Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts

Thursday, August 1, 2013

Surat Dari Seorang Ibu Untuk Menantu Laki-Lakinya

WAHAI MENANTUKU:
aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.

WAHAI MENANTUKU:
bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga.

WAHAI MENANTUKU:
bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.

WAHAI MENANTUKU:
diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

WAHAI MENANTUKU:
engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan.

WAHAI MENANTUKU:
sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.

WAHAI MENANTUKU:
engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu...

Semoga keluarga kalian bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, Aamiin

Sebuah surat dari seorang calon menantu laki-laki kepada calon Mertuanya






Assalamualaikum Wr. Wb.
Teruntuk wahai Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu

Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Dan aku bukan seorang pria dengan kedudukan tinggi di puncak takhta
Yang aku miliki hanyalah Allah dan Rasul-Nya
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Aku juga bukan Sulaiman yang bergelimang harta dan kuasa
Aku juga tidak setangguh Umar dalam membela panji agama
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu
Aku sadar betul, ini merupakan keputusan besar untukmu…
Ini adalah perjudian penuh resiko dalam hidupmu
Untuk merestui putrimu bersanding denganku
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku untuk membuat cemburu bidadari surga kepada putrimu
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak

Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan

Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
Dan aku akan menjadi murid paling beruntung di dunia
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat barumu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu
Wassalamualaikum Wr. Wb.

diadaptasi dari buku : JangaN Bodoh Mencari Jodoh

Saturday, February 23, 2013

Surat Cinta Untuk Suamiku

Surat Cinta Untuk Suamiku



Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Apa kabarmu disana sayang ?? ku pastikan kau disana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun.

Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yag ku miliki. Ku pun yakin, kau disana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku.

Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku hibahkan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa setinggi-tingginya mahabbah hanyalah pada Nya, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu hanyalah perjuanganku untuk meraih cintaNya.

Jangan kau harapkan cintaku layaknya Juliet pada Rome atau Laila pada Qais, tak mungkin ku merelakan cintaku tersia-sia layaknya cinta mereka. Maka sayang, ajarkanlah aku untuk memupuk cinta yang telah mempertemukan kita, menjadi cinta yang maha dahsyat yakni karna kecintaan kita pada Allah dan untuk Allah. Karna cintaNya lah yang mampu meredam kerinduan kita.

Kau ingat sayang, kau begitu memuji keindahan atas penciptaanNya terhadapku, keelokan wajahku. Seandainya keelokan wajahku adalah yang terpenting untukmu, kan kuhias diri ini penuh warna untuk membiusmu pada keelokanku. Tapi benerkah itu yang terpenting untukmu ??

Seandainya benarlah itu yang lebih kau pentingkan, maka kau bukanlah suami yang tepat untukku. Tapi waktu ternyata berkata bahwa kau tak mementingkan semua keindahan dunia, terbukti ketika kau terus mengingatkanku untuk mendoakan perjuanganmu dan mendedikasikan waktuku untuk anak-anak kita dan perjuanganku.

Kau ajarkan aku menghiasi diri ini dengan akhlak dan keikhlasan. Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran. Allah telah mempertemukanku dengan Mujahid terbaik untukku, karna kau pun tak pernah lepas dari mempekuat dirimu dengan taqwa dan keteguhan untuk menjagaku dan anak-anak kita. Ketawadhuanmu membuat ukiran cinta dihatiku kian rumit.

Terimakasih yaa cinta, atas dedikasimu padaku dan anak-anakmu. Tanpamu mungkin aku tak mampu mengenal dien ini secara baik, tanpamu mungkin aku lemah mengenalkan dien ini pada anak-anak kita. Tanpamu mungkin kini ku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karna Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukannya dalam Naungan CintaNya.

Ingatlah sayang, cinta kita hanyalah aplikasi kecintaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada cinta yang patut dijunjung tinggi selain cintaNya. Yakinlah bahwa aku hanya ingin mencintaimu karna Allah.

Maka sayang “ Cintailah aku Karna Allah “

http://www.bukanmuslimahbiasa.com

Wednesday, February 13, 2013

buat SUMAIku


Suamiku… Hari ini aku ingin berterima kasih padamu.

Karena tanpamu tak ada hari ini, hari ulang tahun pernikahan kita.

Suamiku… Mengingatmu di 12 tahun yang silam, aku lupa bahwa aku belum berterima kasih padamu. Padahal kamu yang mengajariku, dengan mengucapkannya setiap hari padaku, karena katamu rumah ini selalu terlihat indah sebab aku tak pernah berhenti senyum jika melihatmu.

Suamiku… Tahukah, aku tak pernah sekalipun punya alasan marah padamu. Kau tak pernah berhasil melakukannya. Jika aku lalai dengan berbuat salah, kau menasihatiku tanpa ku merasa ternasehati olehmu. Kisah-kisah kekasih Rasulullah, selalu membuatku terpukau. Sering aku bertanya, bagaimana kau bisa begitu sempurna bercerita padahal disaat yang sama kau sedang menasihati istrimu yang banyak kekurangan ini.

Suamiku… Mengenang masa lalu sungguh membuatku malu. Kau menerima kekuranganku. Aku yang kurang pandai memasak, aku yang kurang pandai mengurus rumah, aku yang kurang pandai bergaul dengan teman-temanmu, banyak sekali kekuranganku. Tapi kau, rajin sekali mengajariku dalam banyak hal. Hingga ibumu memuji masakanku karena kau rela menjadi bahan percobaan resep-resep baruku, lalu rumah kita yang rapi karena kau selalu membantu memisahkan baju kotor atau menata ulang ruangan kita, dan kau pun yang rajin mengajakku bersilaturrahim ke keluarga besar atau ke teman-teman kita sampai teman-teman akhwatmu pun kini bersahabat denganku.

Ah suamiku… Sekarang si sulung dan si bungsu yang mambantuku memasak, merapikan rumah dan mereka yang rajin mengajak bersilaturrahim. Apa kubilang, kamu jago sekali mendidik mereka. Kadang aku cemburu, karena setiap malam mereka memintaku menceritakan masa mudamu (hanya beberapa kali mereka menanyakan seperti apa bundanya dulu). Sebagian cerita itu aku mengarangnya dan sisanya aku bertanya pada ibumu juga sahabat-sahabatmu seperti apa kamu dulu. Mereka penolongku, karena kita tidak mengenal sebelumnya kecuali beberapa bulan sebelum akad nikah.

Suamiku… Hari itu indah ya. Mungkin aku yang paling beruntung, karena ternyata kamu begitu pintar membuatku mengerti banyak hal tentang dunia yang aku tidak pernah tahu sebelumnya. Setiap katamu selalu penting bagi ku. Buku sajak yang kau berikan padaku malam itu, sampai sekarang masih tersimpan di rak buku kita yang 60 hari lalu kau tata ulang.

Suamiku… Sepertiga malam di 60 hari yang lalu membuatku jadi istri paling beruntung. Karena kamu bilang, di surga kelak hanya satu bidadari yang kamu pilih yaitu aku. Aku cemberut, karena aku tahu kamu bohong. Di surga pasti bidadarinya tak sejelek aku. Lalu kenapa kamu memilihku.

Pagi itu, usai subuh. Kamu memintaku mengantar anak-anak pergi ke sekolah karena kau mengeluh tidak enak badan dan memilih tidur sejenak sebelum berangkat ke kantor. Tidurmu begitu pulas, hingga anak-anak yang berpamitan ke padamu tak kau gubris. Rupanya waktu itu kau sedang berhadapan dengan maut. Badanmu keluar banyak keringat dingin, dan tiba-tiba si sulung mengambilkanku Al Qur’an dan membukakan surah Yasin untukku. Si sulung menjagamu ketika aku menghubungi keluarga besar kita lalu bergegas mengambil air wudhu. Kamu tak pernah sakit, tapi mengapa pagi itu Allah menatakan hidup yang baru untukku begitu cepat. Sedang anak-anak kita masih membutuhkan kasih sayangmu.

Jadi benar kamu sekarang di surga sedang menghindari para bidadari itu, lalu memilih menungguku? Aku berusaha percaya padamu karena itu alasanku untuk berhenti menangisimu.

Suamiku… Si bungsu akan di wisuda TK. Dia mengafal Surah kesayanganmu di acara pelepasan. Ah suaramu masih kalah enak dengan si bungsu. Oh ya aku merekamnya, kata si bungsu “bunda setelah surah Ar Rahman, surah kesayangan ayah yang lain apa ya bunda, kan waktu itu ayah belum sempat bilang?” sudah lama aku tak menangisimu, mendengar pertanyaan yang tak mampu ku jawab, air mata leleh lagi. Untung ada si sulung yang mengalihkan pertanyaan si bungsu.

Bulan depan si sulung akan melanjutkan pendidikan menengahnya di pondok pesantren pilihanmu. Aduh ayah, testnya susah sekali. Untung si sulung cerdas sepertimu.

Suamiku… Aku tahu, maut bukan memisahkan kita.

Tapi menyatukan kita di masa yang lebih kekal.

Asal kau janji, jangan lirik bidadari yang lain yah disana.

(Kau tidak berhasil membuatku marah, tapi dengan sukses kau membuatku cemburu. Ah ayah)

Sunday, February 10, 2013

Buat Suamiku




Surat Untuk Suamiku Tersayang ^_^'

Assalamu'alaikum suamiku sayang,....??? :)


Aku tulis surat ini dengan penuh kehangatan cinta dan kasih sayang kepamu ^_^'
semoga Allah Swt, senantiasa menjaga kita Aamiin.. :)


Suamiku Sayang....??? Engkau adalah pemimpin rumah tangga kita, aturlah kami dengan aturan Allah, pimpinlah kami untuk taat kepada-Nya. Bimbinglah kami terhadap apa yang baik untuk kami. InsyaALLAH aku dan anak-anak kita nanti akan menghormatimu, memuliakanmu & taat kepadamu. :)


Suamiku Sayang,,,.... Engkau adalah anugrah dan kenikmatan yang sangat besar yang telah Allah karuniakan kepadaku. :)
"ketika banyak para wanita yang belum menikah, Allah mengaruniakan aku seorang Suami Sholeh InsyaALLAH seperti dirimu Sayang,,..." :*
"kebanyakan suami* yg acuh dengan perbuatan istrinya yg salah, Allah memberikan aku seorang suami yg selalu menasehatiku, yaitu dirimu Sayang,..." :)
"ketika banyak suami yg tidak peduli halal&haram ketika ia mencari rezeki, Allah memberikan kpdku seorang suami yg merasa cukup dgn yg halal, masih banyak lagi kebaikan dan keutamaan kamu Sayang,..." ^_^'


Kebaikan kamu, kasih sayang, perhatian sekaligus jerih payahmu yg begitu tulus kamu berikan...,
Lalu apakah pantas bagiku untuk tdk bersyukur kpd Allah atas nikmat darimu.,,..???
& apakah pantas bagiku untuk tdk berterima kasih kpd Kamu Sayang....,??? :'(


Suamiku Sayang...,??? Aku sadar bahwa pernikahan bukanlah syurga yg tdk ada problema, kesusahan juga kesulitan.., juga bukn neraka yg hanya kesulitan & kesengsaraan.,
***Semoga dgn itu aku lebih siap+tegar jika kesusahan, kesulitan datang menerpa.,,, Aamiin ^_^'



Suamiku Sayang,,.. InsyaALLAH aku akan menjadi pendamping yg kokoh dlm mengarungi rumah tangga kita, hanya kpd Allahlah aku memohon pertolongan.,, ^_^'


Suamiku Sayang...., aku ingin belajar hidup Qona'ah tdk mau bnyak menuntut kpdmu, :)
senantiasa menaatimu sekaligus memberikan pelayanan yg terbaik kpd kamu sayang.., ;)
Untuk  Suamiku Tercinta

Untuk Suamiku Tercinta




Untuk suamiku tercinta

السًّلا م عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ

Aku tulis ini untuk mengingatkan bahwa pernikahan kita hari ini adalah ikatan sesaat. Di akhirat lah pernikahan yang abadi itu. Kalau hari ini engkau menghiasi hidup dengan iman dan amal sholeh, dan tidak henti mengingatkan istrimu ini untuk senantiasa untuk memperbaiki diri. Maka insyaalah di dunia aku istrimu dan kelak di akherat aku bidadarimu.




SAYANG………..

Apa yang sudah kita lakukan agar pernikahan ini barokah? Apakah yang sudah kita kerjakan di saat usia kita semakin tua? Inilah yang perlu kita renungkan sejenak. Meski manusia mengatakan betapa muda usia kita, tetapi tidakkah masa berganti dan zaman bertukar? Semua itu pertanda bahwa usia kita semakin mendekati titik akhir. Setiap detik perjalanan hidup kita adalah perjalanan menuju kematian. Dan Allah Azza wa Jalla sudah mengingatkan bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.

Karenanya…… ada yang perlu kita kerjakan agar abadi cinta kita. Ada yang perlu kita tangisi atas kesalahan yang tak henti-henti kita kerjakan. Ada yang perlu kita ingat atas amanah yang telah Allah berikan kepada kita atas pernikahan kita ini kelak akan memberi bobot kepada bumi dengan kalimat La ilaaha illallah.

SAYANG………..

Kalau ada keshalihan pada diri mereka, Insyaallah akan selalu ada do’a yang mengantarkan kita pada kemuliaan yang lebih tinggi di sisi Allah. Kalau pun mereka lalai mendo’akan, keshalihan mereka cukup sudah menjadi kebaikan yang menyejukkan mata kita di akhirat. Cintai dan sayangilah anak-anak kita dengan sepenuh jiwa.




Indahnya Cinta

Usaplah kepala mereka dengan penuh rasa sayang. Perdengarkan kepada mereka kalimat-kalimat mulia dengan penuh kelembutan. Tetapi mampukah kita menyayangi mereka dengan penuh ketulusan kalau seandainya hati kita bercerai-berai?.

Tentunya aku tak menginginkan rumah yang selalu hangat dengan kehadiranmu ini akan gersang, jauh dari rasa cinta dan kasih sayang. Tetapi apakah yang dapat menjamin kita saling menyayangi jika cantiknya wajah bisa hilang dan kencangnya kulit bisa berubah menjadi keriput? Tidakkah engkau lihat betapa banyak manusia yang menyatakan saling mencintai saat menikah, tetapi sebelum anak ke dua lahir mereka sudah saling bertikai? Apakah yang salah pada mereka sehingga cinta yang dulu menggerakkan mereka untuk menikah, sekarang sudah menjadi apinya?

Ada yang sering kita lupa, cerita memang bisa disuburkan dengan kata – kata yang membakar jiwa. Tetapi kata apa yang bisa terucap jika jiwa telah membeku dan kehangatan cinta sudah musnah?

Maka ada yang perlu kita perhatikan agar jiwa kita hidup, sehingga kata-kata cinta dengan sendirinya akan senantiasa menghiasi. Ada yang perlu kita benahi agar tanpa kata cinta pun, rasa cinta itu tetap ada dan bersemi indah di dada.

Aku tak hendak berpanjang kata dengan ungkapan berbunga-bunga. Usia pernikahan kita sudah beranjak jauh, cukuplah dengan nasihat, zaman bertukar masa berganti, sedangkan hati sesuai dengan sifatnya berbolak-balik. Karenanya sudah saatnya kita menyuburkan cinta dalam keluarga, justru tidak dengan mengandalkan pada ungkapan yang indah. Kita suburkan kasih sayang dan rasa cinta yang tulus denagn memohon kepada yang menggenggam Qolbu, Allah Azza wa Jalla. Kita kerjakan perkara-perkara yang termasuk amal shalih, memberi makan fakir miskin, berbuat baik pada orang tua, dan bentuk-bentuk amal shalih lainnya. Semoga dengan itu Allah ridlo kepada kita, memperbaiki iman kita, dan melimpahkan rasa cinta serta kasih sayang kepada kita.

Sungguh, inilah cinta yang tak mudah aus dimakan zaman, sebab perasaan ini hadirnya bukan karena eloknya wajah dan manisnya senyuman. Bukan juga karena merdunya suara dan lembutnya perkataan. Tetapi perasaan ini hadir karena Allah Ta’alasendiri yang menanamkannya, sehingga meski engkau dan aku sudah semakin tua, tak ada yang menghalangi perasaan untuk senantiasa dekat. Karena perasaan cinta yang Allah tanamkan itulah, seperti apapun senyummu, selagi bukan karena marah, tetap akan terasa indahnya.

Kalau ikatan perasaan yang tumbuh karena iman dan amal shalih sudah ada diantara kita, maka kita boleh berharap tentang suatu masa ketika langit telah di gulung dan bumi telah di lipat.

Kelak ketika dunia sudah berakhir, ada suami istri yang Allah Ta’ala abadikan hubungan mereka. Kalau timbangan amal salah satunya kurang, ia akan disusulkan kepada timbangan amal yang lebih berat. Jika engkau dan aku termasuk di antara yang shalih, Allah Ta’ala akan saling susulkan kita ke dalam surganya. Jika para pemuja cinta berkata”tak ada yang dapat memisahkan cinta kita kecuali kematian” , maka bagi orang-orang yang beriman ungkapan itu tak berlaku. Sebab bagi mereka, kematian tak sanggup memutus ikatan cinta.

Demikian ku tulis surat ini, semoga ada yang dapat kita renungkan. Semoga atas ridlo Allah abaadi cinta kita hingga kiamat tiba. 

“ DI DUNIA AKU ISTRIMU DAN DI AKHIRAT AKU MENJADI BIDADARIMU” .

والسًّلا م عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ

Top