Meski eksport R25 ke mancanegara bagus, tetap saja itu tidak bisa dijadikan patokan untuk bertarung di pasar domestik. Apalagi dikabarkan all new CBR250RR ini nantinya bakal hadir dengan spesifikasi yang tidak main-main serta disematkannya fitur dan teknologi canggih yang masuk kategori "pioneer" di kelasnya.


Apakah Yamaha akan diam saja melihat geliat rival abadinya begitu merajalela..?? Pastinya sih tidak. Tapi melihat kondisi demikian, Fantastito yakin Yamaha seharusnya menganggap revolusi sport Honda (AHM) saat ini sebagai sebuah sinyal bahaya dalam mempertahankan tahtanya sebagai pabrikan penguasa sport tanah air. Matik dan bebek sudah kadung kalah, maka jalan satu-satunya adalah mati-matian mempertahankan segmen sport. Salah satu jalan terdekat yang bisa diambil Yamaha adalah dengan merombak jajaran lini produk sport mereka, terutama untuk kelas 150cc. Itu mutlak harus dilakukan, karena dari potensi pangsa pasar motorsport, jelas kelas 150cc adalah yang paling menggiurkan. Setidaknya sebuah sumber informasi dari blogger papan atas macam IWB dan TMCBlog yang menyebutkan bahwa akan hadirnya R15 dengan label generasi all new membuktikan bahwa Yamaha memang sudah serius menghadapi gempuran Honda.


Bagaimana kelas 250cc..?? Mengingat duo R25 - MT25 life cycle nya baru sekitar 2 tahunan, kemungkinan opsi wait and see bisa diambil dulu sambil menyiapkan strategi berikutnya. Apalagi dari penelusuran Fantastito selama ini, belum ada indikasi Yamaha akan mempersiapkan new product 250cc.

Kesimpulannya dari analisa Fantastito, Honda betul-betul serius melakukan revolusi besar-besaran pada senjata sport mereka dan progresnya sedikit demi sedikit dinyatakan positif bahkan sangat berpotensi menggeser Yamaha dari tahta penguasa sport di tanah air. Jadi...  Bagaimana Yamaha...?? (Fantastito)

Sunday, January 17, 2016

Bicara tentang Yamaha Aerox 125


Sedulur sekalian, sosok matic terbaru Yamaha Aerox 125 kini sudah terlihat jelas wujudnya. Lewat bocoran-bocoran para blogger otomotif papan atas yang narasumber rahasianya semakin jozz gandoz, matic yang kabarnya lebih condong bergenre performance ini bisa kita lihat dengan jelas detil penampakannya.

Walaupun belum dirilis secara resmi, namun faktanya unit sudah mulai didistribusi ke dealer di beberapa daerah di Indonesia. Model strategi rilis belakangan memang sudah diterapkan dalam beberapa waktu belakangan ini. Nampaknya YIMM ingin tiap produk baru secepat mungkin ready stock dan menghindari antrian inden yang berpotensi membuat konsumen pindah ke pabrikan lain. Jadi kasarnya, begitu produk rilis, langsung tersedia di dealer. Mantep sedulur. 


Bisa dilihat dari gambar di atas, shape bodi samping serta tebeng depan Yamaha Aerox ini serba tajam yang menurut Fantastito mungkin bertujuan untuk mengangkat aura agresif nan performance dari sang matic.





Nah kalo kita dengan seksama mengamati beberapa gambar, nampak jelas YIMM berusaha untuk mengkombinasikan desain New Vixion pada stoplamp dan rear grip, knalpot identik Xeon, stang dan speedometer milik X-Ride, serta headlamp LED-nya yang seolah-olah beraura R25, semua dilabur menjadi satu paket dalam Yamaha Aerox 125 ini. 

Sedangkan sektor dapur pacu, diduga akan common part dengan mesin liquid cooled punya Xeon, yang mungkin belum Blue Core alias masih YMJet-FI. Dari informasinya, mesin tersebut nantinya mampu menyemburkan tenaga puncak sebesar 11,4 PS serta torsi maksimum di angka 10,4 Nm. 

Jika bocoran dari narasumber para blogger otomotif papan atas itu akurat, maka kemungkinan besar Yamaha Aerox ini akan dirilis resmi sekitar akhir Januari atau Awal Februari. (Fantastito)

Wednesday, January 13, 2016

Calon nama new street fighter 150 cc : YIMM, dengarkan suara konsumen..!!


Sedulur sekalian, gonjang ganjing mengenai calon new street fighter dari Yamaha yang kabarnya akan dinamakan MT-15 dalam beberapa waktu belakangan ini memang cukup menyita perhatian jagad otomotif tanah air. Mengenai rupa fisik maupun spesifikasi, Fantastito yakin sedulur semua sudah pada tau bocoran-bocoran tentang new product ini yang sebelumnya sudah banyak di publish oleh para blogger otomotif papan atas. Bahkan Yamaha Thailand sendiri akhirnya lebih dulu merilis sang street fighter ke publik.

Otomatis, makin jelaslah semua identitas gacoan anyar Yamaha tersebut. Fantastito yakin ekspetasi publik nampaknya cukup terpuaskan dengan melihat wujud desainnya yang benar-benar gagah cenderung sangar serta disematkannya fitur-fitur baru yang sebelumnya sulit ditemukan di motor kelas 150cc. Terlihat Yamaha berusaha untuk all out kali ini, dan hasilnya tidak mengecewakan. Mulai dari headlamp yang sangar, suspensi depan sudah menganut upside down, rangka deltabox khas Yamaha, swing arm model banana, speedometer full digital, ban gambot, hingga lampu yang sudah all LED, semua menjadi paket lengkap dipadu dengan desain gagah yang kental beraura MT-series khas Yamaha. Yah walaupun tidak 100 persen sempurna, misalnya pengaplikasian knalpot milik R-15 yang dirasa kurang pas dengan desain sang new street fighter ini. Tapi hal kecil ini nampaknya masih bisa diterima dan rasanya bisa tertutupi dengan melihat segala kelebihan yang ditawarkan.


Namun ada hal yang cukup mengganjal buat Fantastito, dan sedulur sekalian pun pasti merasakan hal yang sama. Yap, nama..!! Fantastito cukup heran kenapa Yamaha tidak memberinya nama MT-15, melainkan M-Slaz. Padahal seperti yang sudah Fantastito jabarkan di atas, dengan melihat kelebihan desain maupun fiturnya, sang new street fighter ini sudah cukup pantas dilabeli sebagai MT-15. Apa itu artinya sang produk baru ini bukan MT-15 sesungguhnya yang disiapkan Yamaha..?? 

Okelah mungkin Yamaha Thailand punya pemikiran maupun strategi sendiri. Nah sekarang harapannya, YIMM sudi mempertimbangkan nama MT-15 untuk  calon new street fighter yang spyshotnya sudah bertebaran di kalangan blogger otomotif tanah air. Apalagi terdengar desas desus bahwa YIMM bakal melabeli new street fighter ini dengan nama "XABRE-150", sebuah nama yang jelas terdengar sangat WAGU bin ANEH untuk sebuah street fighter yang keren. Padahal, dari Iwan Banaran sudah melakukan sebuah polling mengenai calon nama untuk street fighter baru Yamaha di blognya (lihat di sini) dan hasilnya 83 persen pembaca lebih demen nama MT-15 ketimbang nama XABRE-150 yang hanya mendapat 7 persen suara. Jelas lah bahwa nama MT-15 lebih diinginkan konsumen. Walaupun hanya diikuti sekitar 4200-an pembaca alias bukan seluruh Indonesia, tapi setidaknya hasil polling ini bisa menjadi bahan pertimbangan YIMM dalam memberi label calon street fighter baru mereka.

Jangan sampai produk yang sudah susah payah diracik dengan sedemikian rupa menjadi tercederai hanya karena sebuah nama yang WAGU dan kurang disukai. YIMM, dengarkan suara konsumen..!! (Fantastito)
▲
Top