Showing posts with label kata bijak. Show all posts
Showing posts with label kata bijak. Show all posts

Sunday, March 31, 2013

Mulianya Menjadi Ibu Rumah Tangga

Mulianya Menjadi Ibu Rumah Tangga




Yuk kita Raih…
Menjadi ibu adalah kodrat setiap wanita, tetapi pilihan untuk menekuni diri sebagai ibu rumah tangga bukanlah tugas yang mudah. Di tengah kepungan budaya Barat dan penjajahan media, kaum wanita hari ini telah meninggalkan identitas mulianya sebagai ‘benteng ummat’.
Sebagian mereka menyibukkan diri dengan urusan-urusan kecil yang remeh, pernak-pernik perhiasan dan persaingan gaya hidup modern yang menjauhkan mereka dari keutamaan individu dan sosial. Seorang ibu dengan tampilan ‘wah’ yang bergelut mengejar materi dan status sosialnya akan lebih disegani dibandingkan ibu rumah tangga sederhana yang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.
Hidup di zaman ini membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Sebagai muslim, bekal ilmu dan keduniaan yang dikaruniai Allah Swt seharusnya meyakinkan mereka akan kebenaran petunjuk Allah yang menegaskan prinsip kesetaraan (gender equality), bahwa kaum ibu bermitra sejajar dengan kaum laki-laki, dalam posisi yang sangat istimewa. Yaitu sebagai pendidik generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan diri dan keluarganya. Mendidik diri dan keluarganya untuk selalu memahami dan mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Inilah investasi besar yang sering diremehkan oleh para ‘penikmat dunia’.
Pesan Istimewa untuk Para Wanita
Salah satu pesan istimewa Allah Swt kepada kaum wanita diabadikan dalam ayat berikut; “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33).
Sesungguhnya kemajuan di zaman ini banyak diilhami oleh ayat diatas. Allah Swt menghendaki kaum wanita agar berperilaku lemah lembut, pemalu dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya, tidak melakukan ucapan dan tindakan yang menimbulkan godaaan yang akan menjatuhkan martabat kaum wanita.
Karena, kehalusan budi dan tingkah laku wanita adalah salah satu pilar utama kehidupan. Ibu-ibu yang shalih akan mendidik anak-anaknya untuk menjadi shalih.
Bahkan, kaum ibu dahulu mampu membangun karakter pribadinya dan melakukan berbagai aktifitas keilmuan dibalik “tembok sunyi “ yang dapat menjaga sifat dan rasa malu. Itulah kehendak Allah atas kaum wanita. Karakter dan psikis wanita tersebut selaras dengan kondisi fisik yang diciptakan Allah Swt dalam bentuk yang berbeda dari kondisi yang dimiliki kaum laki-laki. Tubuh wanita diciptakan dalam bentuk yang sesuai benar dengan tugas keibuan, sebagaimana dengan jiwanya yang disiapkan untuk menjadi rumah tangga dan ratu keluarga. Secara umum, organ tubuh wanita, baik yang terlihat maupun yang tidak tersembunyi, otot-otot dan tulang-tulangnya serta sebagian besar fungsi organiknya hingga tingkat yang sangat jauh, berbeda dengan organ tubuh kaum laki-laki yang menjadi pasangannya. Perbedaan dalam struktur dan organ tubuh ini tidak lah sia-sia, sebab tidak ada satu
pun benda, baik dalam tubuh manusia maupun yang ada di seluruh jagat raya ini yang tidak mempunyai hikmah tertentu.
Fitrah Mulia Kaum Ibu
Dengan perbedaan struktur tubuh tersebut, kaum wanita memiliki perasaan dan emosi yang lebih sensitif. Abbas Mahmud al-‘Aqqad mengatakan. “Adalah sesuatu yang alami jika kaum wanita memiliki kondisi emosional yang khusus yang berbeda dengan kondisi yang dimiliki kaum laki-laki”. Keharusan melayani anak yang dilahirkannya tidak terbatas dengan memberi makan dan menyusui. Akan tetapi, dia harus selalu memiliki hubungan emosional yang menuntut banyak hal yang saling melengkapi antara apa yang ada pada dirinya dengan yang ada pada suaminya.
Pemahaman dirinya dalam suatu masalah harus berhadapan dengan pemahaman suaminya yang mungkin saja berbeda. Bahkan, antara tingkat emosinya dengan emosi suaminya harus benar-benar terjaga keseimbangannya. Seorang ibu yang mulia akan memahami betul saat gembira dan sedihnya anak-anak. Demikian halnya sang ibu akan mengajarkan dengan suka ria tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta, simpati dan benci kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.
Sifat-sifat mendasar dalam fungsi pengasahan dan bimbingan terhadap anak-anak ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kelembutan kewanitaan yang menyebabkan kaum wanita lebih sensitif dalam merespon perasaan. Sebaliknya, apa yang tampak mudah bagi kaum laki-laki bisa menjadi sulit bagi kaum wanita, misalnya dalam menggunakan rasio, menyusun pendapat dan mengerahkan kemauan. Itulah fitrah kaum ibu yang sesungguhnya mulia tetapi seringkali dipandang kelemahan yang memperdaya.
Salah Paham Memandang Islam
Dalam banyak ayat yang tersebar di dalam al-Qur’an, Allah Swt telah meletakkan kedudukan kaum wanita pada tempat tertinggi dalam sepanjang sejarah kemanusiaan dan akan terus demikian hingga akhir zaman. Sayangnya, ayat-ayat Allah yang dikuatkan dengan hadits Rasulullah Saw itu seringkali disalah-tafsirkan, termasuk oleh para ulama kita sendiri. Syeikh Muhammad al-Ghazali dalam buku Qadhaya al-Mar`ah bayna at-Taqalid ar-Rakidah wa al-Wafidah, dengan yakin mengatakan; “Fatwa terkenal di kalangan kaum muslimin yang kemudian diambil alih oleh musuh-musuh Islam adalah tuduhan bahwa Islam telah mendirikan dinding pembatas yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya tidak dapat saling melihat satu sama lain. Bahkan sekadar memandang pun hukumnya haram”. Kita juga pernah dikejutkan dengan ucapan seorang khatib yang mengatakan, “wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali pergi ke rumah suaminya (sesudah menikah) dan ke kuburan (untuk dikuburkan)!
Tentu saja, fatwa dan khutbah tersebut lahir dari pemahaman dan tafsiran terhadap ayat-ayat Allah dan hadits Nabi Saw yang patut ditinjau ulang. Karena memang, ada masalah dalam fenemona umat Islam berkenaan dengan kemurniaan dan kedalaman riwayat-riwayat hadits yang diterapkan. Diakui, terdapat ulama yang menyebutkan riwayat-riwayat yang tidak sahih dan para ahli fiqh yang tidak memperhatikan perubahan hakikat Islam dan perkembangan zaman.
Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah Ra bahwa wanita tidak boleh melihat laki-laki dan juga tidak boleh dilihat laki-laki, sebagaimana hadits Nabi Saw yang melarang sebagian istri Nabi melihat Abdullah ibn Ummi Maktum. Dalam peristiwa yang lain, Ummi Hamid; istri Abu Hamid as-Sa’di pernah menyampaikan perasaan senang hatinya karena bisa shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Namun, ternyata Rasulullah justru menginginkannya untuk shalat di rumah. Bahkan, semakin sempit tempat, jauh dan sunyi, maka semakin baiklah shalat di tempat itu.
Kritik terhadap Monopoli Tafsiran Agama
Semua riwayat tersebut merupakan hadits yang tidak sama dengan hadits yang ditulis para ulama hadits yang otoritatif, karena hadits-hadits tersebut nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan Al-Qur`an dan as-Sunnah. Hadits-hadits semisal itu telah membelenggu kaum wanita dan menyudutkan kedudukan mereka sebagai golongan terbelakang. Lebih dari itu, kedudukan wanita yang demikian rendah itu akan mempengaruhi buruknya sistem keluarga, struktur masyarakat dan prinsip perundang-undangan.
Dalam merespon hal itu, Ibnu Huzaimah melakukan uji ulang dan kritik atas tafsiran hadits-hadits tersebut dengan membuat bab yang menyebutkan masalah “Shalatnya Seorang Wanita di Rumahnya Lebih Baik daripada Shalatnya di Masjid Rasulullah Saw” dan sabda Nabi Saw “Shalat di Masjidku ini Lebih Baik daripada Seribu Kali Shalat di Masjid-Masjid Lain”. Pertanyaan yang segera muncul, adalah jika ungkapan tersebut benar, mengapa Nabi Saw membiarkan wanita-wanita menghadiri shalat berjamaah bersamanya sepanjang sepuluh tahun, dari fajar hingga isya’.
Mengapa mereka tidak dinasihati agar tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagia ganti dari ancaman yang batil itu? Mengapa beliau mempercepat shalat fajar dengan membaca dua surat pendek ketika mendengar tangisan anak kecil bersama ibunya sehingga tidak mengganggu hatinya? Mengapa beliau bersabda, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid Allah Swt?
Mengapa pula para Khulafaur Rasyidin menetapkan barisan-barisan wanita di masjid-masjid setelah wafatnya Rasulullah Saw.
Barangkali, Ibnu Huzaimah ingin menenteramkan dirinya dan hati kawan-kawannya ketika mendustakan hadits-hadits yang melarang wanita shalat di masjid-masjid dan menyebutnya sebagai kebatilan. Para ulama Musthalah Hadits berkata, “Sebuah hadits dianggap ganjil (syadz) jika kebenarannya ditentang oleh hadits yang lebih shahih. Apabila hadits yang menentangnya tidak dipercaya, bahkan lemah, maka hadits tersebut ditinggalkan atau bernilai munkar (tertolak)”.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak disebutkan hal-hal yang mengarah pada larangan bagi kaum wanita untuk shalat di masjid-masjid. Hadits-hadits tersebut semuanya ditolak. Lalu, bagaimana jika hadits lemah berlawanan dengan Sunnah yang mutawatir dan dikenal? Hadits tersebut harus ditinggalkan sejak awal.
Agaknya, benarlah prediksi Nabi Saw bahwa telah datang masanya ketika hadits-hadits shahih terkebur oleh egosime keagamaan yang didominasi oleh kelompok-kelompok fanatik yang tidak tahu kecuali riwayat-riwayat yang ditinggalkan dan munkar. Monopoli tafsiran agama mereka seringkali menyakitkan sesama Muslim lainnya dengan tuduhan-tuduhan bid’ah dan kesesatan beragama yang harus ditumpas habis. Jalan dakwah ini seringkali melupakan kewajiban menjaga ukhuwwah diantara ummat Islam yang seharusya menjadi prioritas setiap da’i.
Islam Membebaskan Wanita
Jika dicermati lebih dalam, Islam tidak pernah menghalangi kemajuan kaum wanita. Sebaliknya, dari hasil kajian hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa Islam memberi ruang kebebasan bagi kaum hawa dengan batasan-batasan yang justru menjaga kehormatannya. Larangan terhadap kaum wanita untuk pergi ke masjid bisa diterima ketika mereka berhias secara berlebihan (tabarruj).
Dan mencegah wanita dari perbuatan tercela harus dilakukan dengan merealisasikan wasiat Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa mereka (kaum wanita) boleh keluar dengan mengenakan baju biasa, atau dengan penampilan sederhana, tidak memakai wangi-wangian dan bergaya. Sedangkan mengeluarkan hukum tentang larangan pergi ke masjid-masjid bagi wanita jelas merupakan cara yang tidak ada kaitannya dengan Islam.
Karena itu, jika seorang wanita telah melaksanakan tugas-tugas domestik di rumahnya, suami tidak berhak melarangnya untuk pergi ke masjid, sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid-Nya”.
Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan beliau yang telah menjadikan satu pintu dari pintu-pintu masjid khusus untuk kaum wanita dan beliau menempatkan wanita-wanita dalam jamaah pada barisan paling belakang dalam masjid. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga mereka ketika ruku’ dan sujud. Dan beliau mencela laki-laki yang mendekati barisan kaum wanita dan juga mencela wanita yang mendekati barisan kaum laki-laki.
Kebebasan seorang wanita muslim juga tidak akan terganggu karena posisinya sebagai ibu rumah tangga. Ketika Islam mewajibkan suami untuk memberi nafkah keluarganya, maka pada hakikatnya dia memberi ganti kepada kaum wanita untuk kekosongan waktunya, untuk berkiprah demi kebaikan rumah tangganya, membesarkan anak-anaknya dan mencurahkan segenap perhatiannya dalam menunaikan tugas-tugas alamiahnya.
“Wanita cantik yang melupakan perhiasannya dan menyibukkan diri dengan mengasuh anak-anaknya sehingga parasnya berubah adalah wanita yang harus mendapat penghargaan dan kedudukan tinggi”. Ungkapan tersebut boleh jadi benar, tetapi penerapannya sangat ditentukan oleh kondisi masing-masing rumah tangga dan prioritas kemaslahatannya.
Yang terpenting dari itu semua, sebuah keluarga harus mempertahankan tiga hal yang menjadi pilar kebahagiaannya yaitu ketenangan, cinta dan sikap yang saling menyayangi. Kasih sayang bukanlah sejenis perhatian dalam bentuk benda, tetapi merupakan sumber bagi kehangatan yang terus mengalir, sedangkan darahnya adalah akhlak dan tingkah laku yang mulia.
Ketika rumah tangga berdiri kukuh di atas kedamaian dan ketenteraman, cinta yang terbalas, dan kasih sayang yang hangat , maka perkawinan menjadi anugerah yang mulia dan harta yang penuh berkah. Ia akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan lahirnya keturunan-keturunan yang baik. Dan, keputusan untuk menikmati kemuliaan menjadi ibu rumah tangga adalah langkah penting untuk mewujudkan itu semua.
Shaifurrokhman Mahfudz, Lc. M.Sh
Sekjen Andalusia Islamic Centre & Dosen STEI Tazkia Bogor

Tuesday, February 19, 2013

KATA PENUH HIKMAH

"Seorang pemenang tidak pernah menyerah, dan orang yang menyerah tidak pernah menang."


"Syukurilah apa yang anda dapatkan baik suka ataupun tidak maka anda sudah menghargai hidup anda sendiri"


"Pekerjaan yang berat apabila kita menikmati pekerjaan tersebut maka pekerjaan akan menjadi mudah dikerjakan dan memuaskan"


"Dalam hidup, ada hal yang datang dengan sendirinya, dan ada hal yang harus diperjuangkan dahulu untuk mendapatkannya."


"Tidak ada satupun di dunia ini, yang bisa di dapat dengan mudah. Kerja keras dan doa adalah cara untuk mempermudahnya."


"Keberhasilan kita di masa depan lebih penting, daripada kepedihan kita di masa lalu."


"Jangan membiarkan masalah bertumpuk sampai akhirnya kamu enggak bisa menyelesaikannya"


"Jangan terlalu berharap apa yang dapat dunia berikan untukmu,Tetapi berikanlah yang terbaik untuk dunia. Niscaya dunia akan menjadi tempat yang lebih indah"


"Memberi adalah wujud perasaan berterima kasih terhadap berkat-berkat yang telah kita terima"


"KASIH ITU MENUTUPI BANYAK KESALAHAN....KASIHILAH MUSUHMU...Bagaimana engkau dapat mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan bila manusia yang terlihat saja tidak dapat kau kasihi"


"Orang yang berpikiran positif, dalam kondisi apapun juga selalu memacu dirinya sendiri ke arah yang lebih baik, tanpa terpengaruh oleh kondisi luar, selalu berusaha melihat dari segi positif, dan menjadikan halangan sebagai tantangan untuk maju"


"Bila cintamu tak kunjung tiba sedangkan umur terus menua dan diri beranggapan bahwa pernikahan harus dijalankan demi mendapat pengakuan, jangan ada keraguan untuk melanjutkan asal tanamkan saling pengertian, karena pernikahan seperti ini akan terhindar dari badai kecemburuan"


"Orang malas tidak akan menangkap buruannya,tetapi orang rajin akan memperoleh harta yg berharga"


"Ketika kamu gembira, kegembiraanmu tidak melampaui hakmu.Ketika kamu berkuasa, kamu tidak mengambil sesuatu yang bukan hakmu.” itulah adab orang beriman"


"Orang sukses memiliki kebiasaan melakukan hal yang tidak suka dilakukan oleh orang malas.Orang sukses itu sendiri sebenarnya juga tidak suka melakukannya,tapi ketidaksukaan mereka di taklukkan oleh kekuatan tujuan mereka."


"You Never Change If You Never Try..do it your own way by your self.Dont give up and be a weak until we die.Try to the best things what you got. BECAUSE YOU ARE NOT A LOOSER !!"


"Apapun yang bisa di bayangkan pikiran manusia, serta di yakini dan diusahakannya.. PASTI AKAN TERCAPAI!!!"


"Tanda akal seseorang itu adalah pekerjaannya, dan tanda ilmu seseorang itu adalah perkataannya."


"Gagal dalam kemuliaan adalah lebih baik, daripada menang dalam kehinaan dan kecurangan."


"Bicaralah ketika engkau merasa tak kunjung damai,biarkan teman''di sampingmu setia untuk mendengar semua keluhanmu itu,karena dunia ini tak mungkin selalu ada keluarga yang mampu mendengar semua rasa yang kau pendamkan dalam benak mu.di samping mu masih ada yang punyai derita batin sama seperti mu"


"Tidak ada satupun sifat yang diberikan Tuhan kepada kita, yang tidak pernah berguna."


"Gagal dalam sebuah pertempuran akan lebih ksatria,daripada gagal sebelum sempat menarik pedang"


"Rasa hormat tidak selalu membawa persahabatan, tapi persahabatan tidak mungkin ada tanpa rasa hormat."


"Gagalnya cinta bukanlah gagalnya hidup. Bahkan banyak orang yg berhasil karena ditempa kekecewaan yg sangat mendalam."


"Jangan bersedih jika kamu tidak di hargai, tapi bersedihlah jika kamu tidak berharga lagi."


"Jangan pernah perlihatkan kesedihan kita di depan umum, karena itu tak akan pernah berguna."


"Seorang ibu tidak pernah memintamu untuk meletakkan dunia di tangannya, namun tutur kata yang halus, perangai yang santun, prilaku yang bertanggung jawab dari seorang anak adalah kebahagiaan buat seorang Ibu"


"Berpikir baik-baik sebelum melangkah atau mengucapkan sesuatu, karena bertindak atau berbicara yang tidak tepat waktu dan sasaran justru akan berakibat buruk. Adakalanya kita harus melangkah, adakalanya kita harus diam"


"Jangan pernah berhenti bermimpi...karena tak ada yang mustahil...selama mau berjuang untuk meraihnya"


"Cinta seorang ibu berada tepat di bawah cinta Tuhan kepada kita. “Ibu tidak pernah lelah untuk menyayangi dan mengasihi kita. Cinta nya lebih mulia daripada cinta seseorang dimanapun di dunia ini. I’m sorry Mom! I never meant to hurt you! I never meant to make you cry."


"Tidak menyesali ataupun dendam/marah pada hal-hal yang sudah berlalu, dan tidak menaruh rasa cemas yang berlebihan akan masa mendatang, itulah ketenangan sejati"


"Salah satu hal yang tidak dapat di daur ulang adalah waktu yang telah terbuang. Jadi pastikanlah kamu menggunakan setiap waktumu dengan baik."


"Jangan engkau katakan setiap apa yang engkau ketahui, tapi ketahuilah setiap apa yang engkau katakan."


"Membuang waktu mu untuk melakukan hal yang tidak berguna dapat menghancurkan masa depanmu"

Sunday, February 17, 2013

Arti Kehidupan “Ketika Ku Tak Bisa Memahami Hidup”

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang menyimpan sejuta misteri untuk menguji keteguhan manusia dalam mengharungi proses kehidupan.

Banyak yang tak bisa dimengerti dalam kehidupan, banyak keganjilan yang senantiasa kita temui dalam proses kehidupan ini. Pertanyaan bukan sebuah solusi untuk mengakhiri keresahan.

Bagi sebagian orang, hidup serasa begitu sulit untuk mereka mengerti. Ketidaksamaan kondisi yang teramat sangat menjadikan mereka semakin bingung untuk memaknai arti kehidupan.

Berinvestasi keringat, berpikir, dan berdoa adalah cara bijak untuk mendapatkan mimpi-mimpi kita. Namun, selalu ada alasan lain dibalik keadaan yang berbeda. "Apa dan mengapa?"

Bagi sebagian orang, segalanya berjalan sebagaimana mestinya. Damai, indah, ada hujan yang melewati mendung, ada teduh saat terik menghilang, dan ada kebahagiaan setelah dia mencarinya. Namun, buat sebagian orang lainnya kondisinya jauh berbeda.

Semua ini adalah wacana dan realita kehidupan. Kepada siapa manusia mempertanyakannya? "Apakah hak manusia untuk mengetahuinya? Mungkin iman dan ketabahan adalah cara untuk menjawabnya".

Saat terbangun dari tidur, ku basuh muka ini dengan air jernih, membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang hinggap di tubuhku. Ku jalani waktu demi waktu dengan serangkaian kegiatan yang menjadi tanggung jawabku sebagai manusia. Berpikir, bertindak dan selalu berbenah. Memang sebuah ironi ketika ku tak pernah melihat hasilnya.

Dimana yang salah? Bagaimana seharusnya? Jika diri ini tidak cukup pantas untuk menerima anugerah, lantas mengapa ia diberikan kepada mereka yang justru hanya menghabiskan seluruh waktunya untuk hal-hal yang tidak baik bahkan menyimpang?

Kembali diri diuji, mungkin ku harus menunjukkan seberapa besar kuantitas iman yang ada dalam diri ini.

Hidup itu bukan untuk mencari jawaban, bukan untuk memunculkan perbedaan, dan juga bukan untuk mengadu tentang apa yang kita rasakan. Manusia adalah pelaku kehidupan dan tidak ada jawaban sementara untuk pertanyaan kita, mungkin jawabannya ada dalam nilai keyakinan manusia. Hidup itu antara iman dan keberdayaan.

Wednesday, January 30, 2013

Tentang Nasehat dan Agama


“Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan bekal (harta) yang cukup untuk hidup di dunia ini.”


“Dengan adanya kematian yg mengincar hidup kita, maka kita dituntut untuk mengisi kehidupan ini agar jauh lebih bermakna dan punya tujuan pasti. Tidak hanya sekedar memburu kenikmatan dan kesenangan semu semata”


“Untuk menemukan kebenaran yang hakiki, tidak bisa lahir dari sebuah ketaklikan buta (mengekor). Bukan hanya mengikuti kepercayaan dari leluhur yang belum tentu benar bahkan mungkin menyesatkan. tetapi untuk menyingkap kebenaran itu sangat dibutuhkan suatu usaha yg serius yang berpatokan pada kejernihan akal dan kebeningan hati”


“Jangan butakan hatimu karena cinta yang sesungguhnya semu, carilah cinta yang sebenarnya akan mengajarimu jalan menuju ridhoNya”




“Pancinglah rejekimu dengan cara memberi, kemudian siapkanlah kail dan umpannya, kailnya adalah kemauan dan kesabaran, sedangkan umpannya adalah senyuman dan keikhlasan hati”


“Sediakan waktu untuk melakukan apapun dengan awalan bismillah, itulah sumber kebahagiaan. Dan sediakan waktumu pula untuk tersenyum dan tertawa, itulah musik jiwa”


“Mari kita sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara : pertama, basuhlah wajah kita dengan linangan air mata keinsafan. Ke2, basahilah lidah kita dengan berzikir kepada Sang Pencipta, Ke3, Takut dan gemetarkanlah hati kita atas kehebatan Rabbul izati, dan Ke4 sulamilah dosa-dosa masa silam kita dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki Jiwa Kita”


“Layaknya seperti orang yang sedang jatuh cinta, kita selalu menyebut dan mengucap nama yang kita cintai dimanapun kita berada, begitu juga dengan kita yang seharusnya jatuh cinta kpd Sang Pemilik Cinta utk meluangkan waktu kita sebanyak-banyaknya utk menyebut nama/asma agungNya”


“Sadarilah bahwa ucapan kita akan menjadi sebuah ketentuan atau jalan hidup kita, maka hati-hati lah untuk melapalkan setiap kata yang keluar dari lidah. Karena sesungguhnya lidah itu ibarat sebuah mata pisau yang sangat tajam”


“Ya Rabb! anugerahkanlah kepada kami kecintaan terhadap iman, dan anugerahkanlah kepada kami juga suatu kebencian terhadap kekufuran, kefasikan dan perbuatan maksiat lainnya. Jadikanlah kami diantara orang-orang yang mendapat petunjuk, dalam menapaki hari demi hari di tahun ini”


“Hidup yang kita jalani terkadang seperti sebuah lelucon, setiap hari kita seperti mengejar sebuah fatamorgana, mungkin karena kita melihat dari kejauhan, fatamorgana itu seperti emas yang berkilauan. Namun ketika kita mengejarnya dengan segenap tenaga & pikiran kita. Sesampainya di tempat tujuan, yang kita lihat hanyalah sebuah pantulan sinar matahari saja”


“Ibaratnya sebuah negara, hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana semua titahnya yang siap untuk menerima arahannya.Di kemudian hari akan diminta pertanggunjawaban atas apa yang dilakukan para prajuritnya. Untuk itu alangkah sebaiknya bila selalu menjaga hati kita agar benar-benar bersih tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarki”


“Apa yang anda dapatkan hari ini adalah apa yang pernah anda berikan kpd org lain kemarin, bila hari ini anda mendapatkan kebahagiaan yg melimpah, maka kemarin anda prnh memberikn kebahagiaan pd org lain, dan jika anda hari ini mendapatkan kesialan yg begitu menyesakkan dada, maka jgn salahkan org lain, mngk…in saja anda prnh brbuat yg tdk baik pd orang lain kemarin”


Semua penulis akan meninggal. Hanya karyanya-lah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)”


“Hati2lah dg 4 racun Hati yg akan menggerogoti hatimu, apa itu? 1. Banyak bicara 2. Banyak memandang. 3. Banyak makan dan minum. 4. Banyak bergaul dengan sembarang orang”


“Kata2 cacian dan hinaan bukanlah hal yang bijak untuk menyelesaikan suatu masalah, tetapi justru akan menimbulkan masalah baru yang akan menambah lebih bermasalah, apalagi hinaan dan cacian itu hanya berdasarkan pada asumsi bukan bersandarkan pada bukti”


“Kata-kata yang diucapkan dengan sembarangan dapat mengakibatkan perselisihan. Kata-kata yang kejam yang sering diungkapkan dapat menghancurkan suatu kehidupan. sedangkan kata-kata indah yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Begitu juga dengan Kata-kata yang penuh cinta bila sering diungkapkan dapat …menyembuhkan rasa sakit dan memberkahi kehidupan”


“Setiap kali malam datang adalah sebuah berkah, karena kebahagianan baru dan suatu kenikmatan yang baru pula akan kita dapatkan, karena rahmat Allah begitu melimpah”


“Hidup bukanlah untuk hidup, tapi untuk Yang Maha Hidup. Dan Hidup juga bukanlah untuk mati, tetapi mati untuk hidup yang sebenarnya”


“Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan bekal (harta) yang cukup untuk hidup di dunia ini”


“Kita selalau memimpikan untuk memetik bunga mawar yang indah nun jauh disana, tak terpikir oleh kita bahwa dibalik jendela rumah kita ada bunga lain yang lebih indah jika kita mau bersusah payah untuk merawat dan memeliharanya dg sungguh-sungguh”


“Menghakimi dan mengkritisi orang lain sangatlah mudah dilakukan, Tetapi sebelumnya, pikirkanlah dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan”


“Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan. Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan. Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan. Tidak ada kebaikan bagi sedekah kecuali niat yang ikhlas. Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan. (Al-Ahnaf bin Qais)”


“Berhati-hatilah dengan fikiranmu, karena ia akan menjadi sikapmu. Berhati-hatilah terhadap sikapmu karena ia akan menjadi perkataanmu. Berhati-hatilah terhadap perkataanmu karena ia akan menjadi perbuatanmu. Berhati-hatilah terhadap perbuatanmu karena ia akan menjadi takdirmu”


“Ada tiga hal yang meningkatkan kemuliaan seseorang: (1) memaafkan orang lain dan menghilangkan bekas-bekas kesalahannya; (2) memberi sesuatu kepada orang lain yang tidak memberi sesuatu kepadanya; (3) menghubungkan silaturahmi dengan orang yang memutuskannya”


“Jangan terlalu merisaukan kezaliman orang yang melakukannya terhadapmu; sebab ia telah mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri dan keuntungan bagimu. Maka tidaklah selayaknya engkau membalas orang yang menggembirakanmu dengan menyusahkannya”


“Bismillahi wadloitu janbii Allahumagfirlii dzunubii wa akhsi’ syaithonii wafulka rohanii waj alnii finnadiyal a’la..(Dengan nama Allah kubaringkan tubuhku. Ya Allah, ampunilah dosaku, usirlah setan penggangguku, lepaskanlah diriku dari perbuatan buruk yang tak kau ridhoi, dan tempatkanlah aku (kelak) berada diantara nabi al A’la - Shahihul Jami)”


“Sadarilah bahwa hidup ini hanya sebentar, namun dari yang sebentar inilah kehidupan berikutnya akan ditentukan”


“Membahagiakan org lain sama artinya dg membahagiakan diri kita sendri, agar dapat membahagiakan orang lain, isilah tangannya dengan pekerjaan, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan laparnya dengan makanan”


“Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, berarti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu berarti hatinya mati ..(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)”


“Hiduplah seperti pohon yang berbuah lebat, hidup di tepi jalan dan ketika dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah” (Abu Bakar Shidiq)”


“Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan”


“Barang siapa yang mengerti kalau ucapan dari mulutnya merupakan bagian dari amal, maka Dia akan sedikit bicaranya (Mujani-Tumijajar, Tulang bawang, Lampung)”


“Tanda-tanda orang yang bijaksana itu adah : 1. Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. 2. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). 3. Segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah. 4. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. ( Sayidina Utshman bin Affan)”


“Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat, dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari (Khalifah Ali bin Abi Thalib ra)”


“Jika kau akan mencari seseorang utk mendampingi hidupmu, Jgnlah tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras apat menyesatkan.Jangan pula tertarik kepada kekayaannya,karena kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-h…ari yang gelap menjadi indah & cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu”


“Ambillah waktu utk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu ntk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu utk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu utk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu utk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang… diberikan Tuhan. Ambillah waktu utk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.”


“Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.(Muttafaq Alaihi)”


“Jika tidak ada lima sifat tercela ini, niscaya manusia seluruhnya akan menjadi shalih. Kelima sifat tercela tersebut adalah: pertama, merasa senang dengan kebodohan; kedua, rakus terhadap harta dan kemewahan dunia; ketiga, bakhil dengan kelebihan harta yang dimiliki; keempat, riya dalam setiap amal yang dilakukan; dan kelima, senantiasa membanggakan pendapat sendiri.” (Ali bin Abi Thalib ra)”


ternyata sifat kita dgn Rasulullah beda SEDIKIT.Rasulullah sedikit tidur, sementara kita sedikit2 tidur. Rasulullah sedikit makan, kita sedikit2 makan. Rasulullah sedikit marah, kita sedikit2 marah. Rasulullah sedikit2 beramal,klo kita sedikit amalnya. Rasulullah sedikit2 berkorban u/ Islam kita sedikit pengorbanannya. kapan kita bisa mengejar perbedaan yang Hanya SEDIKIT itu?

Tentang Motivasi Diri


Dengan sengaja saya kumpulkan kata-kata bijak hasil pembelajaran dari berbagai sumber. Mungkin anda tertarik untuk sekedar membaca atau merenungkannya. Silahkan!!!!


Tentang Motivasi Diri

“Indahnya hidup adalah bukan seberapa banyak orang mengenalmu, tetapi seberapa banyak orang bisa bahagia karena sudah mengenalmu”

“Sebuah misi,konsep, atau tujuan tinggi mugkin penting buat anda, tapi lebih penting apakah tujuan itu akan membuat anda bahagia”

“Banyak manusia yang kesulitan mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan adalah sangat sederhana, yaitu menerima dengan ikhlas semua hal yang di terimanya dan berbuat dengan ikhlas apa yang mesti dilakukannya”

“Sikap ikhlas bukan berarti orang yang pasif dan pasrah pada segala hal, tapi bentuk ketegaran hati yang di bentuk oleh kejujuran pada diri sendiri”

“Tuhan telah memberi kita banyak ikan, maka kita tinggal memiliki kail yang bagus dengan umpan yang sebaik-baiknya agar ikan yang kita pancing benar-benar merupakan ikan-ikan yang kita inginkan, dapat bermanfaat bagi diri kita dan orang lain"

”Banyak diantara kita merasa kesulitan untuk mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sangatlah sederhana, yaitu menerima dengan ikhlas semua hal yang sudah kita terima dan berbuat dengan ikhlas apa yang semestinya kita lakukan. Dan ikhlas itu bukan berarti bersikap pasif dan pasrah pada segala hal, tapi wujud dari …ketegaran hati yang dibentuk oleh kejujuran pada diri sendiri”

“Suatu pekerjaan akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan yang kita geluti, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada diri kita sendiri”

“Berbangga dan berbahagialah dengan apa yang sudah diraih hari ini, walaupun memang pencapaiannya belum memuaskan, jangan pernah merasa menyesal dan apalagi menginginkan kembali ke masa silam yang sudah terkubur dalam-dalam.”

“Anggaplah semua itu hanya sebuah lukisan usang yang di gantung di dinding ruang belakang

apa yang kita impikan hari kemarin adalah akan kita jalani hari ini, dan apa yang kita harapkan hari ini adalah akan menjadi kenyataan di hari esok yang akan datang”

“Sikap kita jauh lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian yang kita miliki. Dan hal yang paling menakjubkan adalah kita memiliki banyak pilihan untuk menghasilkan sikap yang kita miliki pada hari ini”

“Jika hari ini kita mendapatkan masalah, bersyukurlah! karena masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to) Enhance Mental Strength = PROBLEMS). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha”

“Jalan yang paling pendek diantara dua titik adalah sebuah garis lurus. Secara naluri kita tahu pernyataan ini benar, tetapi tindakan yang sering kita lakukan biasanya merupakan garis yang sangat melengkung, atau kalau kita bisa membuat suatu garis yang lurus tetapi dengan arah yang salah”

“Satu satunya cara untuk memperoleh kebahagiaan adalah jangan pernah menuntut untuk mendapatkan kebahagiaan dari orang lain, tetapi mulailah mencoba untuk membahagiakan orang lain setulus-tulusnya maka kita akan turut merasakan kebahagiaan itu bersamanya”

“Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.”

“Kalau kita mengerjakan sesuatu lebih daripada yang dibayarkan, akhirnya kita akan dibayar lebih daripada apa yang telah kita kerjakan”

“Memperbaiki diri sendiri adalah alat ampuh untuk memperbaiki orang lain belajar untuk memperbaiki diri sendiri tanpa bantuan orang lain, itu lebih penting daripada selalu menggantungkan semuanya pada orang lain”

“Tetesan2 air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi sebuah lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, jangan pernah berpikir untuk tidak melakukannya walau perbuatan itu sangat kecil adanya”

“Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan”

“Bila anda seorang akademisi yang memiliki banyak ilmu dan pengetahuan, barengilah dengan nilai kearifan, karena pengetahuan hanya bisa melihat sesuatu yang baik dan buruk saja, sedangkan kearifan dapat merangkul kebaikan sekaligus menyingkirkan keburukan itu sendiri”

“Ikutilah irama kehidupan, nikmati segala yang terjadi, lalu jalani dengan satu keyakinan dan tekad yang bulat, sampai suatu saat dimana semuanya akan sesuai dengan apa yang kita inginkan”

“Hidup ini adalah sebuah jalan cerita maka anggap saja segala jalan ceritamu benar walaupun dirimu seorang manusia yang tak sempurna, karena kita adalah sebuah proses bagaimana cara memproses hidup ini agar jauh lebih berarti, kemudian jadilah dirimu sendiri jangan jadikan dirimu sebagai boneka orang lain”

“Orang yang sulit untuk melupakan masa lalunya kemungkinannya ada dua, bisa saja anda orang yang sangat romantis, atau mungkin anda seorang yang pendendam?”

“Kalau kita ingin merasa bahagia yang sebenar-benarnya, alangkah baiknya kita membahagiakan orang lain terlebih dahulu, dimulai dari orang-orang terdekat kita”

“Setetes embun tak melekat pada selehai daun teratai, setangkai bunga teratai tak tersentuh oleh air. Orang bijaksana tak melekat pada apa pun, tidak pada yang terlihat, terdengar ataupun terasa. Jadilah orang bijak agar engkau tak terpengaruh oleh golongan manapun”

“Tersenyumlah walau hatimu trasa pahit, dn rasakanlah perlahan2 kepahitanmu akan tergantikn oleh rasa manis yg tiada tara”

“Mulailah membagi waktumu untuk orang yang selalu ada di sekelilingmu, karena merekalah orang yang sebenar-benarnya menyayangimu dan mengasihimu sepenuh hati”

“Usahakan untuk tetap berada dalam jalur kehidupan yang benar menurut azasi hati. Bukan berdasarkan ke-egoan semu yang dapat menjatuhkan harga diri bangsa yang hakiki dengan berbuat anarki yang tak terpuji”

“Kehidupan ini ibaratnya sebuah proyek yang Anda kerjakan sendiri. Dan Kehidupan hari esok adalah merupakan hasil dari sikap dan pilihan yang Anda buat hari ini. Jadi jalani hari ini dengan segala kemungkinan dan kemampuan terbaik yang Anda miliki, maka besok Anda tidak akan merasa menyesal karena Anda telah memberikan semua yang terbaik yang pernah Anda miliki”

“Setiap orang menjadikan kita pusat perhatian, ini adalah potensi diri yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya

Segala kesulitan yang datang adalah sesungguhnya merupakan suatu kesempatan bagi jiwa kita untu Bila anda seorang akademisi yang memiliki banyak ilmu dan pengetahuan, barengilah dengan nilai kearifan, karena pengetahuan hanya bisa melihat sesuatu yang baik dan buruk saja, sedangkan kearifan dapat merangkul kebaikan sekaligus menyingkirkan keburukan itu sendiri”
▲
Top